
"Kau sangat cantik sayang." Ucap Reno membuat wajah Citra semakin memerah dan terus menunduk tidak berani menatap Reno.
"Jangan menunduk, lihat aku!" Ujar Reno.
Dengan sangat malu, Citra menatap wajah Reno yang tersenyum manis padanya."Apa kau siap memberikannya untuk ku, Citra aku aku tahu kita menikah begitu cepat, aku akan memberikan waktu jika kau tidak siap untuk hal ini ?" tanya Reno pada Citra, meski ia sudah terbakar gairah oleh Citra karena berpakaian sangat minim.
Reno tahu dan mengerti akan Citra, karena meski mereka sudah mengenal cukup lama, namun pernikahan ini sangat cepat dan Citra juga yang sempat ragu untuk menikah secepat ini, untuk itulah, Reno menyakan hal ini lebih dulu pada Citra.
Citra menatap lekat wajah Reno dan lalu tersenyum." Aku siap, tidak ada alasan untuk ku berkata tidak siap, aku sudah menjadi istrimu, sudah menjadi kewajibanku untuk melayanimu."
Reno tersenyum dan menarik Citra ke atas
pangkuannya." Terimakasih. Jika begitu aku akan melakukannya dengan lembut. Kau akan menjadi milikku sepenuh nya malam ini." Ucap Daniek dan laku menyambar bibir Citra dengan lembut dan perlahan menjadi penuh naf*u.
Reno merebahkan Citra d atas tempat tidur dengan dirinya berada di atas tubuh Citra.
Kedua mata mereka bertemu, "sebenarnya aku ingin kita melakukannya di Swiss, tapi melihat pakaianmu seperti ini, aku tidak bisa bisa lagi menahannya." Ucap Reno pada Citra.
Citra tersenyum."Sekarang atau nanti sama saja bukan, lagi pula ini adalah malam pertama, malam yang di nantikan oleh pengantin baru." Jawab Citra.
Reno tersenyum. "Kau benar, kalau begitu, mari kita lakukan." Ucap Reno semangat.
Citra terkekeh." Tinggalkan benih mu dalam rahim ku."
"Itu pasti." Jawab Reno dan kembali menc*um bibir Citra dan malam pertama pun mereka lalui dengan penuh ******* dan peluh keringat kenikmatan.
Pagi hari di Bogor.
"Kau sehat Kay?" Tanya Nara begitu senang melihat Kayla sudah bisa berdiri dengan tegapnya.
"Jauh lebih baik, terimakasih atas perawatan yang nona dan Bos Marcel berikan untuk ku." Jawab Kayla, dia sangat berterimakasih karena kini ia bisa berjalan lagi dan kembali bekerja.
"Jangan berterimakasih, itu sudah menjadi tanggung jawab kami, aku senang melihat mu lagi." Balas Nara.
__ADS_1
Kayla tersenyum pada nona nya ini, Nara memang memiliki hati yang baik dan dia sudah berjanji akan terus mengabdi pada keluarga Admaja.
"Say juga senang bisa kembali mengawal nona," jawabnya.
"Selamat datang Kayla, kau sehat?" Reno yang baru turun dari lantai dua berjalan menemui Nara dan juga Kayla yang sedang berbicara di ruang tamu.
Kayla sedikit menunduk." Sehat tuan, tuan muda apa kabar?"
"Kabar baik, karena bisa melihat mu disini lagi." Jawab Marcel membuat Kayla merasa malu.
Nara pun tersenyum tipis pada Marcel yang memeluk pinggangnya."Hubby menggoda wanita lain di depan ku."
Marcel mmegedipkan sebelah matanya pada Nara. "Kay, istriku cemburu, aku ralat perkataan ku tadi." Ucap Marcel membuat Nara mencubit pinggang Marcel hingga ia mengaduh kesakitan.
Sedangkan Kayla ia hanya tersenyum melihat keharmonisan pasangan dihadapannya, ia berharap mereka selalu bahagia dan tidak ada lagi masalah atau ancaman yang datang pada mereka.
"Sayang, ini KDRT !" Ucap Marcel pada Nara yang malah terlihat memutar bola matanya malas.
"Pergilah, bukankah Hubby akan berangkat kerja ?" Ujar Marcel yang menatap Nara.
"Tidak ada, sudah berangkat sana, kasian Marcel sudah menunggu mu!" Usir nya karena dia sudah malu di hdapan Kayla dengan Marcel yang meminta untuk di c*um.
"Tidak, aku tidak akan pergi sebelum kau memberikan c*uman pagi ?"
"Hubby ada Kayla, apa hubby tidak malu!" Gumam nya pada Marcel yang di dengar Kayla.
Dengan inisiatif Kayla pamit pada Nara dan Marcel, dia akan menunggu di luar jika Nara membutuhkannya, membuat Marcel tersenyum senang dan menunjuk bibirnya dengan jari nya, memberi isyarat agar Nara menc*um nya tepat di bibir.
Nara pun mau tidak mau lalu menc*um bibir Marcel sekilas, namun dengan cepat Marcel menahan tengkuk leher Nara dan memperdalam c*umannya.
"Terimakasih baterai ku full, aku akn semangat untuk bekerja, sayang kau ingat bukan aku disana (Jakarta) sekitar tiga hari ?"
Nara mengangguk sambil membernarkan dasi dan pakaian suaminya."Aku ingat, jangan lupa untuk mengabariku." Jawab nya.
__ADS_1
Marcel mengangguk lalu ia membungkukkan badannya hingga wajahnya sejajar dengan perut Nara yang sudah membuncit.
"Papa pergi dulu ya sayang, bantu papah menjaga ibumu." Ucap Marcel sambil mengelus lembut perut Nara dan menc*umnya.
Nara pun tersenyum. " Pulang nanti bawakan ku kerak telor dan juga bakso yang biasa kita beli." Pinta Nara membuat Marcel berdiri dan menatapnya.
"Apa akan bertambah pesananya nanti?" Tanya Marcel.
"Aku tidak tahu, tapi mungkin saja, akan bertambah." Jawab Nara.
Marcel terkekeh."Katakan saja apa yang kau mau, suami mu ini akan di usahakan membawakan semua pesenan mu dan bayi kita, "Ucap Marcel.
Nara mengangguk." Pergilah, ini sudah cukup
siang, nanti terlambat." Ucap Nara sambil menc*um tangan Marcel dan Marcel memc*um kening Nara, setelah itu Marcel pun beragkat namun sebelim masuk mobil Marcel memanggil Kayla dan meminta Kayla agar menjaga istrinya kembali dan melaporkan senua kegiatan Nara pada nya.
Marcel sudah sampai di jakarta tepatnya diperushaan yang kini ia berada di ruangan nya dan duduk di kursi kebesarannya.
Marcel memeriksa semua berkas yang ada di meja, menandatangani semua berkas yang Perlu ia tanda tangani, karena tidak adanya Reno, Marcel pun cukup kewalahan, namun beruntung ada Gio dan Sisca yang membantunya.
"Sisca, kau sudah beritahu HRD untuk memberikan pengumumam penerimaan skretaris?" Tanya Marcel pada Sisca.
"Sudah, dan semua sesuia yang kau mau, dua skretaris pria, kau benar tidak mau wanita ?" Tanya balik Sisca.
"Tidak, itu akan membuatku repot, aku tidak mau membuat istriku cemburu." Jawab Marcel yang di angguki Sisca, karena dia juga paham, jika menjadi Nara dengan Marcel memiliki skretaris cantik dan Sexy ia pun akan merasa kesal dan cemburu.
Gio masuk kedalam ruangan Marcel tanpa mengetuk pintu dengan membawa seseorang pria yang seumuran dengannya.
Marcel dan Sisca pun menatapnya bingung. Siapa? Pikir Marcel.
Sedangkan Sisca ia tahu siapa pria yang bersama suaminya, karena Gio pernah sekali mengenalkannya saat pernikahan mereka, hanya saja ia heran mengapa Gio membawa nya kemari.
Gio tersenyum manis melihat Sisca dan Marcel yang
__ADS_1
bingung melihat nya membawa seseorang, ia berjalan mendekati Sisca dan memeluk pinggangnya posesif, sedangkan pria yang bersama dengannya berdiri tidak jauh darinya