
Gio yang sedang berbaring di atas ranjang menutup matanya karena lelah, lelah dengan semua urusan yang sudah ia selesaikan beberapa hari kemarin, ia hampir tidak lepas dari laptopnya, ia benar-benar butuh istirahat dan memanjakan dirinya.
Tak lama Sisca keluar dari kamar mandi dengan tubuh segar nya, ia masih memakai baju handuk yang tidak di sadari oleh Gio. Sisca duduk di sebuah kursi di depan meja rias ia mengeringkan rambutnya, membuat Gio membuka matanya.
Gio tersenyum, melihat istrinya rasa lelah nya seakan hilang, ia bangun dan mendekati istrinya, mengambil alih alat pengering rambut itu dan mengeringkan rambut Sisca yang panjang.
"Aku kira sudah tidur ?" Tanya Sisca yang terkejut tiba-tiba Gio menghampirinya.
"Tidak, aku hanya memejamkan mata saja." Jawab Gio.
"Sayang, kau lelah ?" Tanya Sisca.
Gio mengangguk. "Hmm.. " Jawab Gio hanya dengan deheman.
Sisca tersenyum dan berdiri hingga berhadapan dengan Gio. " Ku kira kau tidak lelah, karena meminta hak mu saat ini. Maka istirahatlah." Ucap Sisca sambil tersenyum membuat Gio mengerutkan keningnya.
Gio pun tersenyum dan menarik Sisca dalam pelukannya." Untuk soal ini tidak ada kata lelah untuk ku, aku malah bersemangat, aku sudah menunggu, apa kali ini aku harus menunggu lagi ?" Tanya Gio membuat Sisca menggigit bibir bawahnya.
"Tidak perlu. Lakukanlah, aku sudah siap." Ucap Sisca dengan sedikit lirih karena malu, namun ia tetap memberanikan dirinya, toh Gio adalah suaminya bukan orang lain.
Gio pun tersenyum dan mengangkat Sisca ke atas ranjang King Size nya.
"Kau selalu membuat ku tergoda Sisca, apapun itu yang kau lakukan !" Ucap Gio dan langsung ******* bibir Sisca yang sudah menggoda dirinya bahkan dengan tubuh Sisca yang hanya di bungkus oleh handuk, dengan di bukanya terlihat tubuh Sisca yang polos tidak memakai sehelai benang pun. Sisca sudah memikirkan ini, karena tidak ada baju dinas yang biasa di miliki pengantin baru, Sisca akhirnya memakai baju handuk untuk menggoda Gio, karena persiapan mereka ke korea yang sangat mendadak.
Kau akan menjadi milikku malam ini Sisca.
__ADS_1
Gio terpaku melihat tubuh Sisca yang polos tanpa sehelai benang pun, sedangkan Sisca dengan wajah memerah berusaha menutupi bagian dada dan bawahnya dengan kedua tangannya.
Gio tersenyum."Jangan malu dan jangan di tutupi, aku suka. " Ucapan Gio membuat Sisca semakin malu.
"Gio, jangan buat ku semakin malu!" Kesal Sisca membuat Gio terkekeh, tangannya mulai mengelus lembut tubuh Sisca, membuat Sisca merasa Geli.
"Sudah sejak lama aku ingin menyentuhnya, kau benar-benar membuat ku gila Sisca. "Ucap Gio kembali menc*um Sisca dengan lembut namun semakin lama semakin terasa kasar karena terbakar oleh gairah, kedua tangan Gio tidak lepas dari dua gundukan benda yang lembut dan kenyal.
Tautan bibir yang di lepas Gio tidak membuat kedua tangannya berhenti bergerak, kini ia menc*um semua wajah Sisca, kemudian bergerak perlahan kebawah, menc*um setiap inci tubuh istrinya membuat Sisca mengeluh kenikmatan.
"Ash.. Sayang...!" Ucap Sisca terkejut ketika salah satu tangan Gio memegang aset berharga nya Sisca, memainkan nya dengan jarinya, namun bibir Gio yang ******* dan menghisap dua gunung kembar tidak peduli dengan teriakan Sisca, karena ia yakin jika nantinya Sisca akan menikmatinya.
Benar saja, tak lama Sisca menikmati apa yang sudah Gio lakukan pada tubuhnya, ******* pun keluar daru mulut Sisca, membuat Gio semakin bersemangat.
Selesai menikmati dua gunung kembar Gio bergerak kebawah namun sebelum itu ia membuka pakaiannya, hingga terlihat lah bada kekar dan perut kotak kotak Gio yang membuat Sisca terpana.
Gio terkikik geli melihat ekspresi Sisca. "Ada apa dengan ekspresi mu, pegang lah!" Naya menggeleng namun tangan Sisca di gerakkan oleh Gio untuk memegang aset nya.
Sisca memegang dan memaju mundur kan tangannya sesuai dari instruksi Gio, membuat Gio menikmati pemainan istrinya, yang baru pertama kali memegang aset seorang pria.
Gio tersenyum pada Sisca yang sudah mulai terbiasa, ia menghentikan tangan Sisca dan ia memilih turun ke tubuh Sisca yang menjadi target utamanya, dia ingin cepat ke titik ini, merasakan surga dunia untuk pertama kalinya.
"Aku akan memulainya, dan mungkin ini akan terasa sakit, kau siap." Tanya Gio pada Sisca yang hanya mengangguk saja.
Gio tersenyum dan mulai berusaha mnerobos dinding yang membuat Sisca mnegeluh kesakitan hingga air matanya keluar setelah Gio benar-benar memasuki dirinya.
__ADS_1
Gio berhenti lebih dulu membiarkan tubuh Sisca terbiasa akan kehadiran benda yang memasukin dirinya.
Tangan Gio bergerak menghapus air mata Sisca. "Ini akan berubah menjadi nikmat, mau lanjut ?" Tanya Gio dan Sisca menatap mata suaminya yang terlihat tersenyum padanya.
Sisca mengangguk membuat Gio semakin tersenyum, ia menc*um bibir Sisca dan semua wajahnya, seolah mengatakan rasa terimakasih.
Hingga malam ini adalah malam panjang Gio dan Sisca, malam dimana sepasang pengantin yang baru melakukan malam pertama yang harus Tertunda.
Gio sudah beberapa kali menghujani tubuh Sisca dengan cairan kental berwana putih pekatnya, berharap akan segera hadirnya dari hasil saling menyalurkan nya rasa cinta mereka.
Sisca sudah sangat terlihat lelah hingga Gio menyelesaikan nya untuk kesekian kalinya, ia menc*um dahi dan kedua mata Sisca."Terimakasih." Ucap nya dan Sisca hanya mampu tersenyum karena sudah terlalu lelah. Gio menarik tubuh Sisca dan memeluk nya, hingga malam berganti menjadi siang.
Indonesia.
Kediaman Wijaya, Anaya di kejutkan dengan beberapa polisi yang akan menjemputnya di pagi hari, dengan surat penahanan atas dirinya, Anaya tentu memberontak karena dia merasa tidak salah apapun.
"Apa ini, mengapa kalian ingin menangkap ku, aku tidak melakukan kejahatan apapun !" Sergah Anaya yang menolak jika dirinya akan kembali di jebloskan ke dalam penjara,.
Ternyata Gio bergerak cepat, semua ia laporkan kesehatan Erick dan Anaya Wijaya dari korea, karena ia tahu jika kepolisian akan cepat menanggapi laporan yang di buat oleh, Bodyguard The Admaja.
"Kau di tangkap atas tuduhan perencanaan pembunuhan Kenzo dan Selena." Jelas polisi itu membuat Anaya membelalakkan matanya.
Bagaimana mungkin, bukankah semua sudah selesai, lalu Erick?
Anaya tidak berdaya ia terpaksa ikut dengan mereka, karena ia pun tidak bisa menolak yang mungkin hanya akan memperumit masalahnya, ia hanya berharap jika Erick Wijaya, suaminya segera kembali dan membantunya keluar dari penjara.
__ADS_1
Namun nyatanya, Anaya tidak tahu, jika Erick bahkan sudah dalam perjalan menuju kantor polisi, untuk di periksa lebih lanjut lagi.
"Aku akan menyusul kalian nanti ke kantor polisi, serahkan saja semua bukti yang sudah ada, agar mereka cepat di proses hukum." Ucap Reno ada beberapa Bodyguard The Admaja.