
Marcel tersenyum."Siap, Rey, kota ke mall !" Ujar Marcel pada Reyhan yang menyetir mobil mereka, dan di samping nya ada Kayla yang terus mengikuti dan melindungi Nara, Reyhan pun juga adalah salah satu bodyguard yang sudah di sediakan oleh Drax, di luar juga ada satu mobil yang mengikuti mereka tanpa sepengetahuan Nara, karena Nara pasti akan mengeluh dan merasa risih, karena terlalu banyak yang mengawalnya.
Semangkok Ramen sudah ada di hadapan Nara membuat kedua matanya berbinar, seolah ia mendapatkan hadiah.
Marcel terkekeh melihat ekspresi Nara yang sangat senang melihat semangkok ramen yang sudah tersedia, setelah menunggu cukup lama karena pengunjung yang cukup ramai di restoran ini, mungkin karena menjelang makan siang.
"Kau senang sekali sayang!" Ucap Marcel yang melihat Nara sangat senang.
"Hmm, hubby kau itu mudah jika ingin membuatku senang, ada dua, yang pertama makanan, dan yang kedua liburan !" Jawab Nara membuat Marcel mengangguk, dia sudah paham akan istrinya ini, jika wanita lain mungkin yang membuat nya senang adalah berbelanja barang bermerk, tapi Nara memilih mengenyangkan perut nya juga berlibur meski bukan luar negri, namun itu sudah sangat membuat nya senang.
"Habiskan sayang!" Ucap Marcel pada Nara.
"Tentu, masa tidak di habiskan kan sayang, ini mahal loh. "Balas Nara yang masih saja memikirkan mahal atau tidak dan Marcel hanya tertawa menanggapi perkataan istrinya.
Di luar Mall, Nara merengek ingin di belikan buah mangga muda yang di jual di pinggir jalan, dekat di Mall tersebut, namun meski menyebrangnya dan dia ingin memilih nya langsung, tentu saja Marcel tidak mengizinkan karena dia khawatir pada istrinya, terutama karena harus menyebarang dan jalan nan yang terlihat ramai di lalui oleh banyak nya kendaraan.
"Sayang biar aku saja yang beli yah, kau tunggu disini, atau kita cari tempat lain agar kau bisa memilih sendiri!"
"Tidak aku ingin itu Hubby, lihat itu terlihat segar enak, ayolah aku ingin kesana, jika perlu mobil nya kesana saja!" Pinta Nara. dan
"Sayang, kau tidak lihat itu satu arah" Jawab Marcel yang mulai bingung dengan sikap Nara yang mengidam seperti ini.
Kedua mata Nara terlihat berkaca-kaca dengan pandangan yang terus mengarah ke arah mangga muda yang dijual pedagang yang penjual itu di letakkan di sebuah lemari kaca.
"Bukankah kau bilang, jika akan menuruti semua kemauan ku?" Ucap Nara dengan terisak dan mulai mengeluarkan air matanya.
__ADS_1
Marcel terdiam, benar ia salah karena menolak keinginan istrinya saat ini, namun masalah nya, mereka harus menyebrang dan takut jika terjadi sesuatu pada Nara, entahlah Marcel memang selalu mengkhawatirkan istrinya, maka apapun segala kemungkinan buruk pasti akan melintas di pikirannya.
Marcel pun memutuskan untuk mengikuti kemauan istrinya, dengan Reyhan dan Kayla mengikuti dari depan dan belakang, membantu mereka menyebrang sampai tujuan, sampai di penjual mangga muda yang fi inginkan Nara.
Nara pun tersenyum setelah mendapatkan apa yang dia mau, membuat Marcel merasa tenang, dan menjadi pelajaran untuknya agar tidak menolak keinginan Nara yang sedang mengidam.
Marcel dan Nara menyebrang kembali, namun di kejauhan ada satu buah mobil hitam yang melaju sangat cepat, membuat Marcel dengan cepat menarik Nara dan menghindar dari mobil yang mungkin saja akan menabrak mereka dan beruntung tidak itu terjadi.
Namun Marcel, Nara, para pengawal dan juga orang-orang yang melihatnya terlihat shock.
"Apa yang sudah kau lakukan. Kau tidak lupa bukan dengan apa yang aku katakan !"
"Aku ingat, aku hanya memberikan syok terapi pada nya, dan lebih bagus jika kandungannya akan bermasalah nanti nya !"
Wilona berdecak kesal. "Ch, aku heran, sekarang atau nanti bukankah sama saja? Tenanglah, tidak terjadi apapun pada mereka, ayah bisa mengecek nya bukan, aku hanya tidak sengaja melihat mereka menyebrang jalan, dan tidak sengaja juga aku untuk memacu adrenalin ku di tengah jalan raya yang ramai." Jawab Wilona yang mengingat aksi nya saat hampir saja menabrak Nara, tidak bukan hanya Nara, mungkin juga dengan Marcel, jika mereka tidak berhasil menghindar.
"Haah akan lebih bagus jika aku bisa menabrak mati wanita pembawa sial itu, namun aku masih bisa berpikir jernih, aku tidak ingin semua nya menjadi mudah untuk nya, dia mesti merasakan lebih dulu bagaimana penderitaan ku !" Lanjut Wilona membuat Erick memijat pangkal hidung nya.
Wilona, anak nya ini entah bodoh atau pintar, bukan kah dia tahu, jika Marcel memiliki pengawal yang cukup banyak untuk melindungi mereka, terutama untuk melindungi Nara dan dia yakin jika pihak Marcel kini tengah mencari tahu mobil yang hampir menabrak mereka.
"Ada apa ini i sayang, Wilona ?" Anaya datang menemui anak dan ayah yang sedang berbicara serius.
Apa terjadi sesuatu ? Pikir Anaya.
Erick menatap istrinya, kemudian menceritakan secara singkat apa yang sudah di lakukan oleh Wilona.
__ADS_1
"Wilona, itu sangat berbahaya, jangan lakukan itu lagi!" Ucap Anaya yang lebih memikirkan keselamatan nya, berbanding terbalik dengan apa yang di pikirkan oleh Erick.
Wilona tersenyum pada ibunya, tidak pada Erick yang memberikan senyuman sinis nya.
"Aku harus pulang sekarang!" Ucap Wilona pada kedua orang tuanya.
"Tinggalkan mobilmu disini, dan pakai mobil yang lain nya !" Ujar Erick pada Wilona yang membuat Wilona mengerutkan kening nya.
"Untuk Kapa ? aku tidak mau !" Tolak Wilona, karena mobil yang ia pakai, belum lama ia beli.
"Apa kau bodoh, pihak Admaja, pasti kini sedang menyelidiki mobil mu, CCTV di jalan raya banyak Wilona, mereka pasti memiliki tim yang ahli di bidang IT, terserah jika kau ingin tertangkap, maka lakukan apa yang kau mau, ayah tidak peduli lagi!" Ucap Erick langsung meninggalkan mereka ke ruang kerjanya.
Bodoh, ya aku bodoh!
Kedua tangan Wilona terkepal kuat, ayahnya kini mengatainya anak yang bodoh. Namun ia tidak bisa menyangkalnya, karena apa yang di katakan ayahnya, ada benar nya juga.
Anaya kemudian membujuk Wilona agar mau mengikuti perintah ayah nya, dia tidak ingin, anak nya, Wilona merasakan tinggal di balik jeruji besi, itu akan sangat menyiksanya.
"Sayang, ayah mu benar, lebih baik kau tidak menggunakan mobil mublebih dulu!" Pinta Anaya pada Wilona dengan lembut.
Dengan rasa kesal nya, Wilona mau tidak mau mengikuti saran dari kedua orang tuanya, karena dia pun tidak ingin jika harus berurusan dengan pihak kepolisian.
Nara!
Apa sebegitu pentingnya dirimu ?
__ADS_1