Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 163


__ADS_3

Malam hari suasana rumah sakit terlihat sunyi, tidak ada penjagaan yang ketat seperti siang hari, hanya ada beberapa dan mereka terlihat tertidur dengan lelap.


Seorang pria dengan wajah di tutupi topi, berjalan dengan sangat hati-hati memasuki ruangan dimana Marcel dan Nara di rawat, dan keduanya terlihat sedang tertidur.


Bodoh apa hanya ini penjagaan The Admaja. Dalam batinnya, setelah memasuki ruangan Marcel dan Nara, dia pun berjalan perlahan ke arah Nara, dan mengeluarkan suntikan yang sudah berisi cairan, yang entah apa cairan itu.


Pria itu tersenyum mengejek pada Nara yang tertidur dengan miring, hingga wajahnya tidak terlihat karena tertutupi selimut.


'Dengan ini kau akan tidur lebih nyenyak lagi, selamat tinggal. "Ucapnya berbicara dalam hati, karena ia sadar tidak boleh mengeluarkan suara sedikitpun.


Suntikan yang ia pegang pun akan ia masukan lewat salang infus, namun tangannya terhenti tepat saat ia akan menyuntik, karena ada tangan kekar yang memegangnya dari belakang.


"Akhirnya kita bisa menangkap mu, Erick Wijaya !" Ucap Seseorang pria yang tak lain adalah Gio.


Erick Wijaya pun terlihat marah, karena ternyata ia di jebak, ia sungguh sangat percaya pada Kim Do Yun jika malam hari penjagaan akan lengah, namun nyatanya iyu adalah sebuah jebakan.


Erick ingin berlari, Namun ketika melihat sekelilingnya dia sudah terkepung, begitu pun seseorang yang berada di balik selimut, Reno yang memakai wig rambut menyerupai Nara, tersenyum penuh kemenangan jika rencana nya berhasil mengelabui Erick Wijaya.


"Apa rencanamu ?" Tanya Marcel.


"Kita kelabui musuh, aku yakin jika mereka pasti memantau kita." Jelas Reno yang di angguki Gio dan Marcel.

__ADS_1


"Lalu ?" Tanya Marcel kemudian.


"Aku dengar Nara akan pulang sore ini, jangan sampai semua orang tahu bir kita saja dan beberapa dokter yang memantaunya, aku sudah katakan ini, demi keamanannya, jadi kita buat penjagaan lengah, karena aku yakin jika dia pasti akan datang ke rumah sakit melancarkan rencana selanjutnya.


Reno pum menjelaskan dengan detail rencana apa yang ada di kepalanya pada Gio dan Marcel, mereka pun setuju, dan berharap mereka bisa menangkap basah aksi Erick ataupun Do Yun yang ingin menyingkirkan Nara.


Erick Wijaya tidak menyangka dirinya akan tertangkap seperti ini. Setelah sempat memberontak dan gagal karena dia yang hanya seorang diri, Erick Wijaya di bawa oleh Gio dan Reno ke luar rumah sakit, untuk melakukan rencana selanjutnya.


Rencana untuk membongkar semua yang telah Erick lakukan kepada Nara. Erick di bawa ke tempat yang sudah mereka siapkan untuk mengikat lebih dulu Erick Wijaya, karena semua akan di lakukan esok.


"Kau tahu, keberuntungan cukup sampai disini Erick, kau salah mengikuti Kim Do Yun." Ucap Reno pada Erick Wijaya yang hanya mampu menatap nya tajam, karena mulut nya yang di tutupi oleh kain agar tidak menimbulkan suara dan malah akan membuat orang lain yang mendengarnya salah paham.


Gio tersenyum tipis dan memperlihat kan sebuah laporan yang masuk Erick. "Kau lihat lah ini Erick, hidup mu benar-benar akan hancur." Ucap Gio sambil memperlihatkan sebuah laporan yang masuk ke email Gio, sebuah laporan yang membuat Erick semakin tidak bisa berkutik, mengapa semuanya keluar bersamaan, pikirnya.


"Beristirahatlah, persiapkan dirimu untuk esok !" Ucap Reno yang di tanggapi oleh Gio dengan senyum tipisnya.


Sementara itu, Kim Do Yun yang tengah menunggu Erick yang sudah cukup lama merasa kesal, apa Erick bisa melakukannya, apa dia gagal. Itulah yang ada dalam benaknya


"Ck, jangan sampai semua menjadi gagal, jika dia tertangkap, semua usaha ku akan sia-sia.!" Do Yun yang berdecak kesal karena jika sampai Erick tertangkap, Erick pasti kan menyeretnya juga.


Namun Do Yun cukup merasa tenang karena Erick tidak ada bukti yang akan memberatkannya atau menyeretnya dalam kasus ini.

__ADS_1


Tak la ia pun mendengar laporan dan bawahannya jik benar Erick sudah tertangkap, membuat i amarah dan membanting meja di hadapannya.


"Bodoh! Aku sudah katakan untuk berhati-hati dan dia tidak mendengarkan ku, baiklah terserah, dia akan mampu menyeret ku bukan ?" Ucap Do Yun di tengah kegelisahannya, Pagi hari di hotel yang di tempati oleh Nara, sudah terlihat bangun bahkan tengah sarapan yang sudah di buatkan oleh Safira. Ia senang audah keluar dari rumah sakit, tinggal Marcel, suaminya yang harus segera pulih.


"Ingat, meski kau sudah di perbolehkan pulang, tapi kau tidak boleh banyak bergerak, kau masih harus banyak istirahat!" Ujar Safira pada Nara yang di angguki olehnya.


"Aku tahu dan ingat bu, Marcel pun sama sudah mengatakan ini berulang kali !"Ucap Nara yang membuat Safira tersenyum.


"Marcel akan segera datang, dia juga sudah boleh keluar rumah sakit!" Ucap Safira membuat Nara senang.


"Benarkah bu?" Balasnya dan Safira mengangguk dan tersenyum, namun ia merasa tidak tega jika dia tahu Nara akan mendengar sebuah kabar yang mungkin akan membuatnya sedih kembali.


Tapi mau bagaimana lagi, Nara berhak mengetahui semuanya, tentang kelurga nya dan bagaimana semua harus terjadi, dengan tertangkap nya Erick Wijaya.


Kim Ye Joon yang berada di kediamannya, sudah mendengar kabar ini sejak semalam, ia pun harus ikut dan mengetahui semuanya, terutama ini juga ulah dari Kim Do Yun, anak nya, sedangkan Do Yun sudah sejak semalam ia mencari keberadaanya, karena dia menghilang setelah kejadian tabrakan tersebut.


"Cari anak itu sampai dapat, aku ingin kalian bisa menemukannya dan bawa dia segera kehadapan ku, dia juga mesti mendapat kan hukuman atas semua yang sudah ia lakukan !" Ujar Kim Ye Joon dengan kemarahannya, ia tidak peduli jika Do yun itu anaknya, namun dengan apa yang sudah ia lakukan Kim Do Yun dia harus mendapatkan hukumannya juga.


"Baik tuan." Balasnya dan langsung bergerak mencari keberadaan Kim Do Yun, namun tak lama ia kedatangan seorang tamu yang mengatakan dimana keberadaan Kim Do Yun, bahkan ia memiliki banyak bukti mengenai Kim Do Yun, yang bekerja sama dengan Erick Wijaya, membuat Kim Ye Joon bertambah marah, namun ia mesti mengontrol emosinya, jika tidak kesehatannya akan terganggu,ia ingat masih ada Nara yang harus ia temui, dan dia yang akan lebih berat mendengar semuanya.


"Kau ikut dan katakan semuanya, agar anak itu bisa di hukum !" Ujar Ye Joon yang di angguki olehnya.

__ADS_1


"Tuan benar-benar akan menghukumnya, dia anak mu?" Balasnya, yang dikiranya jika Ye Joon tidak akan mempu membiarkan Do Yun mendapatkan hukuman.


__ADS_2