Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 171


__ADS_3

"Reno, aku penasaran bagaimana dengan Wilona, aku kira dia tidak akan cepat untuk berubah, perasaan dendam dan syirik nya itu dan dia sangat membenci Nara, padahal Nara tidak pernah membenci dirinya !"


Reno mengangguk paham."Wilona masih dalam pengawasan, sampai Wilona sudah tidak lagi melakukan hal yang buruk pada Nara, dia hanya ingin hidup tenang tanpa ancaman lagi."


Citra mengangguk." Sudah terlalu lama dia menderita, ku harap kebahagiaan nya akan cepat di rasakan, terlebih akan ada seorang anak yang hadir di antara mereka."


"Benar, lalu bagaimana dengan mu, aku masih menunggu jawaban dari mu, ku harap kau tidak terlalu lama menjawab nya. " Pinta Reno pada Citra yang menjadi gugup.


Reno memarkirkan mobilnya karena sudah sampai di kampus Citra, ia menatap Citra menunggu apa yang akan di jawab oleh nya.


"Datang dan temui keluarga ku, aku akan menjawabnya di sana." Jawab Citra yang membuat Reno tersenyum.


"Baiklah, secepatnya aku akan datang." Citra mengangguk dan pamit keluar dari mobil Reno.


"Mudah-mudahan ini adalah awal dari kisah cinta ku, pernikahan ku, aissh Reno kau seperti sudah yakin saja Citra akan menerima mu!" Gumam Daniek yang langsung menancapkan gas menuju perusahaan.


"Mengapa, mengapa semua nya gagal hah?" Wilona yang menemui ayah dan ibunya, tergambar jelas jika dia sangat marah pada kedua orang tuanya.


Erick dan Anaya tidak bisa berkata apapun, ya itu salah mereka, mereka malah menambah beban penderitaan untuk putrinya.


Perusahaan yang sudah di tangan Nara dan kini Wilona hanya memiliki rumah, profesi nya sebagai model hancur ketika bersama Samuel, meski dia memberi wadah untuk nya menjadi model di perusahaanya, namun ia hanya di jadikan model biasa yang tidak setenar dulu.


Brand Ambasador yang di sebut Samuel hanya sebuah ucapan. selebihnya itu tidak pernah terjadi.


Hancur, itulah yang Wilona Rasakan, hidup nya sudah hancur, kedua orang tuanya yang berada dalam penjara saja bahkan tidak mampu berbuat apapun untuk nya, lalu bagaimana dia akan hidup? Pikirnya.


"Maaf !" Satu kata yang lolos dari mulut ibunya, isak tangis kepedihan ibunya untuk Wilona, mereka kini sadar dengan keserakahan mereka yang membut Putri nya sendiri menjadi korban.

__ADS_1


"Maafkan ayah dan ibumu Wilona, hiduplah dengan baik, jangn mengusik nya lagi !" Erick yang kini berbicara meminta Wilona untuk melupakan semuanya, dan hidup dengan lebih baik.


Wilona menyunggingkan bibirnya. "Lebih baik, lebih baik seperti apa yang ayah maksud, oh apa aku harus kembali pada Samuel menjadi Lacur nya!"


"tidak, bukan itu maksud ayah nak, bekerja lah, cari pekerjaan yang baik kau senang menjadi model bukan, cobalah dari awal lagi !" Ujar Ayahnya yang di angguki oleh Anaya.


Wilona berdecak kesal." Aku tidak percaya ini."


Wilona pun tersenyum. " baiklah aku akan mencoba hidup dengan baik, tapi aku harus melakukan sesuatu yang akan membuatku merasa tenang !" ucapnya dan langsung meninggalkan kedua orang tuanya dengan perasaan yang khawatir, mereka tahu apa yang akan direncankan oleh anak nya.


Mereka menyesal karena mereka hidup dengan keserakahan yang membuat putri nya mempunyai sifat yang sama seperti mereka.


Mereka berharap, Wilona tidak akan melakukan hal bodoh dan malah membuatnya lebih menderita lagi.


"Mereka sudah kembali ?" Tanya Sisca pada Guo saat makan siang.


"Lalu kita, kapan kembali ?"


"Kita, kita tidak akan akan kembali, kau tidak ingin berbulan madu ?" Tanya Gio sambil menatap Sisca yang sedang tersenyum.


"Tentu aku mau, memang nya mau mengajak ku kemana?" Tanya Sisca kemudian.


"Paris, Marcel dan Nara memberikan kita tiket ke paris, untuk berbulan madu kesana." Jawab Gio membuat Sisca semakin mengembangkan senyumannya.


"Benarkah, waah mereka baik sekali, lalu kapan kita pegi?" Tanya Sisca antusias.


"Besok, hari ini kita belanja semua kebutuhan kita disini, seperti pakaian, karena saat di Indonesia kita tidak banyak membawa barang bukan. " Ucap Gio sambil menunjukkan kartu Black Card yang Marcel berikan pada Gio sebagai bonus, untuk di pakai belanja satu hari ini.

__ADS_1


"Itu" Tunjuk Nava terkejut Gio mengangguk."Hmm Marcel memberikan ini sebagai bonus dan juga permohonan maaf karena sudah menganggu bulan madu kita, satu hari ini kita bebas menggunakannya."


Kedua bola mata Sisca pun berbinar, ia segera menghabiskan makanannya dan lalu menarik Gio untuk segera berbelanja.


"Seharusnya bangunkan aku sejak pagi, jika Marcel memberikan Balck Card nya sehari ini pada kita, kau malah memberiku siang ini !"Ucap Sisca yang terlihat kesal dan juga buru-buru untuk bersiap.


Sedangkan Gio, ia menggelengkan kepalanya. "Ini masih banyak waktu untuk berbelanja sayang.


"Benar, tapi bukankah Marcel memberikan nya sehari ini, maka kita harus pakai itu seharian, kita habiskan rekeningnya !"


"Apa kau ingin menjadi realistis hm ?"


"Tentu,untuk itulah kau juga harus bekerja lebih giat lagi mencari uang yang banyak untuk ku dan anak kita nanti, ayo sayang kita belanja sekarang." Ucap Sisca yang membuat Gio tersenyum.


"Jika begitu, kita buat anak lebih dulu, baru kita berbelanja. " Ajak Gio yang mendekatkan wajahnya ke wajah Sisca yang membuatnya melangkah mundur hingga mentok ke tembok.


Sayang kita harus belanja, bukankah Marcel memberikan kita itu satu hari ini.?


"Tidak, itu bisa kapan saja, asal selama sehari, jadi aku berubah pikiran lebih baik kita habis kan hari ini di hotel saja, manabung benih ku agar kau segera mengandung anak ku !" Ucap Gio sambil tersenyum membuat Sisca mencebikkan mulutnya.


"Sayang, kau tidak puas setelah beberapa klai melakukannya, sudah semalaman, dan kau meminta lagi kali ini, ayolah aku juga ingin melihat kota di korea ini !" Bujuk nya membuata Gio tetap kukuh dengan apa yang ia mau.


Gio menggendong Sisca dan membawa nya masuk kembali ke dalam kamar bahkan mengunci pintunya." Siang ini cuaca sangat panas, lebih baik kita di hotel saja dan malam nanti baru kita keluar." Ucap Gio yang sudah berada di atas tubuh Sisca dan menghukumnya di bawahnya.


Sisca tidak bisa lagi menolak apa yang Gio mau, karena dia tahu bagaimana Gio selama dua hari ini, nafsu nya sangat besar pada dirinya, hingga siang ini pun semakin panas dengan olah raga ranjang yang mereka lakukan, seperti janji nya Gio, jika dia akan menanam benih nya agar bisa cepat memiliki anak dari Sisca.


Sebuah pesawat jet terlihat mendarat dengan sempurna di landasan, pengawalan ketat dari para bodyguard terlihat berjejer rapih untuk menyambut kedatang mereka.

__ADS_1


Keluarga Admaja yang sudah kembali di indonesia, Arya dan Safira keluar lebih dulu dengan di susul oleh Marcel yang mendorong kursi roda Nara, yang masih tidak di perbolehkan banyak berjalan.


__ADS_2