Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 110


__ADS_3

Sisca senang karena dalam seminggu ini ia bisa menghindari Gio. Sisca pun menyambar tas nya yang sudah ia letakkan di atas meja. Dengan perasaan senang Sisca berjalan keluar perusahaan namun saat sampai lobi Sisca terlihat terkejut karena melihat Gio yang terlihat sedang menunggunya.


"Ck, apa dia tidak bisa diam saja dan menunggu ku menghubunginya!" Kesal Sisca dan mau tidak mau dia harus menghampiri Gio.


Gio tersenyum tipis melihat Sisca yang menghampirinya. "Kau senang bukan aku menjemput mu


Tidak sama sekali! Batin Sisca.


Sisca mengehela nafasnya. "Seharusnya kau tidak perlu menjemput ku, aku membawa mobil !" Ucap Sisca membuat Gio mengangguk.


"Aku ingin dan biarkan mobil mu di tinggal disini, ada hal yang harus ku bicarakan !" Ucap Gio membuat Sisca mengangguk lemah, terpaksa meski ikut dengan Gio.


Gio mengajak Sisca ke sebuah restoran dan kini mereka tengah makan lebih dulu, Sisca sangat penasaran dengan apa yang akan di bicarakan oleh Gio.


Jika bertanya jawab ku apa yang harus dijawab, aku masih tidak tahu harus menjawab apa. Batin Sisca berteriak karena dia memang belum menemukan jawaban nya, pernikahan bagi Sisca bukan main - main, dia meski memikirkan nya dengan matang


Setelah selesai makan, Gio menatap Sisca serius dia mengeluarkan kotak kecil berwarna merah dan membukanya, disana terlihat cincin berlian yang sangat cantik dan Gio memperlihatkan pada Sisca.


Sisca yang terlihat menunduk belum menyadari jika Gio memperlihatkan cincin cantik padanya, hingga Gio memanggilnya dan memintanya melihatnya.


'Sisca lihat lah aku!" Ujar Gio pada Sisca dan seketika Sisca melihat Gio.


Sisca melihat Gio dan matanya teralihkan pada sebuah cincin cantik yang ada di kotak merah berbentuk hati i yang di perlihatkan padanya.


"Gio?" Ucap Sisca dan melihat mata Gio yang terlihat serius.


"Ini bukti keseriusanku, kau mau menikah dengan ku?"


Sisca terdiam ia masih merasa bingung, semua nya begitu cepat.


"Aku tahu kau masih ragu, tapi kau bisa memegang kata-kata ku, jika aku tidak pernah bermain dengan apa yang sudah aku perbuat, aku tulus ingin menikahimu."

__ADS_1


"Aku tidak berjanji akan menyakitimu, namun aku akan buktikan jika aku bisa membahagiakanmu kelak, cinta memang belum tumbuh di antara kita, tapi aku percaya jika perasaan akan tumbuh seiring berjalan nya waktu."


'Sisca, Aku bukan pria romantis seperti yang kau ingin kan, tapi aku akan mencoba agar kau bahagia !"


"Sisca Will You Marry me?"


Sisca pun menatap Gio, di mata Gio Sisca melihat jika Gio benar-benar tulus padanya.


Sisca pun akhirnya mengangguk jika ia menerima lamaran Gio.


Gio tersenyum senang dan meraih tangan Sisca untuk memakaikan cincin di jari manis Sisca, dan ternyata pas dan terlihat cantik dengan Sisca yang memakai nya.


"Terimakasih, kau mau menerimaku!" Ucap Gio dan Sisca pun mengangguk.


Arya, Reno dan Sisca pergi ke Amerika untuk meneruskan meeting bersama Miss. Rachel, membicarakan proyek yang sedang berlangsung di negaranya yang bekerja sama dengan Admaja Company.


Miss. Rachel menggeram marah karena bukan Marcel yang datang untuk membicarakan pekerjaan dengan nya.


"Kau dengar bukan apa kata ayah nya, jika Marcel sedang berbulan madu dengan istrinya, ch, aku tidak percaya ini ada pria yang berani menolakku!"


"Jeremy, bukan kah aku lebih cantik dan sexy di bandingkan dengan istri Marcel ?"


"Tentu kau paling cantik dan sexy Miss. " Jawab Jeremy, yang sejak tadi hanya menyimak gerutuan Miss. Rachel dan teman tidur nya itu.


Miss. Rachel berdecih, ia mengingat ayah nya yang tidak mau ikut campur ketika meminta tolong pada ayah nya, ayah nya berkata jika dia sudah tidak ingin terlibat dengan dunia bawah lagi, apa lagi jika harus berurusan dengan Admaja Company, di mana mereka mempunyai pasukan nya sendiri dan itu legal.


Sementara di hotel yang di tempati Arya yang kini tengah berbincang dengan Reno setelah makan malam.


"Ricard Stevanus, dia tidak akan berani padaku jika aku pikir, dia tau akan pasukan bodyguard ku yang terlatih bahkan itu legal, sedangkan dia sudah menutup bukunya tentang dunia bawah nya."


Reno mengangguk mengerti. "Tapi jika Marcel yang datang mungkin Miss. Rachel akan berbuat licik!"

__ADS_1


"Ya kau benar, untung nya aku memutuskan untuk menggantikan putraku. !"


"Hmm tidak ada salahnya untuk menghindari masalah kan om !"


"Justru kita hidup harus selalu waspada dan menghindar dari segala masalah, kita harus pintar untuk melihat situasi di sekitar, untuk itulah, kau sebagai asisten pribadi Marcel sekaligus tangan kanan nya kau harus bisa menjaga Marcel, om kira paman Dika sudah mengajarimu!" Reno mengangguk.


"Ya dia sudah mengajari untuk mengetahui segala situasi, namun om, apa aku boleh belajar bela diri di Bodyguard The Admaja?"


Arya mengangguk. " Boleh kau datang saja kesana, minta di antar oleh Gio. "


Reno pun mengangguk senang, dia ingin bisa bela diri untuk melindungi dirinya dan juga orang terdekatnya, terlebih dia juga ingin terlihat keren.


Mereka menghabiskan malam di restoran hotel tempat mereka menginap tanpa Sisca, karena Sisca yang berada di kamar nya sedang berbaring dan berbincang dengan Gio melalui telepon.


Hubungan mereka tidak terasa semakin dekat, meski di awali dengan LDR, karena Sisca yang mesti ikut dengan Arya dan Reno ke amerika.


Mereka dengan komunikasi yang terus terjaga membuat mereka saling mengenal satu sama lain dan Sisca pun mulai terbiasa dan nyaman dengan Gio, dia berharap keputusan nya dengan menerima Gio tidak akan salah.


Maladewa, maldives.


Sudah hampir dua minggu Marcel dan Nara berada di pulau Maladewa dan kini Marcel akan membawa Nara berjalan-jalan, dan mencari oleh-oleh di pulau Maladewa ini.


Nara banyak memilih barang untuk mereka bawa pulang sebagai oleh-oleh, untuk ibu dan ayah mertua nya serta teman-teman nya, Citra dan Sisca juga untuk Gio dan Reno.


Maldives yang terkenal dengan keindahan nya yang membuat Nara memilih membeli beberapa lukisan bahkan juga meminta agar dia dan juga Marcel di lukis sebagai kenang-kenangan mereka pernah berada disini.


"Ayo Hubby aku ingin di lukis oleh mereka bersama dengan mu berlatar pantai ini, pasti terlihat indah !" Pinta Nara pada Marcel.


"Boleh sayang, tapi itu akan lama, bagaimana jika kita beri sebuah poto yang sudah di cetak dan kita berikan padanya, agar kita bisa menunggu nya sambil berjalan jalan !" Usul Marcel pada Nara.


Nara pun mengangguk setuju, karena dia pun tidak mau harus berdiam diri dalam waktu yang cukup lama dan akhirnya menyia -nyiakan waktu untuk berjalan - jalan, karena jika mereka sudah sampai di hotel Marcel tidak akan melepas Nara begitu saja dalam pelukan nya.

__ADS_1


tinggalkan komentar mu


__ADS_2