Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 60


__ADS_3

"Jika seperti itu, bukankah lebih bagus untuk pertemuan nanti jika ayahmu yang datang!"


"Ayahku tidak bisa, dia sudah ada janji dengan temannya, jadi terpaksa aku yang akan menemuinya disana, dan mungkin jika ada pertemuan lagi ayah yang akan mengurusnya !" jelasnya pada Reno.


Reno pun mengangguk mengerti. "Bulan madu satu bulan, apa kau benar-benar ingin segera memiliki anak!" Tanya Reno sedikit kesal karena meninggalkannya satu bulan hanya untuk berbulan madu.


Marcell terkekeh. "Salah satunya itu, dan alasan kedua aku ingin menyenangkannya, agar dia melupakan lebih dulu masalahnya saat ini, dan lagi ini juga usul dari ibu dan ayahku!"


"Baiklah jika begitu, dan lagi aku juga sudah mempersiapkan semuanya, oh ya aku dihubungi pihak kantor polisi, jika Anaya Wijaya hanya dihukum selama 3 bulan, itu karena mereka menyewa pengacara, dan meminta keringanan dengan alasan jika berita istrimu tidak tersebar ke semua wilayah dan hanya di sekitar kampus!"


Marcell mengangguk, itu bukan masalah untuknya." Biarkan saja, yang penting dia merasakan tidur di sana, dan sebagai ultimatum agar mereka tidak lagi mengganggu istriku !"


"Kau benar, tapi anehnya Erick, dia tidak terlihat seperti menyusun rencana apapun untuk Nara, bahkan sampai saat ini dia tidak melakukan apapun !"


"Ya, tapi kita juga belum bisa lengah begitu saja, Wijaya, mereka banyak menyembunyikan sesuatu, atau mungkin dia memang menunggu di satu yang tepat!" Ujar Marcell pada Reno yang meski harus terus berhati- hati..


Sedangkan Nara di dalam tempat istirahat Marcell, ia tengah merenung memikirkan jika Marcell akan meninggalkannya, karena mereka yang bertemu karena sesuatu yang salah, lalu jika dia mengalami hal yang serupa, apa Marcell akan menikahinya juga?


Mengingat Nara yang bertemu dengan Miss. Rachel yang terlihat menginginkan suaminya.


"Aku takut jika suatu saat Marcell akan meninggalkanku. Marcell begitu banyak wanita yang menyukaimu, bahkan mereka lebih cantik dan setara denganmu, dan aku hanya wanita biasa yang hanya memiliki keberuntungan !" Lirihnya.

__ADS_1


Miss. Rachel yang telah kembali ke hotelnya, berdecak kesal karena rencana harus gagal.


"Ch, gara-gara wanita itu aku harus mengulur waktu ku!"


"Tenang lah Miss, menurutku rencana kira akan lebih bagus, jika dilaksanakan di tempat kita!"


Miss. Rachel terdiam sejenak dan berpikir, setelah itu ia mengangguk jika apa yang dikatakan oleh asistennya ada benarnya juga. "Ayah, apa dia sudah memberi kabar ?" Tanya Miss. Rachel pada Jeremy, karena ia ingat jika ayahnya yang bisa membantunya mendapatkan Marcell.


"Tuan besar, masih memikirkan rencananya Miss, namun ia pastikan akan membantu anda, jadi tuan besar meminta anda untuk bisa lebih bersabar, karena hal ini menurutnya sangat rumit, karena beliau sangat tahu bagaimana ayah dari tuan Marcell, tapi tuan besar sangat senang jika Miss. sudah ada keinginan untuk menikah jadi beliau akan berusaha mendapatkan apa yang anda mau !" Jawab Jeremy, yang membuat lega Miss. Rachel.


"Ch, bersabar! Sedangkan mereka akan segera melangsungkan resepsi sebentar lagi, yang mungkin akan membuat wanita itu dikenal semua orang !" Kesal Miss. Rachel.


Jeremy terdiam menatap atasannya, dan ia pun berjalan mendekati atasan dan menarik pinggang Miss. Rachel dan menempelkannya pada tubuhnya, dan Miss. Rachel tidak menolak membiarkan asistennya melakukan sesukanya.


"Kau selalu bisa menenangkanku Jeremy !" Miss. Rachel berkata dengan sedikit berbisik.


Jeremy tersenyum dan menatap atasannya lembut." Tentu, karena aku sudah lama bersama anda!"


Miss. Rachel ikut tersenyum dan menatap balik Jeremy. Hingga tak lama bibir mereka bertemu, dan mereka saling ******* dengan lembut dan lama kelamaan menjadi penuh gairah.


Jeremy, yang sejak berada di perusahaan Marcell sudah menahan gejolak pada dirinya yang menginginkan tubuh atasannya, mengingat jika Miss. Rachel mengenakan pakaian yang sangat sexy.

__ADS_1


Marcell yang saat pertama melihat Miss. Rachel datang ke kantornya, bahkan dia yang mengenakan pakaian sexy untuk tujuan memikat dirinya, malah merasa jijik begitupun dengan Reno, yang membuat Miss. Rachel sangat penasaran pada Marcell, karena Marcell tidak seperti pria lainnya yang sangat mendambakan tubuhnya.


Jeremy, asisten Miss. Rachel yang sebenarnya menaruh hati pada atasnya, dan bahkan ia sudah mengungkapkan isi hatinya pada Miss. Rachel, namun Miss. Rachel menolak dengan tegas jika dirinya tidak pantas bersanding dengannya, namun Miss. Rachel membiarkan Jeremy memiliki tubuhnya, karena saat pertama mereka melakukannya Miss. Rachel sangat puas dengan permainan Jeremy yang membuatnya selalu menginginkannya.


Jeremy sempat merasa kesal dengan apa yang dikatakan Miss. Rachel, karena tujuannya ia hanya ingin memiliki Miss. Rachel seutuhnya tanpa ada pria lainnya yang akan menyentuh nya, namun karena ia tidak bisa memenuhi syarat dari atasan nya, jika dia harus lebih atau setara dengan kekayaannya maka dia hanya pasrah jika harus menjadi kekasih gelap sang atasan yang selalu haus akan belaian nya.


"Kau hebat ahh Jeremy, kau selalu membuatku puas, aah!" Di sela *******, Miss. Rachel memuji permainan Jeremy yang sudah beberapa kali sampai di puncak klimaksnya.


"Maka, biarkan aku yang akan memiliki tubuhmu!" Jawabnya dengan masih dengan dipenuhi oleh gairahnya.


"Berhentilah mengatakan hal itu, bukankah aku sudah mengatakan jika aku membebaskan mu bermain dengan tubuhku, selagi kau selalu bisa membuatku puas !" Kesal Miss. Rachel yang menurutnya Jeremy sudah diberi keuntungan dengan bebas memiliki tubuhnya.


Jeremy yang menyadari jika Miss. Rachel kesal pun kembali menyerangnya dengan permainan yang memuaskan Miss. Rachel, yang membuat Miss. Rachel melupakan kekesalannya dan hanya menikmati permainan dari asisten dan juga teman bergelut di ranjangnya.


Sedangkan ditempat lain, Amara yang sedang membawa mobilnya, masuk ke kawasan elit di mana di sana tempat berdirinya mansion - mansion yang berjejer.


Amara matanya terlihat berbinar, jika.suatu saat bisa memiliki mansion besar seperti yang ia lihat, tak lama ia sampai di alamat yang ia tuju, Mansion yang di tinggali oleh Marcell.


Mobil Amara yang terparkir dekat satpam penjagaan mansion keluarga Admaja, ia menurunkan kaca mobilnya untuk bertanya dan agar bisa memasuki mansion yang ditutupi gerbang besar.


Setelah menanyakan alamat dengan benar dan ia yang juga dapat persetujuan jika boleh memasuki mansion itu pun Amara kembali melajukan mobilnya.

__ADS_1


Amara kembali sangat mengagumi mansion yang ditempati keluarga Admaja, mansion yang paling besar yang ia lihat, bak istana di tengah kota, ia semakin ingin bisa menjadi istri dari Marcell.


Amara benar-benar menurunkan harga dirinya, hanya demi bisa kembali bersama dengan Marcell. Amara sudah memiliki rencana yang mungkin saja Marcell akan sangat besar kemungkinan akan kembali menerimanya.


__ADS_2