Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 113


__ADS_3

Nara berharap kehamilan nya ini tidak akan ada masalah dan anak nya sehat hingga waktu nya dia akan melihat dunia ini, menyapa mereka, ayah dan ibu nya.


"Makan lah sayang, sayang ini kah yang membuat porsi makan mu bertambah, ternyata ada anak kita disini ." Ucap Marcel yang memberikan sepiring nasi lengkap dengan lauk pauk nya pada Nara.


"Mungkin, aku tidak tahu hubby rasanya aku ingin selalu makan dan makan, dan membuat ku cepat gemuk !" Jawab nya sambil memasukkan nasi ke dalam mulut nya.


Marcel terkekeh. "Tidak masalah bukan, kau memang perlu banyak nutrisi, masalah kau gemuk, bukan masalah untuk ku, kau tahu kau akan tetap sexy di mata ku, habiskanlah, aku ingin membersihkan diri lebih dulu, setelah ini kita akan ke rumah sakit!" Ucap Marcel pada Nara yang di angguki oleh nya dan ia pun segera masuk ke dalam kamar mandi setelah mencium kening Nara yang sudah menjadi kebiasaan untuk nya.


Siang hari di jakarta.


Reno kini tengah bersama Aletta karena Aletta meminta bertemu dengan nya.


"Ada apa Letta ?" Tanya Reno karena ia kira ada hal yang penting yang ingin di bahas oleh nya.


"Tidak ada, aku hanya ingin bertemu dengan mu, Reno kita sudah lama bukan tidak bertemu dan bersantai seperti ini ?" Tanya Aletta kemudian yang membuat Reno heran..


"Aletta, maaf bukan kah kau sudah menikah ?" Tanya Reno.


Aletta tersenyum." Oh ternyata kau tahu aku sudah menikah. Reno pernikahan ku tidak berjalan baik, aku ingin pisah dengan nya ?" Curhat Aletta pada Reno.


Reno mengehelq nafas nya dan menatap Aletta." Letta, maaf kau masih ada ikatan dengan suami mu, meski pernikahan mu tidak baik tapi aku tidak bisa berbicara dengan mu berdua seperti ini." Ucap Reno yang merasa jika hal ini tidak benar, dia tidak ingin jika nanti nya Reno akan di anggap orang ketiga yang membuat kerusakan rumah tangga Aletta dengan suami nya dan Reno pun tidak biasa jika harus berbicara dengan wanita yang sudah menikah berdua seperti ini.

__ADS_1


Aletta kecewa mendengar perkataan Reno, belum jauh ia mencoba mendekati nya, namun Reno sudah memberikan penolakan untuk nya. "Reno bukan kah kita berteman, aku rasa ini tidak masalah dan suamiku dia mungkin tidak akan peduli, kita akan segera berpisah ?"


"Ya, kita memang berteman, namun bagiku pertemuan antara laki-laki dan perempuan tidak sampai sedekat ini jika sudah menikah, Aletta meski kau akan segera berpisah tapi tetap bagiku ini tidak baik, aku tidak ingin di sangka orang ketiga dalam ruamh tangga mu." Aletta tertunduk dan seperti ingin menangis, namun Reno tidak peduli, ia tetap dengan pendirian nya.


"Maafkan aku Aletta, jika kau sudah benar berpisah kita bisa berteman seperti dulu, namun jika belum, kau bisa mengajak suamimu untuk bertemu dan berteman dengan ku juga.


Aletta kau tahu jika aku memiliki istri aku tidak akan suka melihat istriku berbicara dengan pria lain berdua seperti ini, meski dia berkata teman nya. Karena buat ku, teman antara pria dan wanita tidak sedekat itu setelah menikah, ada batasan nya !"


"Alleta, selesaikan masalah mu dengan suami mu, selesaikan dengan baik-baik, jangan jadikan perpisahan sebagai solusi utama!"


Reno menghela nafas nya lagi yang melihat Aletta tidak merespon nya sama sekali setelah Reno berbicara panjang lebar, karena Aletta yang masih saja menunduk.


Apa dia mengerti maksud ku? Tanya Reno dalam hati nya.


"Dia selalu mengekangku, selain bekerja aku tidak bisa bertemu dengan teman-teman ku sesuka hatiku, bahkan dia menginginkan anak, sedangkan aku masih belum siap sepenuh nya memiliki anak darinya !" Jawab Aletta yang membuat Reno memijat pangkal hidung nya.


Dia lupa jika dulunya Aletta adalah anak yang manja dan juga bebas, semua keinginan nya pasti di penuhi oleh kedua orang tuanya, dan saat ini dia menikah dengan pria yang mungkin menginginkan Aletta berubah..


"Lebih baik kau pulang dan dengar kan perkataan suamimu, jika itu baik kau ikuti, kau tidak bisa selalu memikirkan diri sendiri Aletta dan seorang anak itu adalah dambaan bagi semua orang yang sudah menikah, jika kau belum siap mengapa kau memutuskan untuk menikah!"


Aletta terdiam ia kesal pada Reno yang tidak membela nya dan malah memintanya untuk mengikuti perkataan suaminya, seperti kedua orang tua nya.

__ADS_1


"Ternyata aku sia-sia saja bertemu dengan mu, karena nyata nya tidak ada yang membela ku, termasuk kedua orang tua ku, aku ini wanita karier dan tidak ingin di kekang oleh nya begitu saja, Reno ku kira kau masih menyukai ku dan akan membawaku bersama dengan mu, namun nyata nya aku salah, baiklah aku pergi!" Ucap nya dan langsung meninggalkan Reno seorang diri yang menatap bengong Aletta.


"Ck seperti nya dia sudah gila, aissh aku jadi telat untuk menemui Citra !"


Kesal Reno, karena dia sudah berjanji akan menjemput Citra di rumah nya, namun karena Aletta menghubungi nya dan ia kira ada hal penting, dia pun memutuskan untuk menemui nya lebih dulu.


Reno pun segera keluar dari restoran dan menuju parkiran dia ingin cepat menemui Citra, karena rencana nya hari ini dia ingin berjalan-jalan dengan Citra.


Sementara di kediaman Alex


Alex yang sedang duduk di sofa seorang diri, dan di hadapan nya ada kedua orang tua serta kakak nya yang dari kampung datang menemui nya, Alex seperti tengah di sidang karena akan menggelar pernikahan tanpa melibatkan kedua orang tua nya dan juga kakak nya.


"Alex, apa kau serius ingin menikahi wanita itu, Amara, wanita yang kata ibu bukan wanita baik-baik?" Tanya Hendrik kakak dari Alex.


Alex mengangkat kedua alisnya dan menatap ibu nya yang terlihat menunduk.


Alex berdecih. "Kalian tidak mengenal Amara, dia wanita yang baik, bu bukankah aku sudah bilang dengan atau tanpa restumu aku akan tetap menikah dengan nya !"


"Jangan seperti itu Alex, dia ibu mu berhak atas hidup mu!" Geram Hendrik pada Alex..


Bagiku tidak, dia menjadi ibu ku hanya ketika aku sukses. kau bawa saja ayah dan ibu kembali ke kampung, jika disini mereka hanya kan menghancurkan hidup ku lagi!" Balas Alex yang membuat Hendrik melayangkan tinju nya pada wajah Alex.

__ADS_1


Kedua orang tua Alex terkejut, terlebih ibunya terlihat berteriak, ia tidak menyangka jika ide nya memanggil anak pertama ke sini malah membuat permasalahan nya semakin rumit.


__ADS_2