Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 148


__ADS_3

Sesuai dengan apa yang di katakan Amara, jika dia tidak banyak mengundang teman kuliahnya, tamu mereka kebanyakan adalah teman kerja dari Alex.


"Kita tidak usah lama yah, setelah memberi selamat kita pulang, angin malam tidak baik untuk mu !" Ujar Marcel pada Nara.


Nara mengangguk. Nara bersama Citra tengah bersama dan Marcel bersama dengan Reno, mereka menunggu giliran untuk memberi selamat pada pasangan pengantin sambil mencicipi hidangan yang sudah di sediakan.


"Ra, ko aneh ya, ga ada orang tua di masing-masing pengantin, entah itu pihak pria atau wanita?"


Nara pun melirik ke arah di mana tempat pengantin, benar apa yang di katakan Citra tidak ada disisi manapun orang tua mereka, bahkan untuk melayani tamu.


"Sudahlah, kita tidak perlu ikut campur, mungkin saja keduanya sedang sibuk atau sakit, kita tidak tahu bukan." Jawab Nara. Citra pun mengangguk.


Sekarang adalah giliran mereka memberi selamat, tak banyak yang di ucapakan oleh Marcel dan Nara maupun Reno dan Citra. Intinya mereka memberi selamat dan juga doa agar pernikahan mereka akan selalu bahagia, dan berikan anak-anak yang baik dan juga pintar. Mereka pun pulang setelah memberikan selamat pada Amara dan Alex.


Apartemen Sisca.


Sejak sore tadi Sisca terlihat kesal pada Gio, pasalnya Gio tiba-tiba saja berada di samping nya saat bangun bahkan memeluk nya, setelah tidak memberi kabar padanya satu hari kemarin, dengan alasan dia sibuk.


"Sudahlah jangan marah lagi, aku benar-benar sibuk, aku minta maaf Sisca." Ucap Gio yang sudah kesekian kalinya ia meminta maaf.


Sebenarnya Sisca pun sudah memaafkan Gio, hanya saja saat ini ia ingin mengerjai Gio, karena seenaknya saja masuk kedalam kamar apartemen dan kamar nya secara diam-diam.


"Kau seperti tidak ikhlas meminta maaf padaku !" Jawab Sisca ketus membuat Gio menghela nafas nya kasar.


Gio yang sudah kesal karena sudah meminta maaf beberap kali,tapi tak kunjung di beri maaf, Gio pun menarik tubuh Sisca ke dalam pangkuan nya yang membuat Sisca sedikit berteriak karena kaget juga merasa kesal.


"Ck turun kan aku!" Ucap Sisca dengan memukul bahu Gio yang tidak di dengar oleh nya.


"Tidak akan, sebelum kau memaafkan ku !" Ucap Gio tersenyum pada Sisca.

__ADS_1


Sisca berdecak kesal, dan menatap Gio."Aku memaafkan mu, jadi sekarang turun aku!"


Gio menggelengkan kepalnya. " Beri aku c*uman, aku sudah sangat merindukan mu!" Ucap Gio membuat Sisca semakin kesal", Tidak akan, itu hukuman untukmu, kau bolang rindu, ch nyatanya kau tidak mengabariku."


"Satu hari aku tidak mengabarimu, maafkan aku, karena kemarin aku sedang berbicara dengan Marcel !"


"Benar satu hari, tapi hari-hari kemarin nya kau hanya mengabari ku saat malam saja, ch menyebalkan, padahal aku tahu jika kau di sana tidak sesibuk itu bukan!"


Gio tersenyum, Sisca tidak tahu saja apa ua g sudja Gio kerjakan, dia hampir berada di depan laptopnya setiap saat dan hanya sebentar ia tidak memegang laptop nya, hanya untuk mengobrol dan merilekskan dirinya.


Gio semakin memeluk tubuh Sisca semakin erat, dan menatap dalam mata Sisca. "Jangan menyiksaku Sisca, aku sungguh merindukanmu."


Perlakuan Gio membuat Sisca luluh hingga akhirnya Sisca menc*um bibir Gio yang di sambut suka cita oleh nya, perasaan rindu yang mereka salurkan bersama.


Minggu pagi di mansion, Nara dan Marcel yang masih di dalam kamar dengan diselimuti selimut tebal.


Mereka sebenarnya sudah terbangun, namun Nara seolah enggan melepas pelukan suaminya, mengingat jika Marcel akan pergi keluar kota dengan waktu yang cukup lama.


"Hey sayang bangunlah, ini sudah hampir pukul 8, apa kau tidak lapar hmm ?" Tanya Marcel dengan lembut, ia mengerti mengapa Nara bertingkah seperti ini, karena istrinya yang enggan jauh darinya.


"Aku lapar, tapi aku ingin kau yang memasak, beberapa hari ke depan kau tidak akan memasak untuk ku lagi bukan ?" Pinta nya pada Marcel yang di senyumi oleh nya.


Istrinya ini mode manja nya sudah keluar, dan itu membuat Marcel sangat gemas, dia suka jika Nara manja padanya, karena pikirnya jika bukan dia yang memanjakan lalu siapa lagi, Nara yang tidak pernah merasakan kasih sayang, sejak kecil, maka kini ia yang memberikan nya pada istrinya, kebahagian Nara baginya adalah hal yang paling utama.


"Baiklah, apa yang ingin kau makan dan anak kita?" Tanya Marcel sambil mencubit gemas hidung Nara.


"Omlate yang pernah hubby masak saat di Maldives." Jawab Nara tersenyum.


"Ok, sekarang bersihkan diri lebih dulu, lalu kita ke dapur!" Ujarnya pada Nara yang di angguki oleh nya.

__ADS_1


"Masakan Hubby memang selalu yang ter the best." Ucap Nara sambil mengangkat dua jempolnya ke arah Marcel.


Marcel terkekeh sambil memberikan segelas susu strawbery pada istri manja nya.


"Sekitar jam 10 kita akan ke rumah sakit, memeriksa kandunganmu." Nara mengangguk.


"Hmm aku ingat, aku tidak sabar untuk segera kesana, aku ingin lihat perkembangan nya, semoga dia sehat ya hubby." Harap Nara.


"Ya, keduanya, ibu dan anak nya juga, harus selalu sehat." Ucap Marcel.


Nara tersenyum dan meminum susu yang sudah di buatkan Marcel sampai habis, dia akan merindukan momen ini, tiga hari ke depan mungkin akan cukup berat dia lewati, karena perlakuan Marcel yang selalu manis membuatnya merasa nyaman dan senang.


Begitu pun dengan Marcel, karena jika ia pikir, jika ini kali pertama ia akan berjauhan dengan istrinya, sebetulnya dia juga ingin membawa Nara, namun itu tidak mungkin, selagi dia bel tahu bagaimana keadaan di sana, dan lagipula saat ini Nara tengah mengandung dan tidak bisa berpergian jauh lebih dulu.


Saat ini mereka tengah berada di rumah sakit, seperti apa yang di katakan Marcel, Nara akan memeriksakan kandungannya.


Sebuah layar monitor memperlihatkan keadaan di dalam rahim Nara, mereka tersenyum setelah mendengar penjelasan dokter jika anak mereka dalam keadaan sehat.


"Untuk ibunya jangan banyak pikiran, usahakan selalu senang, agar anak nya juga selalu sehat, karena jika stres itu juga akan berdampak pada perkembangannya." Ucap Dokter wanita itu yang bernama Reni, memberikan saran pada Nara, setelah cukup banyak juga saran yang ia berikan pada pasangan suami istri ini..


"Terimakasih dokter atas semua saran yang sudah diberikan, kami pasti akan mengingatnya dengan baik.' Marcel yang memberikan jawaban pada dokter itu dan Nara hanya tersenyum seolah ia setuju dengan apa yang dikatakan suaminya.


Dokter Reni pun memberikan beberapa obat pada Nara, dan tak lupa kembali mengingatkan Nara agar terus meminumnya.


"Hubby, kau akan berangkat jam berapa?" Tanya Nara.


Marcel melirik jam tangan nya. "Sore sayang, sekitar pukul 4!"


Nara mengangguk." Bisakah kita jalan-jalan dulu, sebelum kau berangkat?" Pinta Nara yang di angguki Marcel.

__ADS_1


"Baiklah kau mau kemana?" Tanyanya.


"Ke mall saja, kita cari ramen, aku ingin makan ramen saat ini." Jawab Nara sambil membayangkan semangkok ramen yang tersedia di hadapannya.


__ADS_2