Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 125


__ADS_3

"Insya allah ayah, Nara pasti akan menjaga nya dengan baik." Ucap Nara tersenyum.


Arya tersenyum, "dia akan baik jika ibu nya baik, jaga kesehatan mu, dan kau Marcel, kau yang bertanggung jawab akan kesehatannya, jaga istri mu dan cucu kita dengan baik."


"Tanpa Ayah minta, aku pasti akan menjaganya, Ayah ada hal yang ingin Marcel sampaikan ?" Ucap Marcel meminta untuk berbicara pada Arya yang terdengar sedikit serius.


Safira yang mengerti, mengajak Nara dan Citra untuk pergi ke ruang tengah, dengan membawa martabak rasa keju yang sudah di belikan Marcel untuk istrinya, karena menginginkan nya.


"Kita bicara di ruang kerja ayah." Ujar Arya di angguki Marcel.


Tak lupa Marcel menyuruh Agus untuk memanggil Kayla dan menyuruh nya ke ruang kerja ayah nya, karena pembicaraan ini mengenai Nara, dan Kayla dia sebagai pengawal pribadi istrinya, harus mengetahui nya agar bisa bertindak apapun untuk melindungi Nara, jika kelak dia dalam bahaya.


Di dalam ruang kerja Arya, disana sudah berkumpul semua, Arya, Reno, Kayla dan juga Marcell.


Marcell menceritakan semua rencana nya pada Arya, Reno dan juga Kayla, juga apa yang sudah Gio ketahui mengenai keluarga Nara, pada Arya yang belum mengetahui nya. Arya terlihat mengangguk puas dengan kinerja Gio yang cepat dalam menggali informasi.


"Kinerja Gio cukup bagus, dia sudah cepat menggali Informasi, ayah harap Kendrik pun akan cepat mendapatkan informasi mengenai orang tua Nara, dan bisa segera mengetahui apa yang di rencanakan Erick Wijaya, dengan begitu kita bisa menggagalkan semua rencana mereka." Terang Arya pada ketiga orang yang mendengar nya.


"Hmm ku juga berharap begitu, tapi aku percaya jika Kendrik bisa bekerja dengan baik dan cepat. "Tambah Marcell di angguki oleh Arya.


"Jadi kau akan menetap di Bogor ?" Tanya Reno.


Marcell mengangguk. "Ya, selain untuk mewujudkan keinginan Nara, juga untuk bersembunyi dari keluarga Wijaya, terutama pada Wilona, yang sampai saat ini memiliki dendam yang besar pada istriku. "


"Ayah setuju, jika perlu secepat nya kau pindah, dengan begitu kehamilan Nara pun akan aman, jangan sampai informasi mengenai kalian pindah di dengar oleh mereka, jika cukup kita saja yang mengetahuinya." Ujar Arya pada Marcell.


"Baik yah, itu juga sudah menjadi rencanaku, tapi apa bisa ku bekerja dari sana?" Tanya Marcell.


"Bisa, dan kau Reno yang akan menghandle di kantor, Marcell akan ke kantor jika ada hal penting dan juga untuk bertemu klien - klien penting, jadi ini juga sebagai tantangan mu Reno, agar kau belajar bisa.meminpin perusahaan."

__ADS_1


Reno mengangguk dia sudah sial segala sesuatu jika pekerjaannya akan bertambah.


"Kayla, apa kau sudah dekat dengan istriku ?"Tanya Marcell pada Kayla yang sejak tadi terdiam.


Kayla mengangguk." Iya tuan, istri anda orang yang baik, maka aku juga mudah dekat dengan nya."


Marcell mengangguk." Aku harap kau bisa menjadi teman dan juga pengawal untuk nya, dia tidak punya banyak teman."


"Aku mengerti tuan, aku akan berusaha bisa menjaga dan menjadi teman baik untuk nya. " Jawab Kayla.


"Baiklah itu saja yang ingin aku katakan, dan Kayla, jangan sampai berita mengenai orang tua Nara dia mendengar nya, untuk saat ini kita rahasiakan lebih dulu, mengingat istriku tengah hamil muda, jika dia mendengar, dia pasti akan segera meminta berangkat ke korea, dan aku tidak mau itu terjadi, selagi kita belum tahu apa yang akan terjadi disana."


Cukup lama mereka berbincang mengenai keamanan dan juga rencana yang akan mereka susun kedepan nya, dan kini mereka menyelesaikan pembicaraan nya dan keluar dari ruang kerja Arya.


Di ruang tengah, di mana Nara, Safira dan juga Citra tengah berbincang, di kejutkan dengan kedatangan 3 orang pria yang menghampiri nya.


Arya, Marcell dan Reno pergi menemui Safira, Nara dan Citra, sedangkan Kayla ia ijin pamit pulang untuk mempersiap kan keperluan nya karena akan pindah ke bogor.


"Om, tante Reno pamit pulang." Ucap Reno di angguki Reno


"Bu, ayah, Citra juha mau pamit, ini sudah sangat larut malam." Citra yang juga pamit.


Safira mengiyakan begitu juga Marcell dan yang ayah serta istrinya, setelah sebelum nya meminta mereka untuk menginap, namun dengan berbgai alasan Reno dan Citra menolak, akhirnya pamit untuk pulang.


Di dalam kamar, Nara tengah membersihkan make tipis nya, sambil menunggu Marcell yang sedang membersihkan diri.


Tak lama Marcell keluar dan langsung memluk Nara yang baru selesai membersihkan make up nya, Marcell memeluk nya dari belakang dan mengecup pipi Nara.


Marcell mengelus lembut perut Nara." Apa dia menyusahkan mu? Tanya Marcell yang khawatir karena telah meninggalakan istrinya seharian.

__ADS_1


Nara tersenyum. "Tidak dia sangat baik, jangam bilang dia menyusahkan, aku menikamati segala prosesnya hubby." Jawab Nara membuat Marcell tersenyum.


"Kau sudah minum susu ?" Taya Marcell kemudian.


"Sudah, hubby ada yang ingin aku tanyakan ?"


Mendengar itu Marcell menggendong Nara menuju tempat tidur nya, dan menduduki nya di pangkuannya, dengan Nara mengarah kehadapan Marcell.


"Apa ini mengenai Kayla ?" Tebak Marcell pada istri nya.


Nara mengangguk. "Harus kah, ada pengawal pribadi untuk ku ?" Tanya Nara kemudian membuat Marcell mengangguk dan tersenyum.


"Maaf aku tidak bertanya lebih dulu padamu, namum aku lakukan ini agar kau terlindungi, dan juga agar lau bisa memiliki teman yang akan selalu bersama mu, kau tidak keberatan bukan sayang?"


Nara menggelengkan kepalanya. "Tidak, hanya saja aku sudah seperti orang penting." Jawa nya sambil terkekah.


Begitu pun dengan Marcell. "Kau memang orang penting, sangat penting untukku. Aku tidak ingin mendengar kau terluka, jadi sayang, ku harap apa pun yang akan aku lakukan padamu kelak, kau bis menerima dan memaklumi nya, karena itu smua demi keselamatan mu."


Nara mengangguk."Hmm selagi, apa yang ingin aku kerjakan tidak di batasi, karena itu akan membuatku bosan."


Marcell mengangguk. "Baiklah, kau boleh melakukan apapun, namun jika kau mulai lelah kau harus beristirahat." Nara pun mengangguk dan memeluk suaminya.


"Sayang, ada yang ingin aku latakan juga. "Ucap Marcell membuat Nara melepas pelukan nya.


"Apa hubby?"


"Kita akan segera pindah ke bogor, sesuai keinginanmu, kau senang?"


"Benarkah, hubby kau tidak bercanda, lalu bagaimana pekerjaan mu?" Tanya Nara karena dia tidak ingin Marcell lelah jika harus bulak - balik ke jakarta.

__ADS_1


"Kau tidak perlu khawatir sayang, aku sudah bicara ini pada ayah. Aku akan ke kantir jika utusan penting saja, selebihnya aku bisa mengerjakan nya di rumah, menemanimu."


__ADS_2