Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 173


__ADS_3

Reno dia memang tidak segan jika meminta hadiah padanya." Ya aku doakan bos mu itu akan berbaik hati mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk membeli mansion untuk kalian tinggal !" Balas Marcel membuat Reno mengacungkan jempolnya.


Nara dan Citra saling melemparkan senyuman nya, mereka tentu tahu bagaimana Marcel dan Reno berteman, mereka hanya berharap mereka akan terus bersabar juga dengan mereka.


Bogor.


Nara sudah beraktifitas seperti biasanya, Safira dan Arya yang juga ikut bersama Nara tinggal di bogor menemani Nara, sedangkan Marcel, dia berada di jakarta dalam satu bulan kebelakang ini, karena pekerjaan nya yang menumpuk dan pernikahan Reno yang akan segera di gelar di minggu mendatang berada di dalam ruangan Marcel.


Gio mengangguk."Aku tidak bisa tidur nyenyak karena hal ini, dia selalu meminta ku membeli makanan di malam hari, namun endingnya malah aku yang memakan karena dia tertidur kembali. " Keluh Gio membuat Marcel dan Reno tertawa.


"Sabarlah, ibu hamil memang ada yang seperti itu, tapi untuk istriku tidak, malah tidak banyak mengidam, ia hanya ingin masakan ku saja, itu sudah membuat senang." Balas Marcel yang semakin membuat Reno tertawa.


"Nikmati saja, toh anak mu yang menginginkannya." Balas Reno yang membuat Gio dan Marcel menatapnya.


"Aku harap kau akan merasakan lebih dari ku, kau akan segera menikah bukan, maka kau juga akan menikmatinya, menjadi suami siaga siang malam untuk memenuhi keinginan istrimu yang akan segera mengandung anak mu!" Balas Gio.


Reno mengangguk mengaminkan ucapan Gio. Baginya itu memang sesuatu yang harus di nikmati, dia mencontoh Marcel karena dia pernah berkata padanya.


"Wanita akan melahirkan anak dengan mempertaruhkan nyawanya, jadi kita tidak boleh mengeluh jika saat dia mengidam kita akan kesulitan, karena mencari apa yang dia inginkan, bukan hal sulit asal kita berusaha, bukan?" Itulah kata-kata yang di ingat Reno Dari Marcel "Bagaimana Sisca, apa dia masih belum bisa bekerja ?" Tanya Marcel pada Gio yang memang beberapa hari ini Sisca tidak masuk bekerja karena selalu mual dan pusing.

__ADS_1


"Aku menyuruh nya untuk resign, kau tidak keberatan bukan?" Tanya Gio pada Reno.


Marcel menghela nafasnya. "Tidak, hanya saja aku harus mencari sekretaris lagi." Jawab Marcel yang di angguki Gio. Gio mengerti mencari sekretaris memang tidak mudah, apalagi yang sesuai kriteria Marcel.


"Untuk sementara ini aku akan menggantikan Sisca, sampai ada sekretaris baru untuk menggantikannya." Jawab Gio membuat Marcel dan Reno mengangguk lega.


Lega karena disaat mereka memiliki banyak perkejaan harus kembali kehilangan sekretaris, bahkan di saat Reno akan melangsungkan pernikahannya dengan Citra.


"Gio, bagaiman dengan Wilona, apa dia tidak membuat ulah lagi ?" Marcel yang tiba-tiba membahas Wilona, karena dia masih perlu merasa waspada pada Wilona, takut jika kembali ia menyakiti istrinya.


"Tidak ada yang aneh, Wilona dia sedang merintis dari bawah lagi menjadi model, meski begitu aku akan tetap mengawasinya, kau tidak perlu khawatir." Jawab Gio da Marcel pun mengangguk.


"Biarkan dan terus awasi saja, karen jika dia tetap ingin mengusik istriku, hukuman akan menanti dirinya !" Balas Marcel.


Hari ini adalah hari pernikahan Reno dan Citra, semua terlihat bahagia, terutama Nara, yang sejak tadi tersenyum bahagia, melihat sahabatnya akhirnya menikah.


Hingga kata sah terdengar membuat sepasang pengantin dan orang yang menyaksikan ikut mengucap syukur dan tersenyum bahagia.


"Selamat ya, aku senang sekali melihat mu menikah dengan Reno, kalian sangat cocok, bahagia terus ya dan cepat di beri momongan, kau lihat aku dan Sisca sudah mengandung, tinggal kau saja dan harus secepatnya menyusul.!" Ucap Nara pada Citra yang membuat Citra tersenyum juga dengan Reno.

__ADS_1


Sisca mengangguk setuju dengan perkataan Nara ."Itu akan menjadi seru jika kita memiliki anak yang tidak jauh berbeda umurnya, mungkin mereka akan bersahabat, seperti hal nya kita !" Tambah Sisca, Citra dan Nara pun mengangguk setuju.


Mereka bertiga semakin dekat akhir-akhir ini, terlebih suami mereka adalah rekan kerja dan bos yang tidak ada batasan nya, seperti layaknya pertemanan, namun bagusnya mereka bisa profesianal jika dalam pekerjaan, mereka sering berkumpul meski Nara berada di bogor, namun Sisca dan Citra yang akan datang untuk menemui Nara, kadang Nara yang ke jakarta dan bertemu mereka berdua.


Marcel, Reno dan Gio memilih memisahkan diri, membiarkan para istri mereka bercengkrama, karena mereka pun punya pembahasan sendiri. Karena acara pun akad pun telah selesai dan akan di teruskan dengan acara resepsi yang akan di gelar nanti malam.


"Ini kado untuk mu, dua buah tiket bulan madu ke Swiss, cepat masuki gawang dan buat gol yang banyak, buat perut istri mu buncit seperti Nara istriku !" Ucap Marcel sambil memberikan 2 tiket bulan madu yang di masukan ke dalam amplop membuat Reno senang dan berterima kasih.


"Bagaimana dengan masionku?" Tanya Reno yang masih ingin jika Marcel memberikan Mansion untuknya di dekat mansionya di jakarta, agar bertetangga dan bisa membawa ibu serta adiknya tinggal bersama, karena adiknya yang akan kuliah di dekat sini agar tidak jauh jika harus tinggal di kampung atau pinggiran kota jakarta.


Marcel berdecak kesal namun ia pun tersenyum pada Reno." Akan aku pikirkan !" Balasnya yang membuat Reno tersenyum dan Gio yang juga ikut tersenyum bahagia.


Jika Gio, sudah di berikan apartemen oleh Marcel, apartemen yang cukup mewah, yang terletak di pusat kota tidak jauh dari kompleknya, Marcel memang sangat royal terhadap teman-teman nya, apa lagi mereka yang sudah banyak membantu Marcel.


Karena baginya uang tidak akan di bawa mati, jika ia masih bisa memberi mengapa tidak ia berikan pada mereka, itulah apa yang ada di benak Marcel.


Nara yang bahkan miminta pada Marcel untuk membukan Yayasan rumah untuk panti asuhan, juga sebuah sekolah gratis di kota bogor, karena Nara melihat jika di dekat sana ada desa yang keadaan ekonominya cukup sulit dan itu membuat Nara iba, serta ingin membantu mereka, Marcel pun setuju dengan apa yang Nara inginkan.


Lagi pula pikir Marcel itu adalah ide yang bagus, meski dia pun memiliki rencana seperti hal nya Nara namun belum bisa di wujudkan karena kesibukannya, dan akhirnya ayahnya Arya pun mengajukan diri untuk membantu Marcel, apa lagi ini untuk sebuah kebaikan atau amal yang akan mereka peroleh.

__ADS_1


"Bagaimana panti asuhan yang di Bogor apa sudab selesai pembangunannya ?" Tanya Gio pada Marcel.


__ADS_2