
Setelah itu telepon pun terputus. Gio yang terlihat tersenyum miring karena sudah mengetahui rencana apa yang akan di lakukan oleh Erick untuk mencelakai Nara.
Bagi Gio itu sangat mudah untuk mengetahui apa yang akan Erick lakukan atau juga untuk mencegah nya sesegera mungkin, namun karena ada sesuatu yang meski ia gali, yaitu sebuah informasi, jadi untuk saat ini Gio hanya perlu mengawasinya saja, dan hanya mencegah nya jika itu sudah mendekati nona bos nya atau pun yang lain, dengan catatan untuk semua anak buah The Admaja, agar terus waspada dan selalu teliti dalam semua ke adaan, jangan sampai kecolongan.
Gio pun masuk ke dalam kamar nya, kamar yang di tempati oleh Sisca, dan Nara yang sedang memainkan ponsel nya terkejut karena Gio ada di dalam kamar nya.
"Gio, mengapa ku kemari, bukankah aku sudah menguncinya?" Tanya Sisca merasa heran karena pintu kamar nya ia rasa sudah di kunci, lalu bagaimana bisa Gio masuk ke dalam kamar nya.
Gio tersenyum dan menghampiri Sisca yang berada di atas ranjang." Bukan hal sulit untuk ku, membuka pintu yang terkunci, bahkan aku juga muda bukan menggeser nama Marcel di hati mu ?" Ucap Gio membuat Sisca berdecak kesal, karena setelah Gio menjawab pertanyaan nya ia menelusupkan wajah nya di bagian favoritnya
"Sayang, jika ada yang tahu kau disini bagaimana?" Tanya Sisca dengan lembut membuat Gio mendongak dan menatap Sisca dengan wajah berbinar.
"Kau memanggilku apa tadi ?" Tanya Gio kemudian tidak memperdulikan pertanyaan yang terlontar dari Sisca.
Sisca melipat bibir nya dan menatap Gio dan lalu tersenyum. "Apa, apa yang aku katakan padamu ?"
"Ck, ayolah aku senang mendengar nya. ?" Ucap Gio membuat Sisca terkekeh gemas.
"Sayang, kau suka, aku memanggilmu sayang?" Tanya Sisca pada Gio.
Gio mengangguk."Hmm tentu suka, sangat suka, mengapa tiba-tiba kau memanggilku sayang?" Heran Gio.
"Tidak ada, ingin saja !" Ucap Sisca, yang sebetulnya dia telah mendapat saran dari Nara, jika nanti setelah menikah dengan Gio dia tidak boleh memanggil nya nama, dan Sisca memilih membiasakan nya dari sekarang, dia ingin kisah cinta dan pernikahan nya dengan Gio, bisa seromantis Nara juga Marcel.
Gio tersenyum dan kembali memeluk Sisca." Terimakasih sudah menerimaku, aku janji tidak akan mengecewakan mu Sisca.."
__ADS_1
Sisca tersenyum dan membalas pelukan Gio, dia kini benar-benar sudah menerima Gio di hatinya, ternyata benar setelah melepas Marcel dengan ikhlas, kini ia menerima Gio dan Sisca mulai merasakan kebahagiaan nya. Pola pikir Sisca dulu salah, jika baginya untuk mendapatkan kabahagiaannya adalah mendapatkan pria yang ia cintai walau dia sudah memiiki cinta nya dan dia mesti merebut nya.
Sisca berterimakasih dengan takdir yang sudah ia lewati,karena kini ia bisa menemukan atau bertemu dengan pria yang sabar dengan sikap nya yang selalu berubah ubah. Gio yang kini akan membawa kebahagian untuk nya.
"Sisca, seperti nya aku akan lama berada disini, kau tidak apa jika nanti pulang lebih dulu?" Tanya Gio yang teringat akan rencananya untuk beberapa hari kedepan.
Sisca mengerutkan kening nya, karena dia sebetulnya tida tahu akan masalah yang di alami Nara." Ada apa, apa terjadi sesuatu.?"
Gio mengangguk. " Aku tidak bisa menceritakan nya padamu saat ini, mungkin nanti, intinya ini mengenai keselamatan Marcel dan Nara."
Sisca terdiam dan lalu mengangguk mengerti, karena dia tau, tidak semua hal meski ia ketahui.
"Jika bisa kau juga terus disini bersamaku. "Lanjut Gio membuat Sisca tersenyum.
Gio mengangguk lemah. "Hmm, aku mengerti, Maaf aku tidak bisa menemani mu. "Sesal Gio karena kewajibannya dalam pekerjaan.
"Tidak apa aku mengerti." Ucap Sisca membuat Gio mengangguk.
Pagi hari di Villa, seroang wanita di daerah dapur terlihat sedang menyiapkan sarapan pagi. Hingga Kayla melihat nya dari kejauhan pun menghampiri nya.
"Siapa kau ?" Tanya Kayla tanpa basi - basi.
Wanita itu menatap Kayla sinis, terlihat jelas jika wanita itu tidak menyukai sikap Kayla yang tiba-tiba datang dan bertanya pada nya, namun dia meski menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Kayla.
"Saya sedang menyiapkan sarapan pagi untuk nyonya dan tuan Marcel, juga untuk istrinya." Jawabnya membuat Kayla tersenyum miring.
__ADS_1
Kayla sudah di beri tahu, jika sarapan pagi seperti di mansion akan di buat oleh Safira juga Nara, malah juga Safira yang akan memasak untuk makan siang dan juga makan malam dan para maid yang hanya akan membantunya.
Kayla melihat sekitar nya, jika tidak ada pelayan yang ada di sekitar dapur, dan Safira yang belum bangun untuk memulai menyiapkan sarapan pagi, karena memang masih sangat pagi sekali.
"Apa kau sudah mendapat izin untuk membuat sarapan untuk keluarga Admaja ?" Tanya kembali Kayla membuat wanita merasa kesal.
"Apa seorang pelayan harus meminta izin untuk melayani tuan nya?" Tanya balik wanita itu.
"Aku kira para pelayan yang di siapkan oleh The Admaja sudah di briefing, jika mereka hanya akan melakukan tugas nya atas perintah tuan nya, apalagi menyangkut sarapan atau makan siang juga malam, karena biasanya
Nyonya besar lah yang akan memasak !"
Wanita itu terdiam, bahkan terlihat meremas rok nya ." Aku bukan pelayan dari The Admaja seperti katamu, aku anak dari pak Amir yang ingin membuat sarapan untuk mereka.
Kayla kini mengangguk, dia sekarang tahu siapa wanita ini, Ayu, wanita yang pernah mengejar tuan nya, suami dari Nara.
"Jika begitu silahkan tinggalkan dapur ini dan juga Villa ini,karena kau tidak di pekerjakan, kau hanya membantu saat sebelum mereka datang, kini wilayah villa ini di jaga ketat, tidak ada yang boleh masuk, sebelum mendapat izin dari bos kami. !" Ujar Kayla mengusir Ayu.
Ayu terlihat marah, tidak terima akan apa yang dilalukan olah Kayla, sesaat dia ingin melontarkan amarah nya, namun tertahan karena Gio datang menghampiri nya dan Safira yang terlihat berjalan dari kejauhan.
"Ada apa ini Kayla ?" Tanya Gio, membuat Kayla menceritakan semua nya.
Gio mendengar dan memperhatikan Ayu yang terlihat tersenyum manis padanya. Gio merasa heran mengapa Ayu bisa masuk ke dalam Villa.
Safira yang baru tiba pun terkejut mendapati Ayu berada di dapur dan pandangan nya mengarah ke arah Gio dan Kayla meminta penjelasan, namun sebelum menjawab, Gio dan Kayla di dului berbicara oleh Ayu.
__ADS_1