
Wilona meraih ponselnya dan mencari kontak HP, Nara.
Tuut tuut tuut, telepon pun tersambung namun tidak kunjung diangkat oleh Nara.
"Ch. Kemana dia ?" Kesal Wilona, namun ia terus mencobanya hingga Nara mengangkat telepon darinya, namun setelah beberapa kali ia terus mencoba, Nara tidak juga mengangkat telepon darinya.
Hingga akhirnya dia menyerah dan akan mencobanya lagi di siang hari, pikirnya.
Sementara di kediaman Admaja, Nara tengah sarapan bersama keluarga nya, dan tidak memegang ponselnya.
Setelah sarapan, Nara mengantar Marcell sampai di pekarangan Mansion.
"Kau tidak kemana-mana hari ini ?"
"Siang nanti, jika jadi, Ibu akan mengajakku ke salon, !" Jawab Nara.
Marcell mengangguk " Kabari aku jika kau dan ibu jadi pergi!"
"Aku tahu, ah ya jika tidak jadi bolehkah aku menemui Citra ?" Pintanya pada Marcell, dengan harapan Marcell bisa mengizinkan nya.
Marcell terdiam memikirkan permintaan istrinya. Marcell pun merasa tidak tega karena Nara biasa memiliki kegiatan setiap harinya, dan kini ia hanya berdiam diri mansion. "Baiklah kau boleh pergi menemui temanmu, namun kau meski di antar supir dan di jaga oleh orang-orang ku !"
Mendengar jika dirinya mendapat izin dari suaminya, Nara pun mengangguk senang."Siap boss, yang penting aku bisa bertemu dengan Citra !"
Marcell yang gemas mengacak - ngacak rambut istrinya yang membuat Nara kesal.
"Marcelll, kan berantakan !" Kesal Nara.
Marcell terkekeh. "Teteplah seperti ini, aku senang dengan kau yang manja padaku !" Pintanya pada Nara..
__ADS_1
"Kau senng jika aku ke kanak-kanakan ?" Heran Nara, karena setaunya banyak pria yang suka jika wanita bersikap dewasa.
"Hmm aku senang, asal tidak berlebihan dan tetap menjadi dirimu sendiri, aku berangkat, jangan lupa untuk mengabari ku !" Pamitnya pada Nara dan mengingatkan nya dengan pesan yang sudah ia katakan pada istrinya, sebelum masuk ke daalm mobil Nara mencium tangan Marcell yang menjadi kebiasaan baru untuk nya dan juga Marcell yang mencium kening istrinya.
Setelah kepergian Marcell, Nara kembali masuk kedalam Mansion dan melangkah menuju kamarnya.
Saat di kamar Nara mencari ponselnya dan ingin mengabari Citra jika mungkin siang nanti dia akan mengajaknya bertemu, namun setelah menemukan ponselnya, ia terkejut mendapati nama Wilona yang sudah beberapa kali mencoba menghubunginya.
"Untuk apa dia menghubungiku !" Tidak mau memikirkan Wilona ia mengangkat kedua bahunya acuh, tidak peduli.
Stelah itu ia lebih memilih mencari kontak Citra dan mengirim pesan jika siang nanti dia mengajak bertemu, meski jadi berangkat dengan ibu mertuanya, pikir Nara tidak akan masalah jika dia juga akan mengajak Citra.
Marcell yang baru tiba di perusahaan, dan turun dari mobilnya tepat di lobi. Marcell pun berjalan memasuki perusahaan, namun setelah beberapa langkah ia terkejut dengan adanya seorang wanita yang memanggilnya, dan Marcell tahu itu siapa.
Marcell, tunggu!" Panggilnya setelah cukup lama ia menunggu Marcell didepan perusahaannya.
Marcell mendengus kesal, di pagi hari ia harus berhadapan dengan nya lagi.
"Marcell, aku sudah cukup lama menunggu mu disini!" Ucapnya dengan nada manja, seolah ia sedang mengadu pada Marcell.
Marcell peduli ?
Jawabannya tidak, ia malah kembali melangkah kan kakinya masuk kedalam perusahaanya, namun lagi -.lagi wanita itu menghentikanya, bahkan dengan berani memegang tangannya erat.
Marcell menoleh dan menatap tajam wanita itu, namun wanita itu malah tersenyum manis padanya yang membuat Marcell jengah.
"Lepas !" Tegas Marcell padanya, namun wanita itu hanya menggelengkan kepalanya dan tetap tersenyum dengan manis.
"Lepas !" Ucap nya lagi yang masih tidak lakukan olehnya.
__ADS_1
Kesal dengan sikap wanita itu Marcell menghempaskan kasar hingga wanita itu tersentak kaget.
"Apa kau tidak bisa sopan pada wanita sepertiku, kau menyakitiku Marcell !" Ucapnya sendu dan dengan berbicara sedikit keras agar orang sekitar dapat mendengarnya.
Marcell tersenyum miring dan mendekat ke arah wanita itu yang semakin melebarkan senyumannya. Marcell tahu maksud dari wanita itu ingin mempermalukan dirinya, hingga ia mungkin harus mengikuti apa yang dia inginkan.
"Lalu, apa kau juga tidak malu, terus mendekati pria yang sudah jelas sudah beristri !" Balas Marcell membuat wanita ifi bungkam, dan melirik sekelilingnya yang mulai membicarakannya.
"Hey nona, apa kau ingin menjadi pelakor, memalukan !" Ucap seorang ibu-ibu yang kebetulan ada disana melihat drama pagi di depan perusahaan Admaja Company.
Sial, Batin wanita itu, ia tidak menyangka jika Marcell akan membalas perkataannya.
"Amara kau salah jika ingin bermain - main denganku, pergi dari sini, atau aku akan meminta security agar menjauh dari perusahaanku!" Lanjut Marcell membuat Amara menggertak kan gigi nya kesal.
Ya, wanita itu adalah Amara, dia benar-benar sangat berniat untuk mengambil kembali Marcell menjadi miliknya, bahkan ia rela menunggu kedatangan Marcell hingga kurang lebih satu jam.
Amara menggelengkan kepalanya dan menatap Marcell "Aku ingin melamar kerja di perusahaan mu, tolong kau berikan aku posisi yang pantas di perusahaanmu, seperti menjadi sekretaris mu, ku rasa kau bisa menerima permintaanku bukan ?" Paparnya pada Marcell mengatakan niat nya yang ingin bekerja di perusahaan ini.
"Kau ingin melamar kerja, heh, itu bukan bagianku untuk mengurus pelamar kerja, ku berikan saja pada HRD !" Jawab Marcell, dan pergi meninggalkan Amara setelah mengatakan hal itu.
Amara mengejar Marcell "Kau kan CEO, kau hanya tinggal menunjukkan tempat dimana aku kerja, aku yakin mereka akan mengikuti instruksi darimu. Marcell kita pernah memiliki hubungan di masa lalu, tidak bisakah memberikan toleransi untuk ku, agar bisa langsung bekerja dan menjadi sekretaris mu?"
Marcell menggelengkan kepalanya, dan menatap Amara, sungguh ia benar-benar kesal, mood baik di pagi hari harus rusak hanya karena wanita ini.
"Admaja Company, bukan perusahaan yang asal tunjuk memilih karyawan, mereka harus melalui prosedur yang sudah ditetapkan oleh perusahaan, jika kau tidak bisa mengikuti, silahkan cari tempat kerja lainnya!" Ujar Marcell pada Amara, yang benar tidak merasa malu sedikitpun, bahkan meminta terang-terangan untuk dijadikannya sekretaris.
Reno dan Gio yang sudah lebih dulu sampai, dan sedang bersantai sejenak sebelum memulai bekerja, ia dikejutkan dengan laporan dari resepsionis yang menghubunginya, jika Marcell sedang diganggu oleh seorang wanita di depan perusahaan, sontak membuatnya langsung bergegas melihat apa yang terjadi meninggalkan Gio di ruangannya.
Naya yang melihat Reno berlari menuju lift dan ingin bertanya tidak dihiraukan olehnya membuatnya merasa heran, namun ia tidak peduli, dan duduk di kursinya menunggu kedatang Marcell.
__ADS_1
Dari arah perusahaan Reno terlihat setengah berlari menghampiri Marcell, dan Gio terkejut mendapati Amara bersama dengan Marcell.