Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 112


__ADS_3

Nara menggelengkan kepalanya. "Nanti saja hubby, aku hanya ingin istirahat dulu saat ini, mungkin aku hanya terlalu lelah atau masuk angin." Tolak Nara.


Marcel menghela nafas nya, masalahnya sore ini mereka akan terbang ke venice apa Nara akan kuat dengan kondisi nya seperti ini.


Bagi Marcel. Dia lebih baik membatalkan penerbangan nya dari pada istrinya akan bertambah sakit karena perjalanan yang akan memakan waktu yang lama.


"Sayang, kau tahu sore ini aku kan mengajak mu ke Venice, italia, tapi jika kau masih sakit seperti ini aku lebih baik membatalkan nya, aku takut kau bertambah sakit, atau kita undur saja penerbangan nya?" Tanya Marcel pada istrinya dengan ekspresi wajah yang sangat khawatir.


Nara yang sedang bersandar di ranjang nya, sempat terkejut karena Marcel akan membawanya ke italia.


Nara menghela nafasnya. "Kita pulang saja Hubby, tidak usah kesana, aku sudah cukup senang karena bisa berlibur disini. "Ucap Nara karena jika di pikir jika dirinya benar hamil, dia takut akan membahayakan kehamilan nya, dengan keadaan dirinya yang tidak terlalu sehat.


Marcel mengehela nafasnya dan menatap dalam istrinya. " Kau yakin sayang, padahal aku berencana membawamu ke sana sore ini.!"


Nara mengangguk." Yakin, atau jika tidak kita bisa berlibur di bogor aku sangat senang berada disana !" Balas nya yang membuat Marcel menatap wajah Nara tidak percaya.


"Bogor, sayang bahkan wanita lain akan sangat senang jika di ajak pergi ke berbagai negara dan kau malah ingin kembali ke Indonesia dan berlibur di bogor."


Nara tersenyum. " Kemana pun asal dengan mu aku akan senang hubby. Tidak perlu jauh-jauh hingga keluar negri, bukankah aku sudah pernah bilang, bahkan di indonesia saja aku belum pernah menginjakkan kaki ku di semua tempat atau kota. "Ucapnya dan Marcel masih terlihat sedih karena gagal mengajak Nara pergi ke Venice.


Nara yang melihat ekspresi Marcel pun tidak tega. Aku harus mengeceknya lebih dulu, baru memutuskan pergi atau tidak.


"Hubby biarkan aku istirahat dan oh ya apa aku boleh meminta sesuatu ?"

__ADS_1


Marcel mengangguk. " Apa sayang, apa yang kau mau hmm?"


Nara tersenyum." Aku ingin see food yang kita makan di restoran kemarin, hubby mau membelikannya untuk ku ?"


"Tentu sayang, akan aku belikan. Tunggulah aku akan pergi sekarang juga, kau beristirahat lah dan jangan turun dari tempat tidur mu, aku akan cepat ok!" Ucap Marcel pada istri nya, sebelum pergi ia mengecup kening Nara dan segera pergi ke restoran yang di maksud Nara.


"Ini masih pagi, apa restoran sudah buka, ck kau bodoh Ra, bagaimana jika masih tutup kan kasian Marcel !" Setelah kepergian Marcel Nara baru menyadari jika ini masih di pagi hari, namun dia tetap berharap jika restoran itu sudah buka, bukan karena dia butuh waktu sendiri tapi juga karena dia yang sangat menginginkan nya.


Nara bangkit dari ranjang nya dan berjalan ke arah lemari mencari koper nya, jika tidak salah ia melihat ada beberapa testpack yang mungkin sudah di siapkan oleh ibu mertuanya, karena dirinya yang memang tidak mengemas pakaian nya ke koper.


"Ketemu, terimakasih bu !" Gumam Nara senang karena berhasil menemukan testpack yang ada di dalam koper dan dengan cepat ia merapihkan kembali dan segera ke kamar mandi.


Tak lama Marcel pun kembali dan melihat istrinya sedang tertidur, sambil menenteng kantong berisikan see food pesanan istrinya Marcel pun mendekati Nara sambil tersenyum.


Di samping ranjang Marcel ada sebuah meja kecil dan di atasnya tergeletak benda pipih memanjang dan juga sebuah kertas kecil. Marcel mengerutkan kening nya karena dia seperti tahu itu apa. Dengan cepat Marcel melangkah ke arah meja dan melihat nya.


Marcel pun meraih kertas kecil di antara ke lima testpack itu. Marcel membuka dan membacanya, seketika mata nya berkaca-kaca dan lalu memeluk istri yang sudah duduk melihat suaminya yang hampir menangis.


"I'm here daddy, with mom.


Sebelum nya...


Nara sangat senang setelah melihat hasil testpack, garis dua merah terlihat jelas membuat air matanya keluar tak tertahan bukan hanya satu tapi kelima testpack itu ia coba dan hasil nya semua sama.

__ADS_1


"Syukurlah, aku hamil, sayang semoga kau sehat nak di dalam sini. "Ucap Nara dengan mengusap lembut perut yang masih rata itu.


"Semoga Marcel bahagia, karena hanya hal ini yang bisa aku berikan. "Lirih nya dan berharap Marcel akan sangat senang mendengar kabar kehamilan nya.


Nara pun membawa ke lima testpack itu dan membawa nya keluar dari kamar mandi, di letakkan nya atas meja samping tempat tidur nya dan tak lupa ia menulis di sebuah kertas kecil seperti memo bertuliskan I'm here daddy, with mom."


Nara tersenyum dan kembali merebahkan dirinya di atas kasur, ia tidak sabar melihat ekspresi Marcel seperti apa nanti nya.


"Semoga kau cepat pulang hubby, aku tidak sabar melihat ekpresi mu." Ucap Nara tersenyum mamandangi kelima testpack itu dan juga sebuah kertas kecil.


"Sayang benarkah, di dalam ini sudah ada anak kita ?" Tanya Marcel dengan mengusap lembut perut Nara.


Nara mengangguk. "Sesuai dengan hasil dari testpack seperti itu hubby, kau senang?"


Marcel menatap Nara dan tersenyum. "Pertanyaan apa itu, tentu aku senang sayang, sangat senang, terimakasih, terimakasih sayang." Ucap Marcel dan mencium seluruh wajah Nara. Mata, hidung, pipi dan juga bibir.


"Nanti kita ke rumah sakit kita periksa kehamilan mu, aku tidak sabar melihat dia pria atau wanita ?" Ucap Marcel membuat Nara terkekeh.


"Hubby dia masih sangat kecil, mungkin ketika kehamilan ku berumur 4 atau 5 bulan akan baru terlihat jenis kelamin nya, hubby kau tidak masalah bukan akan jenis kelamin anak kita nantinya ?"


Marcel mengangguk mngerti. "Tentu, bagi ku mau dia lelaki atau perempuan dia tetap anak ku, anak kita!"


Nara pun tersenyum memeluk suaminya." Sayang bolehkah aku makan sekarang?" Tanya Nara yang mengingat sea food yang Marcel beli untuk nya.

__ADS_1


"Tentu, tunggulah biar aku yang menyiapkan nya, kau tidak boleh bergerak sedikit pun ok!" Ucap Marcel tegas, dia tidak ingin Nara saat ini banyak bergerak dan tetap di atas ranjang sampai Nara memerikasakan kehamilan nya dan memastikan jika Nara dan janin yang di kandungan nya sehat.


Nara mengangguk patuh pada suami nya, dia melihat Marcel yang terlihat sangat senang dan mngembangkan senyumanya selalu, membuat Nara bersyukur karena kini giliran dirinya yang membuat Marcel bahagia.


__ADS_2