Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 136


__ADS_3

"Ada apa Kayla ?" Tanya Gio


"Maaf tuan, ada Pak Amir juga Ayu datang dan ingin berbicara dengan tuan Marcel." Ucap Kayla membuat Marcel dan Gio saling pandang, menebak apa yang akan mereka bicarakan.


Tidak terlalu jauh dari belakang Villa keluarga Admaja, Ayu yang terlihat tengah berbicara lewat ponsel nya dan ia terlihat sedang marah.


"Aku sudah bilang, aku tidak mau melakukan nya, aku tidak ingin merusak hubungan mereka, aku tidak ingin lagi merusak nama baik bapak. " Ucap Ayu di telepon yang entah sedang berbicara dengan siapa.


Seorang di sebrang sana yang berbicara dengan Ayu terus menghasutnya, dengan iming - iming uang dan juga, jika dia berhasil kemungkinan dia akan bisa mendapatkan hati Marcel.


Namun bagusnya, Ayu dia terlihat sudah benar- benar tidak ingin lagi berbuat jahat, cukup satu kali di hari kemarin ia melakukan kebodohan nya dan beruntung nya gagal.


Ayu terus menolak, dan tidak ingin lagi mendengar perkataan orang yang menelpon kepadanya. Orang itu marah dan meminta uang yang sudah ia berikan pada Ayu sebagai keseriusan jika dia memang akan di bayar banyak.


"Aku akan kembalikan uangnya, jangan khawatir, uang itu belum terpakai sedikit pun !" Ucap Ayu dan langsung mematikan ponsel nya.


Ayu tidak masalah uang yang ia terima akan di kembalikan lagi pada orang itu, yang terpenting saat ini ia tidak ingin merendahkan dirinya lagi, dan juga malah akan mempermalukan bapak nya. Marcel, Safira, bahkan juga orang-orang yang ada di Villa, Ayu merasa jika mereka sudah memandang dirinya sebagai wanita yang jahat.


"Tidak, aku bukan orang jahat, aku tidak mau menuruti keinginan mereka, meski aku memang menginginkan tuan Marcel, tapi bukan dengan cara kotor seperti itu, aku tidak mau. "Gumam Ayu yang di dengar seseorang di balik tembok, seorang pria paruh baya yang sangat terkejut dengan perkataan Ayu, pak Amir, bapak nya sendiri.


"Astagfirullah, apa yang sudah anak ku lakukan ?" Lirih nya dan langsung dan menemui Ayu yang membuat nya terkejut.


"Ba... bapak ..?" Kaget Ayu melihat bapak nya sudah ada di hadapan nya.


"Jelaskan pada bapak apa yang sudah kamu perbuat pada keluarga Wiliam ?" Pak Amir dengan sangat serius membuat Ayu menunduk.

__ADS_1


"Ayu." Sebut pak Amir karena Ayu malah terdiam.


Ayu dengan ragu pun akhirnya menjelaskan semuanya pada bapak nya, yang membuat nafas Pak Amir naik turun tidak beraturan karena merasa marah dan juga malu akan perbuatan putri nya.


Ayu menjelaskan semuanya, sejak awal Marcel datang bersama istrinya, dan saat beberapa hari kemarin ketika ia dan pak Amir tengah membersihkan Villa tersebut, ada yang datang menemui nya, meminta untuk bekerjasama dengan di berikan sejumlah uang untuk pembuka kerja sama mereka.


"Minta maaf pada tuan Marcel, dan jelaskan semuanya !" Ujar Pak Amir dan mau tidak mau Ayu mengikuti perintahnya.


Dan saat ini Pak Amir bersama Ayu sudah di hadapan Marcel dan Gio. Nara dan Safira tidak di bolehkan untuk ikut mendengar apa yang akan di bicarakan ayah dan anak tersebut.


"Jadi apa yang ingin kalian katakan, apa Pak Amir keberatan, saya mengambil kunci duplikat Villa ini ?" Tanya Marcel membuat Pak Amir menggelengkan kepalanya.


Marcel dan Gio menatap kedua orang dihadapan mereka dengan serius, menunggu apa yang akan di katakan Pak Amir juga Ayu.


"Sebelum nya saya minta maaf atas kelakuan putri saya tuan muda, saya benar-benar malu, jika dia pernah menggoda anda, saya baru mengetahui nya tadi, setelah ia jujur dengan saya. " Ucap Pak Amir dengan wajah tertunduk, merasa malu untuk menatap Marcel ataupun Gio.


"Apa hanya ini yang akan kalian katakan ?" Tanya Gio karena dia yakin jika ada pembahasan lain, selaim permintaan maaf pak Amir.


"Begini tuan muda, saya memohon maaf sekali lagi atas nama anak saya Ayu, yang sempat ingin mencelakai istri tuan muda." Ucap Paka Amir yang membuat Marcel mendengar nya mulai emosi, tangan nya terkepal kuat hingga pandangan mata yang tajam mengarah ke arah Ayu.


Namun Marcel meski menahan amarah nya, karena dia sadar jika Pak Amir maupun Ayu masih ada yang harus di katakan oleh mereka. Marcel dan Gio curiga jika Ayu ada yang menyuruh nya.


"Jelaskan pada saya dengan sejujur jujur nya, setelah itu saya akan mempertimbangkan akan memaafkan nya atau tidak !" Jelas Marcel, pak Amir pun pasrah, karena ia tahu jika kali ini Ayu sudah keterlaluan.


Pak Amir pun meminta Ayu untuk menjelaskan nya, dan dengan terbata juga rasa takut ia mulai menceritakan nya.

__ADS_1


"Saya akan jelaskan semua nya tuan." Ucap yang di angguki Marcel yang siap mendengarnya.


"Saat itu, waktu saya dan bapak sedang membersihkan Villa, dan bapak menyuruh saya untuk membantu ibu menyiapkan kopi dan juga makanan untuk mereka, para pekerja kebun yang menanam bunga, dan saat saya menuju dapur, ada yang memanggil saya, saya tidak tahu nama nya, karena dia tidak memberitahu namanya padaku. "Jels Raahayu.


"Lalu apa yang dia katakan.?" Tanya Marcel dan Gio hanya menyimak saja, juga dengan rekaman yang sejak tadi siap merekam perkataan Ayu.


Ayu pun mulai mengingat dan menceritakan semuanya, tanpa ada lagi yang ia tutupi.


"Siang itu di Villa, ada pria yang memanggilku dan aku datang menghampirinya. " Ucap nya pada Marcel dan Gio.


"Apa ini Villa keluarga Admaja?" Tanya Seorang pria misterius pada Ayu.


Ayu mengangguk." Benar, ada apa ya pak, mereka sedang tidak ada disini. " Jawab Ayu.


Pria itu tersenyum miring. "Aku tahu, tapi apa mereka akan tinggal disini, karena saya mendengarnya dari tukang bunga itu, jika keluarga Admaja meminta menanam bunga-bunga itu di sekitaran Villa?" Tanya nya kembali membuat Ayu mengangguk membenarkan.


Kembali senyum terbit dari wajah pria itu." Itu tandanya mungkin mereka akan secepatnya tinggal disini bukan, siapa namamu ?"


"Aku tidak tahu, namun menurut bapak, jika benar mereka akan secepatnya pindah kesini. Nama saya Ayu tuan. Maaf tuan siapa?" Heran Ayu mengapa pria di hadapannya bertanya-tanya mengenai keluarga Admaja.


"Ayu. Nama yang cantik, kau tidak perlu tahu namaku, aku hanya ingin menawarkan kerja sama padamu. ?" Ucap nya membuat Ayu mengerutkan keningnya.


"Kerja sama, apa ?" Tanya Ayu bingung.


"Apa kau menyukai Marcel Admaja ?" Tanya pria itu, karena dia yakin tidak ada yang menyukai pria seperti Marcel.

__ADS_1


"Untuk apa anda bertanya seperti itu?" Kesal Ayu, karena pria itu menebak nya dengan benar.


__ADS_2