Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 153


__ADS_3

Tamat lah kau Do Yun!


Ch, aku sudah bilang, untuk tidak meremehkan semua ini.


Ah mengapa aku peduli, ck mengesalkan, aku hanya takut jika dia akan membawa namaku dalam kasus ini!


Ucap Aeri di dalam hatinya, ia sungguh berharap jika nantinya ia tidak akan masuk kedalam semua masalah yang sudah Do Yun buat, karena dia, Aeri hanya menjadi pendengar yang baik bagi Do Yun.


Do yun yang tengah serius bekerja di kagetkan dengan Aeri yang tiba-tiba masuk ke ruangan nya. Do yun pun menatap Aeri dengan heran.


"Ada apa dengan ekspresi wajah mu, kau sedang kesal dengan seseorang, siapa hmm ?" Tanya Do yun pada Aeri yang hanya di jawab oleh decakkan nya.


"Kim Do yun, sepertinya semua rencana mu akan gagal !" Ucap Aeri membuat Do Yun menatap serius Aeri.


"Apa maksudmu Aeri ?" Tanya Do Yun dengan perasaan yang mulai kesal.


"Admaja Company, kau tahu bukan perusahaan siapa itu?" Aeri yang malah berbalik bertanya ada Do Yun.


Do Yun terdiam mengingat lebih dulu, apa yang di maksud oleh Aeri. "Admaja Company?" Ucap nya mengingat nama perusahaan yang tidak asing baginya.


"Ck, bukan kah keponakan mu menikahi CEO itu!" Aeri yang kesal karena Do Yun lambat mengingat nya.


Do yun pun menatap Aeri kesal. "Ck, aku tidak mau mengingat hal yang membuat ku kesal !" Balas Do Yun, kesal karena nyatanya Nara harus hidup lebih baik.


"Baiklah - baiklah, namun dengan cara seperti itu, tidak tahu nya mereka, Admaja Company dengan CEO nya langsung kini sedang bertemu dengan ayah mu !" Ucap Aeri dengan sangat jelas, membuat Do Yun menatap tajam Aeri.


"APA! darimana kau mendapatkan kabar ini ?" Tanya Do Yun.


"Aku mendengar dari mereka, skeretaris dari tuan besar, ayahmu, kini tengah bertemu dengan mereka." Jawab Aeri yang membuat Do Yun mencari ponselnya untuk menguhubngi seseorang.

__ADS_1


Melihat itu Aeri berjalan ke arah sofa, dan menuduki dirinya disana." Jika seperti ini, aku yakin, CEO itu tahu apa yang menimpa istrinya, keponakan mu."


Do Yun yang kesal karena telepon yang ia tuju tidak di angkat, semakin kesal mendengar perkataan Aeri.


"Apa aku berharap semua rencanaku akan di ketahui oleh nya !" Kesal Do Yun pada Aeri.


"Tidak, hanya saja, bukan kah kau bilang, Admaja Company adalah perusahaan yang besar, Do Yun, mereka pasti memiliki cara nya sendiri, bahkan mereka bisa sampai disini karena mungki. sudah meyelidiki semuanya, aku yakin mereka juga punya tim yang handal, ya berharap saja jika itu memang hanya sebuah kerja sama !"Ucap Aeri membuat Do Yun berdecak kesal.


Benar dia meremehkan kemampuan Admaja Company, hanya saja dia tidak bisa jika harus menyerah, dia harus memikirkan sebuah cara, agar ia tidak akan kalah.


"Kita harus cari tahu dulu, dia datang untuk kerja sama atau bukan?" Ucap Do Yun yang tidak mau gegabah. Aeri pun mengangguk setuju.


Do Yun pun kembali mencoba menelpon seseorang, hingga akan di angkat oleh nya.


Indonesia.


Erick Wijaya yang sedang makan siang, di kejutkan dengan suata ponselnya yang berdering dan itu dari oramg korea yang bekerja sama dengan nya, Kim Do Yun.


Namun Erick terpaksa mengangkatnya ketiga no itu sudah ketiga kali nya mencoba menghubungi dirinya.


"Ck, lama sekali kau mengangkat telepon dari ku, Erick dengar aku tidak bisa berbasa basi, sekarang juga kau selidiki, apa Admaja Company sudah mengetahui rencana kita?" Tanya Do Yun pada Erick yang kini sedang mengerutkan kening nya.


"Mengapa kau berkata seperti itu ?" Erick berbalik bertanya.


"CEO Admaja Company sekarang sedang berada di korea, bahkan menemui ayahku, ku harap kau bisa menangkap maksudku, jika benar mereka sudah tahu akan semua rencanaku dengan mu, maka lebih baik sekrang kau lakukan seperti apa yang pernah aku katakan dulu padamu!" Ucap Do Yun dan langsung mematikan ponselnya.


Erick yang masih memegang sendok di tangan kanan nya terlihat mengepal dengan erat, begitupun dengan tangan kiri yang seperti ingin membanting ponselnya.


"Apa harus gagal disini, sedangkan itu sudah ada di depan mata, rencana yang seharusnya berjalan dengan lancar.

__ADS_1


Tidak, tidak boleh gagal, aku sudah dengan sangat sabar menunggu hingga 20 tahun.


Ch. Nara sepertinya kau memang beruntung kali ini, kau tidak akan aku buat menderita secara perlahan, namun kau akan langsung ku antar ke neraka !" Ucap Erick dan langsung bergegas kembali ke perusahaan nya, meninggalkan makan siang yang belum sempat ia habiskan.


"Marcel tidak ada di disini, aku kira anak sial itu tidak ikut dengan nya, Jeno, kesempatan ini tidak boleh kita sia -siakan, aku ingin kau harus bisa membawa anak sial itu ke padaku." Perintah Erick pada Jeno, dia akan bertindak lebih cepat seperti yang di usulkan oleh Do Yun. Jeno hanya mengangguk dan akan segera mengikuti semua perintah tuan nya.


"Apa Admaja Company benar-benar mengetahui semuanya ?


Lebih baik kau lebih dulu selidiki ini Jeno !"


"Baik tuan. " balas Jeno.


Erick berharap, rencana yang sudah ia susun dengan rapi tidak akan di ketahui oleh Marcel, jika sampai mereka tahu, mereka bisa tahu dari mana, karena ia sangat yakin jika sudah menutupinya dengan rapi, lalu apa di tempat nya ada mata-mata? Pikir Erick.


Di Bogor.


Penjagaan yang terlihat semakin keta membuat Nara hanya bisa mengehela napasnya berat.


Sebetulnya dia nyaman, nyaman saja dengan penjagaan ini. Namun dia sungguh merasa kesal dengan ulah kelurga Wijaya yang dangat ingin membuatnya menderita atau bahkan mati.


Banyak pertanyaan yang muncul di benak nya. Apa dan mengapa keluarga Wijaya seperti ini padanya, bukankah yang lebih penting ia sudah lepas dari mereka. Pikir Nara.


Apa ada mereka incar dari ku? Batin nya kembali bertanya.


Entahlah. Apapun itu Nara hanya berharap ini akan berakhir secepat mungkin, dia hanya ingin hidup dengan tenang, tidak di bayang-bayangi oleh bahaya yang akan mengancam dirinya.


Korea selatan.


"Mereka hanya menawarkan kerja sama karena tertarik dengan produk yang kita tawarkan, ada apa Do Yun, mengapa kau terlihat tidak senang, bukankah bagus jika perusahaan ini bisa bekerja dengan Admaja Company, terlebih mereka adalah perusahaan besar?" Kim Ye Joon menjelaskan pertemuannya dengan Marcel karena Do yun bertanya padanya.

__ADS_1


Benarkah hanya sebuah kerja sama, tapi ini juga sangat bahaya bagi ku!


"Apa ayah sudah menerima kerja sama itu !"Tanya Do Yun kembali berharap kerja sama itu tidak pernah terjadi.


__ADS_2