
Di apartemen Sisca.
Gio yang ikut kembali ke jakarta, karena akan segera mempersiapkan pernikahannya dengan Sisca.
Gio memutuskan untuk langsung menemui Sisca di apartemennya, tanpa memberi tahunya lebih dulu. Gio memang sudah mengetahui akses untuk masuk ke dalam apartemen Sisca, jadi mudah baginya memasuki apartemen Sisca yang terkunci rapat.
Gio melihat Sisca yang berada di dalam kamar yang sedang tertidur siang dengan pulasnya, hingga tidak menyadari ke beradaan Gio, dia pun ikut merebahkan dirinya di samping Sisca dengan hati-hati agar tidak membuatnya terbangun, di tariknya tubuh Sisca demgan pelan agar masuk kedalam pelukannya. Gio sangat merindukan Sisca, dan dia berharap saat Sisca terbangun nanti. Sisca tidak akan marah padanya, karena Gio masuk kedalam kamar nya secara diam-diam bahkan memeluknya.
Sore hari, Nara dan Citra tengah bersiap untuk pergi ke pernikahan Amara, Citra datang atas usul Nara untuk bersiap dan pergi bersama, ketika dia tahu jika Citra di ajak Reno untuk pergi bersama dengan nya ke pesta pernikahan yang akan di gelar malam nanti.
"Apa kau sudah semakin dekat dengan Reno ?" Tanya Nara pada Citra.
Citra tersenyum. "Hmm. Aku tidak tahu, tapi jika di bilang dekat kami cukup dekat sekarang. " Jawab Citra.
"Bagaimana kehamilanmu ?" Lanjut Citra bertanya pada ibu hamil itu.
"Baik, dia sehat, besok sebelum Marcel berangkat ke luar kota, aku akan pergi ke dokter kandungan lebih dulu, melihat perkembangannya, aku tidak sabar dia lahir ke dunia ini." Ucap Nara dengan memgang perut nya.
Citra tersenyum. "Hmm semoga kalian sehat terus hingga waktunya dia lahir, oh ya Reno bilang kuliah mu akan di lakukan secara online?"
Nara mengangguk."Karena tidak mungkin bukan jika aku harus bolak-balik ke jakarta, ini juga salah aku, karena ke inginan ku yang ingin tinggal di bogor hehehe. " Jawab Nara terkekeh.
Citra tersenyum." Tidak apa, ada bagusnya kau tinggal disana, suasana dan udara nya bagus untuk mu bukan?" Ucap Citra.
"Kau benar, itulah mengapa aku ingin tinggal disana, dekat dengan pegunungan, atau juga perkebunan, aku sangat suka suasana seperti itu Cit!" Balas Nara.
"Nanti aku akan ikut denganmu ke bogor, selagi Marcel ke luar kota, suami mu yang memintaku untuk menemanimu di bogor, kau senang?"
Nara mengangguk. "Tentu, meski disana ada ibu dan kayla, tapi jika di tambah kau aku akan semakin senang, Marcel dia selalu saja spenuh kejutan, aku tidak menyangka jika Marcel akan memintamu menemaniku di bogor."
__ADS_1
"Hmm bersyukurlah, sangat jarang saat ini ada nya pria yang bisa mengerti kita, kau mau tahu, bagaimana dia memintaku untuk menemanimu di bogor ?"
Nara mengangguk. "Hmm Ceritalah!"
"Saat tadi aku baru tiba disini dan menunggumu yang masih berada di dalam kamar, suami mu mengahampiri ku."
"Citra!" Panggil Marcel.
Citra tersenyum pada Marcel, suami sahabatnya itu." Ya, ada apa ?"
"Aku ingin minta tolong padamu, apa bisa?"
"Minta tolong?" Heran Citra.
"Hmm, jika bisa tolong temani istriku di bogor, aku akan keluar kota besok, dan tidak tahu akan selesai cepat atau tidak !" Pinta Marcel pada Citra.
Marcel mengangguk puas. "Terimakasih, kau tau aku sangat khawatir jika harus meninggalkannya, jadi tolong jaga dia. " Pinta Marcel kembali.
Citra terkekeh. "Tentu, aku akan menjaganya, jangan khawatir, bukankah sudah ada Kayla juga yang menjaga Nara. "
"Benar, tapi aku masih saja takut, baru kali ini mungkin aku akan pergi cukup lama dari nya."Ucap Marcel membuat Citra tersenyum.
"Tenang lah dia akan baik-baik saja, kau bisa sesering mungkin menghubunginya bukan?"
"kau benar!"
"Aku tidak mengerti Cit. Kau tahu, di Villa saja sudah sangat banyak pengawal, aku takut jika ini ada kaitannya dengan keluarga Wijaya. " Nara yang sebenarnya sudah menyadari, tapi dia juga tahu dan mengerti karena seperti nya Marcel menunutipi semua dari nya, mungkin agar dia tidak merasa takut dan kepikiran.
Citra terdiam, ada benarnya yang dipikirkan Nara, karena saat Marcel meminta untuk menjaga Nara, tergambar jelas raut wajah Marcel yang sangat khawatir jika harus meninggalkan Nara.
__ADS_1
"Jangan pikirkan apapun, jika benar seperti itu, maka kau harus lebih waspada bukan, dengar Ra, suamimu sudah bekerja keras agar tidak ada yang bisa melukai mu, jika dia menutupinya darimu, itu juga untuk dirimu, karena tidak ingin kau merasa tidak aman, apalagi kepikiran. Ingat kau sedang mengandung."
"Kau benar, ya sudah ayo kita siap-siap." Ujar Nara pada Citra yang di angguki oleh nya.
Aku harus tanyakan ini pada Reno. Batin Citra.
Sementara Marcel dan Reno mereka juga tengah berbicara dan pembicaraan mereka cukup serius, mengenai Nara, masalah yang segera ingin di selesaikan.
"Jika penjagaan yang sudah ketat, tapi masih saja masih bisa di tembus, bukan kah itu berarti jika ada penyusup."Ucap Reno setelah mendengar jika Nara "Hmm, dia adalah anak dari penjaga Villa, Reno, nanti kau ceritakan ini pada Citra, agar dia bisa menjaga Nara dari Ayu, meski sudah ada Kayla, tapi melihat kebaikan Nara aku takut jika Ayu akan kmbali berulah karena ada kesempatan, kita tidak tahu bukan, dia sudah benar-benar berubah atau tidak !"
"Aku mengerti, ku harap kau juga tidak lama di korea dan semoga semua nya lancar, dan jangan sampai keluarga Wijaya mengetahuinya, aku takut mereka akan membuatmu sulit bertemu dengan kakek Nara."
"Aku tahu, untuk itulah aku meminta jet pribadi ayah untuk penerbangan ku, agar tidak terdeteksi oleh mereka
"Kau pintar membaca situasi," Ucap Reno pada Marcel.
"Ch, kau memujiku, tentu saja aku pandai, jika tidak aku tidak akan menjadi bos mu!" Balas Marcel membuat Reno terkekeh.
"Itu karena kau beruntung, ayah mu pemilik perusahaan besar!"
Marcel tertawa, "Kau benar, jika aku tidak seperti ini, apa mungkin aku tidak akan bertemu dengan Nara, dan menjadi istriku saat ini."
"Hmm, entahlah, namun semua sudah ada jalannya, takdir mu dan juga takdirku !"
Marcel dan Nara berjalan dengan tangan Nara memegang tangan Marcel, saat ini Nara terlihat sangat cantik dengan gaun sedikit terbuka yang di pilih oleh ibu nya saat akan kembali ke jakarta.
Marcel terlihat kesal dan marah, awalnya Marcel ingin Nara menggantinya, namun Nara menolak karena ini gaun pemberian Safira. Dan saat ini Marcel telihat sangat posesif pada Nara.
Sedangkan Citra dan Reno yang juga saling bergandengan memasuki gedung tempat diamana pernikahan Amara di gelar.
__ADS_1