
"Bogor, mengapa kita ke Bogor ?" tanya Reno pada ibunya yang duduk di samping supir yang ia sewa, karena mereka memasuki tol dan melihat plang di jalan mengarah ke Bogor.
"Diamlah dan ikuti saja, kalian akan tahu nanti!" jawab ibu Reno membuat Reno mengehela nafasnya. Citra yang melihat Reno seperti kesal, arena mungkin dia merasa lelah, sama halnya dengan nya, karena perjalan dari Swis ke Indonesia.
"Sabarlah sayang," ucap Citra. Reno tersenyum, "aku sabar, hanya saja aku bingung, "jawab Reno pada Citra.
"Ga usah bingung - bingung, repot amat sih kak!" ucap adik Reno membuat Reno mendelik. Sedangkan Citra hanya tersenyum saja.
Tak lama mereka pun sampai di Bogor, memasuki sebuah rumah yang cukup besar tidak jauh dengan Villa yang di tempati oleh Nara.
Di Sana, sudah banyak yang menunggu, di antaranya, Marcel, Nara, Gio dan juga Sisca, serta kedua orang tua Marcel, Arya dan Safira dan satu orang baru yaitu Jonathan.
Reno dan Citra turun dari mobil, dan menghapiri mereka yang menyambutnya, meski mereka masih bingung dengan tumah siapa yang mereka kunjungi, bahkan tidak jauh dengan tempat panti asuhan.
"Bagaimana dengan bulan madu kalian, ?" tanya Marcel.
"Apa aku harus menjawab ?" balas Reno membuat Marcel kesal mendengara jawaban Reno. Reno terkekeh, "kau yang lebih tahu bukan pulang setelah bulan madu, lalu apa harus bertanya lagi padaku ?^ prime prime ucap Reno membuat Marcel kesal.
"Baiklah - baiklh terserah padamu saja !" mendengar itu semua oun tertawa, sedang Nara menghapiri Citra dan memeluknya.
"Aku merindukan mu, "ucap Nara. Citra pun mengangguk, "aku juga merindukanmu, bagaimana kabar keponakanku, apa di sehat ?"
__ADS_1
"Sehat, dan dia sedang menunggu saudara nya hadir juga, dari mu," balas Nara membjat Citra terkekeh.
"Aku baru saja menikah, doakan saja aku akan segera menyusul kalian," ucap Citra setelah melihat Sisca juga menghampirinya.
Sisca tersenyum, "ku rasa kau juga tidak akan lama lagi bisa hamil seperti kita," balas Sisca sambil memeluk nya menyambut kedatangan Citra.
"Aamiin, oh ya ini rumah siapa ?" tanya Citra mambuat Marcel dan Nara tersenyum.
Marcel menepuk pundak Reno, "maaf aku tidak bisa membelikanmu Mansion, namun sebagai gantinya, aku memberikanmu, rumah ini, juga ada hal yang lain yang akn kau miliki, aku akan beritahu nanti," ucap membuat Reno dan Citra terkejut. Marcel
"Ya, ini rumah kalian, Ka Reno, kau tidak bisa menjauhkan ku dengan Citra, dia sahabat dekatku selama ini, maka dari itu, kita pilih rumah ini sebagai hadiah untuk kalian, tidak jauh dengan Villa ku !" ucap Nara pada Reno sedangkan Citra sudah memeluk Nara, dia sungguh sangat senang dan bersyukur, bisa memiliki sahabat seperti Nara.
Reno terkekeh, "aku tidak berniat begitu, tapi terimakasih, dan sejujurnya aku juga tidak seserius itu meminta masion, tapi jika memang kau mau memberikan aku akan menerima, rezeki tidak boleh di tolak bukan?" jawab Reno sambil terkekeh, "terimakasih, padahal kau tidak perlu repot dengan ini semua, aku bahkan dengan Citra sudah memutuskan untuk memulai semuanya dari nol, '
Gio dan Sisca mereka tidak merasa iri sedikitpun, jika Reno di berikan hadiah melebihi dari mereka, karena mereka sadar dan tahu, jika Reno dan Citra sudah menemani mereka, saat mereka bukan siapa-siapa, mereka ikut senang dan bahagia, dan berharap persahabatan mereka akan terus terjalin sampai kapan pun.
"Masih ada kejutan lainnya, namun biarkan suamiku yang akan menjelaskan nya nanti, kita masuk dulu, kaian pasti lelah bukan?"ajak Nara sambil mendekati Marcel dan memeluk tangannya.
Marcel rersenyum dan mengecup kepala Nara," benar, ayo masuk, kita makan siang dulu, dan nanti kalian bisa berkeliling melihat rumah baru kalian," ujar Marcel.
Mereka pun masuk, dan menyantap hidangan yang sudah mereka pesan, ada dua kubu, orang tua dan mereka, para pasangan suami istrri yang masih terbilang baru. Reno terfokus pada satu orang yang tidak ia kenali, duduk dekat dengan Gio dan Marcel. Gio menyadari tatapan heran Reno dan mulai memperkenalkan pria di sampingnya atas izin Marcel.
__ADS_1
"Di Nathan, Jonathan, asisten baru Marcel," ucap Gio membuat Reno menatap Marcel meminta penjelasan, begitupun dengan Citra yang menatap Nara di sampingnya, namun Nara hanya membalas dengan senyuman nya. membuat Citra bingung dan penasaran.
Apa Reno di pecat, atau apa Marcel punya dua asisten, itulah apa yang ada dalam pikiran Citra. Marcel yang di tatap Reno pun berbicara, "posisimu sudah di gantikan oleh nya, kau bukan asisten ku lagi!" ucap Marcel membuat Reno terdiam.
"Kau memecatku, di saat aku baru saja menikahi Citra, lalu rumah ini, apa sebagai pesangon untukku !" balas Reno tidak percaya jika Marcel memecat dirinya tanpa memberitahu lebih dulu.
Begitupun dengan Citra yang sangat terkejut mendengar perkataan Marcel, namun Citra di tenangkan oleh Nara, "tenanglah, suamiku belum selesai bicara," ucap Nara pada Citra yang hanya mampu terdiam.
"Siapa yang bilang aku memecatmu, aku tidak memecatmu, Nathan, berikan berkas yang sudah aku siapakan pada Reno !" ujar Marcel pada Nathan yang di angguki olehnya dan memberikan beberapa berkas yang sudah Marcel siapkan pada Reno.
Reno menerima dan membuka berkas itu dengn kasar, ia masih tidak terima posisinya di ganti begitu saja tanpa pemberitahun padanya, namun saat ia membuka dan melihat dan membaca isi berkas yang ia terima, ia kembali terkejut hingga menatap Marcel yang tersenyum padanya.
"Marcel, ini?" tanya Reno dengan sedikit gugup, ia tidak menyangka jika Marcel memberikan semua ini untuknya.
"25% saham di Bogor ini menjadi milikmu, agar kau bisa memimpin cabang di Bogor, aku tidak memecatmu, namun memberhentikanmu menjadi asisten dan memberikanmu saham ini, agar kau bisa banyak waktu dengan Citra, karena jika kau tetap kadi asistenku, kau kan ku beri banyak pekerjaan. " jelas Marcel.
"Dan untuk Citra, aku percayakan padamu panti asuhan ini," lanjut Marcel melihat ke arah Citra," kau tidak perlu khawatir, tidak ada pekerjaan yang akan memberatkau, kau hanya tinggal mengawasi saja, dan memberikan keputusan yang menurutmu benar, dan akan di bantu oleh istriku pastinya."
Citra dan Reno saling pandang, setelah itu Citra memeluk Nara dan begitu juga dengan Reno, mereka sangat berterimaksih atas semua yang sudah Marcel dan Nara berikan, mereja berjanji, akan menjadi orang pertama yang akan mereka butuhkan.
"Selamat, sekarang kau menjadi bos di Bogor !" ucap Gio da Reno mengangguk.
__ADS_1
"Kau juga harus memanggilku Bos!" balas Reno.
"Baiklah terserah kau saja bos!" jawab Gio dan yang lain pun tertawa.