
"Hmm, setelah makan siang aku akan ke tempat dimana resepsi di gelar aku harus memastikan jika semua terpasang dengan benar!"
Reno mengangguk, dia sudah mengerti dan tahu karena Gio sudah menceritakan tempat dimana para Bodyguard Admaja Company berdiri.
Reno sangat penasaran dan ingin datang kesana dan juga ingin berlatih bela diri agar bisa seperti Gio.
Marcell dan Reno tidak memiliki keahlian beladiri, jika meraka harus berantem atau berkelahi, mereka hanya bisa memukul dan menendang, tidak tahu akan cara yang benar untuk berkelahi, untuk itulah Reno sangat tertarik untuk berlatih bela diri di sana.
Reno dan Gio pergi menuju restoran untuk makan siang, saat sebelum pergi Gio sempat mengajak Sisca untuk makan bersama namun Sisca menolak jika dia akan makan di kantin perusahaan saja.
Setelah memesan makanan Reno bertanya pada Gio yang sejak di perusahaan dia sudah tahan untuk tidak bertanya dan kini sudah istirahat dan Reno akan menanyakan hal yang sudah membuat dia penasaran.
"Ternyata kau sudah dekat dengan Sisca, apa terjadi sesuatu malam tadi ?" Tanya Reno dengan memicingkan matanya.
Gio mendengar itu mengerutkan keningnya. "Apa yang kau pikirkan, jangan berpikir buruk tentang ku, aku bukan pria brengsek !" Kesal Gio.
Reno terkekeh. "Aku hanya penasaran kau sekarang cukup dekat dengan Sisca, padahal baru satu hari kalian saling berbicara !"
Baru pagi tadi kami saling bicara, apa bisa di bilang dekat, ck yang benar saja Reno ini.
"Kami belum sedekat itu, ada apa, apa kau cemburu ?" Tanya Gio pada Reno yang membuat Reno berdecak kesal.
"Ck, untuk apa cemburu pada wanita seperti itu, aku tidak menyukainya, oh ya apa Sisca mabuk seperti itu karena Marcell ?"
Gio mengangguk. "Apa kalian memang dekat sejak dulu?" Tanya balik Gio penasaran.
__ADS_1
"Hmm cukup dekat, tapi Marcell dia memang terbilang cuek pada wanita apa lagi dengan Sisca kecuali pada kekasihnya saat !"
Gio pun mengangguk mengerti. "Berarti Sisca sudah tahu jika Marcell tidak akan membalas perasaanya, namun ia masih saja berharap, menurutku karena dia mungkin tidak mau membuka hati untuk pria lain?"
"Kau benar.. "Saat Reno ibgin meneurkan perkataanya ia terkejut karena ada seseorang yang memanggilnya dan bahkan duduk di sampingnya.
"Reno kemana saja kau, aku sudah mencarimu, bagaimana kau sudah bertemu dengan Marcell, dia bisa bukan memberikan kita pekerjaan di perusahaannya!"
Ya pria pria itu adalah Roni teman kuliahnya dulu yang bebrapa hari lalu pernah bertemu dengan nya untuk bisa meminta Marcell bekerja di perusahaan Admaja Company.
Reno dan Gio cukup terkejut melihat kedatangan Roni dengan tiba-tiba bahkan berbicara panjang lebar.
"Perusahaan Admaja Company tidak akan menerima karyawan lewat orang dalam, kau harus memasukan lamaran lewat HRD!" Ucap Gio pada Roni yang kesal pada pria yang tiba-tiba datang dan berbicara pada Reno tanpa permisi.
"Siapa kau, aku tidak bertanya padamu !" Tanya Roni pada Gio yang menatap dirinya datar.
"Aku Gio tangan kanan Marcell !" Ucap Gio datar.
Sedangkan Reno dia mengumpat dalam hatinya mengapa dia harus di pertemukan lagi dengan Roni, bahkan sedang bersama Gio.
"Siapa kau, aku tidak bertanya padamu !" Tanya Roni pada Gio yang menatap dirinya datar.
"Aku Gio tangan kanan Marcell !" Ucap Gio datar.
Mendengar itu Roni terkejut dan menatap kesal pada Reno, karena dia kenal denan pria yang mengaku tangan kanan Marcell dan tidak mengatakan nya padanya.
__ADS_1
Sedangkan Reno dia mengumpat dalam hatinya mengapa dia harus di pertemukan lagi dengan Roni, bahkan sedang bersama Gio.
Reno menatap malas kearah Roni, dia tebak jika Roni tahu kalau dirinya sudah bekerja dengan Marcell sejak pertama bertemu pasti dia akan marah padanya, namun Reno tidak peduli meskipun Roni akan memarahinya.
"Kau tangan kanan Marcell dan kau Reno, kau mengenalnya dan tidak memberitahuku, oh apa kau ingin bekerja bersama Marcell tanpa mengajakku, sialan kau !" Kesal Roni yang membuat Reno memutar bolanya malas, sedangkan Gio hanya menatap datar pada Roni. Gio menebak jika Roni tidak tahu jika Reno adalah asisten pribadi Marcell.
"Kau ingin bekerja di Admaja Company, bidang apa yang kau kuasai ?" Tanya Gio yang membuat Roni terdiam, karena bingung harus menjawab apa.
"Yang jelas aku pasti akan bekerja keras jika aku sampai bekerja di perusahaan Admaja Company. Maaf nama tuan?" Roni yang ingin tahu nama tangan kanan Marcell.
"Gio!" Jawab Gio singkat sedangkan Reno hanya menyimak mereka berdua sambil memakan makanan yang di pesan dan baru tiba yang di antar di meja makannya. Reno sudah sangat malas jika harus meladeni Roni.
"Tuan Gio, bisakah beritahu Marcell jika aku ingin bekerja dengan nya, pasti Marcell akan menyetujuinya!" Ucap Roni percaya diri membuat Gio tersenyum miring.
"Sayangnya saat ini Tuan Arya yang sedang menduduki kursi CEO, Marcell Sedang cuti untuk waktu yang cukup lama, jika kau mau bekerja silahkan masukan lamaran kerjamu ke HRD, lagi pula Admaja Company tidak akan menerima karyawan lewat orang dalam apalagi CEO. Kecuali untuk asisten dan tangan kananya karena itu di pilih oleh CEO sendiri, berdasarkan kepercayaan dan kemampuannya!" Ucap Gio panjang lebar dan sangat jelas, berharap Roni mengerti jika dia ingin bekerja harus melalui prosedur di perusahaan.
"Kalo begitu aku bisa menjadi asisten pribadinya !" Ucap Roni membuat Gio berdecak kesal, karena ternyata pria di hadapannya tidak mengerti sama sekali apa yang sudah dia katakan.
"Mohon maaf, asisten pribadi sudah ada yang mengisinya, jadi kau bisa mencari pekerjaan lain dengan melamar sesuai prosedur yang ada !" Ucap Gio kembali dengan sedikit kesal.
Roni berdecak kesal. " Bisakah aku minta saja no Hp Marcell !" Kesal Roni karena dia tidak mau jika harus melamar, bukan tidak mau tapi karena dia sudah mencoba memasukan lamarannya dan sampai sekarang dia tidak mendapatkan penggilan untuk interview.
Gio menggelengkan kepalanya." Kau tidak bisa menghubungi CEO kami secara langsung, jika hanya ingin menanyakan pekerjaan !"
"Tuan, ini sudah ketentuan dari perusahaan, dari CEO kami Tuan Arya dan Tuan Marcell yang meneruskan semuanya. Reno kau seharusnya katakan saja jika kau adalah Asisten pribadi Marcell !" Lanjut Gio.
__ADS_1
Mendengar itu Roni membelakakan matanya tidak percaya jika Reno berhasil menjadi asisten pribadi Marcell. "Kau asisten Marcell, ch sialan kau, sepertinya kau tidak pantas menjadi asistennya seharusnya aku yang menjadi asisten Marcell !" Kesal Roni karena dia harus kalah dengan Reno.