Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 70


__ADS_3

Marcell mengalihkan pandangan nya pada Gio, "Reno sudah mengirim pesan padaku, dan menjelaskan sedikit tentang Miss. Rachel, apa ini akan sangat berbahaya!"


"Mungkin, kita hanya perlu waspada dan berjaga- jaga saja, karena untuk saat ini pergerakan mereka belum terlihat, dan aku hanya khawatir saat kau akan berada di sana, karena itu adalah tempat mereka!" Marcell terdiam, benar apa yang Gio ucapkan, karena kemungkinan besar mereka menyusun rencana saat dirinya berada di sana, wilayahnya.


"Aku akan berbicara lebih dulu pada ayahku, dan kau kirimkanlah informasi mengenai mereka, jika bisa dengan sebuah bukti, karena aku dengar ayahku cukup dekat dengannya walau hanya sebagai teman di relasi bisnisnya, aku takut dia tidak percaya jika aku hanya berbicara tanpa bukti."


"Hmm, aku mengerti, aku akan mengirimkannya segera!"Ucap Gio


Marcell pun mengangguk puas "Dimana Reno mengapa lama sekali, dia tidak mungkin membuat kopi sendiri bukan?" Tanya Marcell dan Gio Hanya mengedikkan bahu nya, tidak tahu.


Tak lama Reno pun kembali dengan membawa nampan yang berisikan 3 cangkir kopi.


"Kau membuatnya sendiri ?" Tanya Marcell.


"Hmm, karena saat aku ingin menyuruh Sisca dia tidak ada di mejanya." Jawab Reno sambil meletakan kopi di hadapan Marcell, Gio dan juga untuk dirinya.


"kemana dia?" Tanya Marcell heran.


"Aku juga tidak tau, karena di pantry pun aku tidak melihatnya, oh ya Marcell. Sisca ternyata juga menyukaimu!"


Marcell mengerutkan keningnya "Jangan asal bicara kau Reno !"


"Aku tidak asal bicara, aku bisa menebak dengan mudah jika dia menyukaimu!"


"Benar, aku juga merasakan hal itu !" ucap Gio menambahkan.


Marcell menghela nafasnya gusar " Bisakah kita bahas yang lain, jangan membahas wanita, terutama Amara dan juga Sisca, aku sudah kesal dengan kelakuan Amara, yang bankan sudah sejak semalam dia menggangguku, ditambah lagi dengan Sisca yang saat ini di kantor sudah membuatku kesal juga."


"Tunggu sejak semalam, apa.Amara menemuimu di mansion?"


"Hmm, dan dia sudah gila, dia minta dijadikan istri kedua oleh ku, yang tentu aku menolak nya dengan tegas !"


Reno dan Gio, sontak mendengar cerita Marcell pun tertawa.


"Hahah, sungguh beruntung dirimu Marcell, bahkan wanita, dengan rela dijadikan istri kedua !"


"Jika begitu aku akan berikan keberuntungan ku pada mu, Reno !" Ucap Marcell mendengus kesal karena Reno seolah senang jika dirinya menderita dikejar wanita gila seperti Amara.


"Itu sudah menjadi resiko untukmu kau harus siap, lihat kan kau baru satu bulan menjadi CEO, sudah banyak wanita yang mengejarmu dan anggaplah ini sebagai cobaan untuk menguji kesetiaanmu!" Ucap Gio.

__ADS_1


"Hmm aku tahu!"


"Nara, untuk ke salon sepertinya besok saja, ibu lupa jika hari ini sudah ada janji !" ucap Safira yang menghampiri menantunya di kamar.


Safira dan juga Arya, setelah menjadi dirinya, kini banyak menemui teman temannya yang sudah lama tidak bertemu, maka tidak heran jika mereka sering keluar rumah bertemu dengan rekan rekannya.


"Tidak apa bu, tapi siang ini aku mungkin akan menemui Citra, aku sudah meminta izin sama Marcell, tadinya aku ingin mengajak pergi bersama ibu ke salon!"


Safira tersenyum "Pergilah, jika memang sudah mengizinkan, dan untuk temanmu besok ajak lah lagi!" Ujarnya pada Nara yang mengangguk patuh.


Safira sudah tahu jika teman dari menantunya ini sangat ingin bertemu dengannya, karena sudah diceritakan oleh Nara.


"Nanti aku ajak lagi Citra mungkin dia akan senang jika bertemu denganmu bu !" Jawab Rafsya sambil terkekeh.


"Ya sudah, ibu mau bersiap-siap lebih dulu!" Pamitnya dan keluar dari kamar menantunya.


Siang hari sesuai rencana, Nara dan Citra yang berjanji bertemu di sebuah Cafe yang ada di sebuah mall di jakarta.


Nara yang lebih dulu datang, dengan dua bodyguard yang mengikutinya, meski mereka tidak terlalu terlihat, namun Nara tahu jika mereka ada, mereka adalah orang yang Marcell pinta untuk menjaganya.


Nara memasuki sebuah Cafe, dan memesan minuman dingin untuknya.


Nara pun langsung meraih ponselnya dan menghubungi Marcell yang tak lama langsung diangkat olehnya.


Nara Sayang aku jadi bertemu dengan Citra di sebuah mall.


Marcell: Ya, berhati-hatilah mereka ada untuk menjagamu bukan?


Nara: Ada, kau tidak perlu khawatir, aku sudah berada di Cafe sedang menunggu Citra.


Marcell :Ya sudah bersenang-senanglah, aku juga keluar untuk makan siang dengan Reno dan Gio!"


Nara: Gio, dia di kantor ?"


Marcell: Hmm, nanti aku ceritakan.


Nara: Baiklah, aku tutup teleponnya.


"Aku harap Gio mendapat kan kabar tentang orang tuaku!" Lirih Nara.

__ADS_1


Drrt drrt drrt.. Wilona memanggil.


"Wilona, mau apa dia ?" Herannya karena Wilona sudah beberapa kali menghubunginya sejak di pagi hari.


Nara pun akhirnya mengangkat telepon dari Wilona.


Wilona : Halo, kemana saja kau, aku menghubungimu sudah beberapa kali!


Nara: Untuk apa kau menghubungiku ?


Wilona : Aku ingin kau mencabut laporan untuk ibuku agar dia bisa keluar dari penjara !


Nara: Kau mau meminta tolong padaku, namun caramu seperti ini !


Ch, aku tidak bisa, jika kau mau kau pinta saja pada suamiku, karena dia yang mengurusnya!


Nara yang kesal karena Wilona yang tidak pernah berubah, malah seperti semakin membencinya. Nara memutus teleponnya sepihak bahkan langsung memblokir kontak Wilona.


"Ra, maaf aku terlambat !" Citra yang baru saja tiba bahkan terlihat terengah engah, seperti habis berlari.


"Tidak apa." Jawab Nara singkat.


Citra melihat ekspresi wajah Nara yang terlihat marah, dan dia pun merasa menyesal telah membuat Nara menunggunya.


"Hey, kau marah padaku, maaf karena aku terlambat karena jalanan yang macet, kau tahu sendiri bukan, di tengah kota seperti ini jalanan selalu macet !" Jelasnya pada Nara, yang berpikir jika Nara marah padanya.


Nara tersenyum, dia tahu sepertinya Citra merasa jika dirinya marah padanya.


"Tidak apa dan aku tidak marah, aku hanya kesal pada Wilona !" jawab Nara membuat Citra lega.


Citra bernafas lega. "Wilona?" Heran Citra.


"Hemm, dia menelpon ku, dan memintaku mencabut laporan untuk ibunya, agar dia bisa keluar dari penjara !^ n Jelas Nara.


"Tunggu ibunya di penjara ?" Citra yang terkejut mendangar jika ibu dari Wilona kini masuk kedalam penjara, yang belum tahu masalahnya apa.


Nara yang mengerti jika Citra belum tahu siapa yang sudah menyebar berita tentangnya, akhirnya ia mejelaskan semuanya pada Citra, jika Soraya lah yang sudah menyebar berita Hoax tentangnya, yang akhirnya Marcell memutuskan memasukannya kedalam penjara, meski tidak dengan hukuman yang maksimal, setidaknya Soraya atau keluarga Wilton tahu jika mereka tidak akan bermain-main jika berani lagi mereka membuat ulah padanya.


"Wah, jadi dia yang sudah membuat berita buruk tentang mu, ck aku tidak mengerti dengan keluarga Wilton yang selalu ingin membuat mu menderita !"

__ADS_1


__ADS_2