
"Tuan Marcell, bisakah anda menemui saya untuk satu minggu ini, aku ingin tahu, negara dan kota ini, karena baru pertama kali aku datang kesini ?" Tawarnya dengan nada lembut dan sedikit memohon pada Marcell.
Marcell dan Reno yang mendengar permintaan Miss, Rachel yang sontak terkejut, bagaimana mungkin mereka bisa menemani Miss. Rachel, yang bahkan pekerjaan di kantornya saja terus menumpuk dan lagi Marcell yang sebentar lagi akan melangsungkan resepsi pernikahan dengan Nara.
"Tuan Marcell, bisakah anda menemui saya untuk satu minggu ini, aku ingin tahu, negara dan kota ini, karena baru pertama kali aku datang kesini ?" pintanya dengan nada lembut dan sedikit memohon pada Marcell.
Marcell dan Reno yang mendengar permintaan Miss. Rachel yang sontak terkejut, bagaimana mungkin mereka bisa menemani Miss. Rachel, yang bahkan pekerjaan di kantornya saja terus menumpuk dan lagi Marcell yang sebentar lagi akan melangsungkan resepsi pernikahan dengan Nara.
Melihat Marcell yang masih terdiam dan belum menjawab permintaanya, Miss. Rachel kembali berbicara. "Tuan, anda bisakan, menyisihkan waktu untuk saya disini, lagi pula ini demi kerja sama kita!" Miss. Rachel yang menekan Marcell agar bisa mengikuti keinginannya.
Miss. Rachel, dia yang kagum dalam kepiawaian Marcell dalam bekerja dan juga dengan paras tampan Marcell yang membuat ia terpesona, ia sangat yakin jika Marcell akan menerima ajakannya, karena selama ini belum ada pria yang menolaknya.
Rachel dia adalah wanita cantik, dengan tubuh sexy yang banyak digilai kaum pria, di negaranya ia wanita yang sangat di ingin di miliki oleh pria - pria yang mengejarnya, tentunya semua pria yang mengejarnya adalah pria - pria yang menginginkan tubuh dan kekayaannya, dan Rachel tahu akan hal itu yang sama sekali tidak masalah untuknya, hanya saja dia lebih selektif memilih pria yang akan mengencaninya.
Rachel selama ini belum menemukan pria yang benar-benar diinginkan oleh nya, meski memang sudah ada beberapa pria yang tidur dengannya, dan itu hanya untuk menyalurkan hasratnya terpendamnya. Dan kini ia melihat Marcell, pria gagah dengan wajah tampan dan juga pintar, bahkan Marcell dia selalu menjaga pandangannya pada Rachel, yang sangat jarang ia temui pria seperti Marcell, yang bahkan membuat ia begitu penasaran akan bisa menaklukan Marcell atau tidak.
Namun, dalam benaknya, Rachel berpikir akan dengan mudah untuk ia mendapatkan hati Marcell, karena dirinya yang percaya diri jika sudah banyak pria yang ingin mengencaninya.
Marcell melengkungkan sudut bibirnya dan menatap Miss. Rachel yang juga tersenyum manis padanya." Mohon maaf Miss, jika untuk menemani anda saya tidak bisa, dan lagi saya masih banyak pekerjaan di kantor, untuk kerjasama ini bukankah tidak ada urusannya dalam hal pribadi !" Tegas Marcell pada Rachel, membuat Reno tersenyum lega.
Reno, sedikit khawatir jika Marcell akan menerima tawaran atau ajakan Miss. Rachel, yang mungkin akan berdampak buruk pada hubungannya dengan Nara, karena Reno tahu wanita seperti Rachel ini sudah mengagumi Marcell sejak awal bertemu.
Rachel tetap tenang mendengar penolakan dari Marcell, dengan menatap Marcell ia terlihat tersenyum manis.
__ADS_1
"Anda tidak perlu khawatir tuan, kita bisa pergi di akhir pekan atau setelah jam kerja anda, saya akan menunggu, dengan begitu pekerjaan anda tidak terganggu, anda bisa bukan, Tuan Marcell ?" pintanya lagi pada Marcell.
"Maaf Miss.Rachel saya tetap tidak bisa, saya sudah memiliki istri, dan dia akan menunggu kepulangan saya setiap hari!" Tolak halus Marcell dan menjelaskan jika dirinya tidak single lagi, karena Marcell tahu, jika Miss. Rachel terlihat menyukainya.
Reno mengulum senyumnya, dia senang karena Marcell mengatakan tentang statusnya yang sudah menikah.
Kedua asisten itu sejak tadi hanya menyimak pembicaraan atasannya, dan tidak berani ikut dalam obrolan mereka, meski itu adalah obrolan santai.
"Istri ?" kagetnya. "Tuan Marcell sudah menikah?" Miss. Rachel yang terkejut jika pria yang diinginkan sudah memiliki istri.
"Benar, dan minggu ini kami akan melangsungkan resepsi pernikahan kami, tentunya anda kami undang, Miss."
Rachel sedikit kesal, baru kali ini ia menyukai lawan jenisnya, namun ia langsung mendapatkan penolakan, karena mengetahui jika Marcell sudah memiliki istri.
Miss. Rachel menetralkan kembali ekspresinya agar tidak terlihat oleh Marcell ataupun Reno. "Selamat jika begitu aku pasti akan datang!" Jawabnya singkat.
Baiklah jika begitu, karena pembahasan kita sudah tidak ada lagi, saya mohon pamit lebih dulu, karena pekerjaan saya di kantor sudah menumpuk !"
Marcell dan Reno berdiri dari kursi nya begitupun dengan Miss. Rachel dan juga Asistennya, mereka saling berjabat tangan dan setelah itu Marcell dan Reno segera meninggalkan Miss Rachel bersama Asistennya.
Miss. Rachel terlihat menggeram marah setelah kepergian Marcell dan Reno.
Jeremy yang tahu dengan sikap atasannya, terlihat menyunggingkan senyumannya.
__ADS_1
"Apa, Miss. Ingin mendapatkannya?" Tanya Jeremy.
"Ya, aku ingin dia, apa bisa?" Jawab Miss. Rachel dengan perasaan yang menggebu.
"Kita hanya bisa berusaha Miss. Dan mungkin kita bisa meminta bantuan tuan besar!"
Rachel terdiam, benar dengan apa yang dikatakan oleh Jeremy. "Baiklah, aku akan pikirkan lebih dulu hal itu, untuk sekarang aku ingin kau selidiki dulu, siapa istri Marcell !"
Jeremy mengangguk. "Baik Miss!"
Rachel, wanita yang penuh dengan ambisi, hidup dengan bergelimang harta membuat dia mudah mendapatkan apa yang dia mau, terlebih kedua orang tuanya yang selalu menuruti apapun yang dia inginkan.
Jeremy, yang sudah setia bersama Rachel sudah tahu akan apa yang harus dia lakukan, dia seolah orang pertama yang akan membantu Rachel untuk mendapatkan apa yang Rachel inginkan, dan apapun yang diinginkan Rachel, Jeremy lakukan dengan cara apapun, tentunya atas izin dari Rachel.
Perusahaan Marcell.
"Aku curiga dengan Miss. Rachel, sepertinya dia ingin mendekatimu, oh mungkin juga menyukaimu !"Tebak Reno.
Marcell hanya diam menanggapi apa yang dikatakan Reno, baginya itu tidak masalah, selagi dia tidak mengganggu hubungan nya dengan Nara.
Bagi Marcell, semua orang punya hak rasa suka pada siapapun itu, tapi mereka meski tau batasannya dan sadar diri, jika orang yang mereka sukai sudah memiliki pasangan maka jangan mendekatinya.
Namun, mungkin pemikiran Marcell berbeda dengan beberapa orang yang penuh dengan ambisi, contohnya Amara dan juga Wilona.
__ADS_1
Marcell terlihat mendesah pelan."Sudahlah aku tidak ingin memikirkannya, lagi pula itu baru tebakkan mu, untuk sekarang lebih baik kita selesaikan ini dulu, aku ingin cepat pulang dan menemui istriku !"
Reno mengangguk. "Oh ya, tadi aku dapat laporan dari pihak HRD, jika mereka sudah mendapatkan sekretaris yang cocok untuk mu, dan besok dia sudah bekerja !"