Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 79


__ADS_3

Mandi bersama ? Ck, jika begini tidak akan selesai cepat. Batin Nara kesal.


Malam hari di apartemen Amara.


"Kau sungguh ingin menikahiku ?" Tanya Amara yang kembali memastikan pada Alex.


Alex mengangguk "Apa aku terlihat bermain - main?"


Amara terdiam dan menatap Alex. "Entahlah, aku hanya tidak mengerti, kau jelas tahu aku seperti apa, bahkan kedua orang tuamu pun tidak setuju kau menikah denganku !"


"Mengenai kedua orang tua ku, kau jelas tahu, jika aku tidak peduli dengan restu mereka, yang penting kita bisa menikah "


"Ya, aku tahu kau seperti apa, kau wanita manja dengan obsesi terhadap harta yang melimpah, kau menyukai uang dan uang, tapi aku tahu kau melakukan ini untuk apa!" Lanjut Alex.


Amara memicingkan matanya pada Alex "Apa yang kau ketahui dariku, Alex ?"


"Banyak yang aku tahu dari mu, tentang keluargamu, dan mengapa kau menjadi wanita yang sangat menginginkan harta berlimpah?"


Amara diam tidak bergeming, ia tidak yakin jika Alex mengetahui semua tentangnya, karena dia merasa sudah menutupi semuanya dari semua orang, hingga menurutnya tidak akan ada yang tahu tentang dirinya lagi.


Apa dia menyelidiki diri ku sampai sejauh itu ? Pikir Amara tidak percaya.


Amara memicingkan kedua matanya pada Alex " Apa yang kau ketahui dariku, Alex ?"

__ADS_1


"Banyak yang aku tahu dari mu, tentang keluargamu dan mengapa kau menjadi wanita yang sangat menginginkan harta berlimpah ?"


Amara diam tidak bergeming, ia tidak yakin jika Alex mengetahui semua tentangnya, karena dia merasa sudah menutupi semuanya dari semua orang, hingga menurutnya tidak akan ada yang tahu tentang dirinya lagi.


Apa dia menyelidiki diri ku sampai sejauh itu ? Pikir Amara tidak percaya.


"Kau bingung bukan mengapa aku bisa mengatakan jika aku tahu semua tentang mu, itu karena aku sudah menyelidiki semuanya yang berkaitan dengan mu termasuk kedua orang tuamu, terutama ibu tiri mu yang selalu memerasmu, dengan ancaman adikmu yang masih SMA, akan dijadikan sebagai wanita ****** jika kau tidak menuruti kemauannya, dan ayahmu yang bahkan mengikuti kemauan ibu tirimu!"


Deg.. Amara terdiam memandang Alex yang menatap dirinya dengan penuh perasaan.


Alex mendekati Amara dan menariknya dalam pelukannya. " Aku tahu semua tentang mu, meski memang kau sangat menyukai kekayaan dan juga kau yang memiliki gensi yang besar, tapi di balik itu semua kau punya hati yang lembut yang peduli dengan adikmu, kau hanya salah bergaul dalam berteman."


"Jadi jangan menghindariku lagi apalagi menolak ku untuk menjadi suamimu, aku akan membantumu untuk membebaskan adikmu dari mereka!" Ucap Alex dalam pekukannya.


"Hmm, semua butuh proses, aku sudah menerima apapun yang ada di dalam dirimu, hanya saja aku minta kau berhentilah mendekati Marcell atau pria laninya. Marcell, dia CEO ku di perusahaan, kau tahu aku bisa menjadi direktur karena bantuan ayahnya yang sudah sangat percaya padaku."


Amara terdiam dan berpikir sejenak, setelah itu ia mengangguk setuju, meski memang dalam hatinya dia masih menginginkan Marcell karena melihat kekayaan nya, namun jika di pikir lagi memingat dengan sikap Marcell yang seperti itu yang cuek terhadapnya, akan sangat sulit untuknya mendekati Marcell, jadi dia saat ini akan mencoba menerima Alex, menjadi istrinya yang tidak di restui oleh kedua orang tuanya, sedangkan pria lain, dirinya selain Marcell yang coba ia dekati, tidak ada yang menarik perhatiannya saat ini.


Alex, dia pria yang sangat royal terhadapnya. Alex tidak pernah membatasi dirinya untuk membeli apapun yang dia mau, kebiasaan nya dalam berbelanja tidak akan mudah ia hilangkan, dan bersyukur Alex menerima yang ada pada dirinya.


Amara pun teringat akan kata-kata dari Nara, jika dia seharusnya bersyukur ada pria yang mau menerimanya. Dan kini ia baru sadar dan juga sangat bersyukur akan hal itu, obsesi nya yang ingin menjadi kaya raya menjadikannya hilang akal, karena tidak ingin di tindas oleh siapapun itu, terutama kedua orang tuanya, namun Alex dia tetap sabar pada dirinya, bahkan tidak ada emosi yang meluap, Alex yang mengetahui jika dirinya mencoba mendekati Marcell kembali dan Alex malah terus mempertahankan dirinya dan membawanya kepernikahan.


Kini masalahnya ada pada kedua orang tua Alex yang tidak merestuinya, namun Amara tidak akan peduli, selagi Alex yang menyayanginya dan bisa meyakinkan mereka secara perlahan, jika dia wanita yang sudah di pilih Alex, anaknya. Amara hanya harus bersikap cuek pada mereka, agar tidak menyakiti hatinya.

__ADS_1


"Akhir minggu ini aku akan menemui kedua orag tuamu." Ucap Alex membuyarkan lamunannya.


Amara menggelengkan kepalanya. " Tidak, jangan sekarang - sekarang ini, biar aku yang lebih dulu berbicara pada mereka!"


"Baiklah, jika itu mau mu, bersihkan dirimu dan beristirahatlah, aku akan pulang lebih dulu ke rumah, aku harus berbicara pada kedua orang tua ku !" Ujar Alex yang di angguki Amara yang lalu mencium keningnya.


Amara mengangguk dan tersenyum. "Hmm pergilah, kau harus bisa meyakinkan mereka mengenaiku, dan harus bisa menerimaku yang seperti ini !" Ujar Amara dan Alex mengangguk, setelah itu Alex pergi dari apartemen nya, meninggalkan Amara seorang diri.


"Kau mencoba memohon pada mereka, kau tidak salah Wilona, bahkan ayah saja menahan diri agar tidak berbicara pada mereka dan membiarkan ibumu mendekam di balik jeruji besi, agar apa? agar mereka tidak besar kepala karena kita meminta pertolongan pada mereka!" Erick yang kesal karena tahu jika Wilona mencoba meminta tolong pada Nara atau pun Marcell, dari orang kepercayaan nya yang sudah melaporkan pada nya.


Wilona tetap bersikap santai dan memandang ayah nya yang masih berdiri memandang dirinya yang sedang duduk di sebuah sofa dengan secangkir coffee, ayahnya yang datang dengan tiba-tiba ke apartemennya dan memberikannya banyak cacian karena ayahnya pikir jika dia telah memohon pada Nara dan Marcell.


"Duduklah ayah, dan dengarkan perkataanku dulu!" Ujar Wilona pada ayahnya, ayahnya yang berdecak kesal, lalu duduk dengan perasaan menahan amarahnya dan menatap Wilona.


"Aku tidak memohon pada mereka, aku hanya memberikan sebuah kesepakatan, terutama pada Marcell !"


"Kesepakatan, apa yang kau rundingkan padanya ?"


"Wilona, kau tidak akan berbuat macam-macam bukan, kau ingat bukan dengan perlakuan Samuel terhadapmu beberapa waktu lalu, jika kau membuat kesalahan lagi?" Lanjut ayahnya.


Wilona berdecih. "Aku menawarkan tubuhku pada Marcell sebagai imbalan jika dia bisa mengeluarkan ibu dari sana!" Ucap Wilona membuat Erick menatapnya tajam.


"Wilona, apa kau sudah gila !" Hardik Erick kesal, dia mengusap wajahnya dengan kasar, kini ia sangat khawatir pada putrinya, jika Samuel mengetahui tindakannya seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2