
Tak lama di pun sampai ke tempat tujuan. Sebuah apartemen, apartemen Aeri.
"Do Yun, ada apa, mengapa kau datang pagi - pagi sekali ?" Aeri yang terkejut mendapati Do Yun berada di depan apartemen nya.
Tanpa menjawab pertanyaan Aeri, Do Yun masuk ke dalam apartemen dan menatap tajam Aeri. "Kau ceroboh Aeri. Kau membuat ayah ku tahu jika kita memiliki hubungan !"
Kedua bola mata Aeri membola. "APA! BAGAIMANA BISA, Do Yun selama ini aku tidak pernah memprlihatkan jika kita dekat!" Bela nya.
Do Yun menatap Aeri dan berdecih. "Lalu bagaimana mereka tahu hubungan kita hah, dengar ini Aeri, karena ayah ku tahu, aku dan kau memiliki hubungan, aku tidak bisa membuat scandal tentang nya di bongkar, yang justru saat ini tengah berbalik padaku !" Hardik nya yang malah menyalahkan Aeri.
Aeri terdiam."Kau malah menyalahkan ku Do Yun, Do Yun mungkin saja mereka menyelidiki kita!"
Do Yun mengusap wajahnya kasar. "Sekarang kau pergi saja dari sini dan jangan tampak kan dirimu di hadapan ku, jika bisa menjauh dari kota ini !"Usirnya pada Aeri.
"Kau meminta ku untuk menjauh, tidak bisa Do Yun, aku memiliki pekerjaan disini!" Tolak Aeri, meninggalkan kota, di saat karir nya tengah berada di atas, tentu Aeri menolak.
"Jangan membantah Aeri, aku tidak ingin hubungan kita sampai tercium ke publik, apa lagi sampai istriku tahu." Kesal nya karena Aeri tidak ingin mengikuti sarannya.
Kedua tangan Aeri terkepal kuat, meski ia hanya menjadi simpanan, namun ia sudah memiliki hati pada Do Yun, lagi pula Do Yun adalah sumber uannya ia tidak bisa lepas dan pergi darinya begitu saja, bahkan jika harus meninggalkan kota dan juga karirnya, Aeri tidak ingin rugi sendiri.
"Kau tidak bisa membuat ku pergi dari mu begitu saja, ingat Do Yun. Aku memiliki banyak rahasia tentang mu." Ucap Aeri pada Do Yun yang membuatnya semakin marah.
Do Yun melangkah dan mendekati Aeri, yang bahkan ia mencekik leher Aeri hingga Aeri merasa sesak dan memukul - mukul tangan Do Yun agar melepaskannya.
"Jangan mengancam ku Aeri, kau tidak sebanding dengan ku, pergi menjauh dari ku, atau aku akan membunuhmu saat ini juga!" Ucap Do Yun dan langsung menghempaskan Aeri hingga ia tersungkur dan terbatuk - batuk karena merasakan sakit di leher dan kembali bisa bernapas meski masih terasa sesak.
__ADS_1
Do Yun melihat ponselnya karena ada satu pesan yang masuk, dan lalu ia menatap kembali Aeri. "Aku akan pergi, dan aku ingin kau sudah menghilang dari kota ini!" Ucap Do Yun dan langsung melangkah keluar apartemen tanpa perduli pada Aeri yang terlihat kesakitan dan sedang mengatur napasnya karena cekikan darinya.
"Brengsek kau Do Yun !" Umpat Aeri.
Di dalam mobil Do Yun menelpon seseorang yang telah memberikan pesan padanya.
"Pastikan kau menangkapnya, aku tidak peduli cara apa yang akan kalian pakai, aku hanya ingin kalian bisa membawanya ke hadapanku,aku sudah membayar kalian banyak!" Ucap Do Yun pada seseorang di balik telepon.
Do Yun pun terlihat menyeringai, karena apa yang sudah ia prediksi ternyata benar. Dan ia harap semua rencananya akan berjalan dengan lancar.
Sementara itu Ye Joon terlihat menyenderkan punggungnya ke sofa, setelah ia merasa lega karena Do Yun gagal mempublish scandalnya karena ancaman balik darinya, dia tahu Do Yun sangat mencintai istrinya, namun nafsu mengalahkan semua nya.
"Apa dia menemui wanita itu ?" Tanya Ye Joon pada Bom Seok.
"Benar, mungkin untuk mengakhirinya." Jawab Bom Seok. Yee Joon tersenyum. "Aku tidak yakin dia akan berhenti dengan Aeri."
Ye Joon mengangguk. "Bawa wanita itu ke hadapanku, kita korek informasi dari nya, Bom Seok, bagaimana dengan cucuku ?" Tanya Ye Joon kemudian.
"Cucu anda di pastikan akan sampai pagi ini tuan." Lapornya pada Ye Joon.
"Pastikan penjagaan untuk nya, aku yakin anak itu tahu jika cucuku akan datang!" Ucap Ye Joon yang di angguki oleh Bom Seok.
"Anda tenang saja tuan besar, kami sudah memberikan penjagaan yang cukup ketat di bandara, terlebih tuan Marcel juga memberikan pengawalan yang ketat di sisi cucu anda. " Ujar Bom Seok meminta agar Ye Joon tenang dan menunggu.
Ye Joon mengangguk puas."Aku hanya ingin menebus dosaku, cucuku, dia tidak tahu apapun, tapi ia yang mendapatkan penderitaan ini. " Ucap Ye Joon yang sangat merasa bersalah.
__ADS_1
Bom Seok pun hanya bisa terdiam, ia tidak bisa berkata apapun. Rumit itulah yang ada di dalam benaknya.
Marcel yang berada di sebuah hotel menunggu sangat ingin menjemputnya, namun itu tidak bisa, karena suatu alasan.
"Kendrik dia baik-baik saja bukan?" Tanya Marcel pada Kendrik yang baru tiba dengan wajah pucat nya. "Ini, beberapa mobil terlihat mengejar mobil nona Nara!" Ucap Kendrik membuat Marcel terkejut.
"APA ! Bagaimana bisa bukankah pengawalan sudah cukup ketat!"Hardik Marcel yang marah dan takut jika akan terjadi sesuatu pada Nara, istrinya.
"Semua sudah bergerak melindungi nona. kita hanya bisa berusaha dan berdoa agar tidak terjadi sesuatu pada nona Nara!" Ucap Kendrik membuat Marcel semakin risau.
Sesuai dengan apa yang di katakan oleh Kendrik, jika di jalanan terlihat beberapa mobil melaju dengan kecepatan, mobil hitam yang di kejar oleh dua mobil di belakangnya, membuat keadaan semakin tegang.
Kedua mobil itu bergerak lebih cepat hingga bisa menghalau mobil yang mereka kejar, hingga decitan suara mobil terdengar karena mengerem secara mendadak.
Kedua mobil yang mengejar itu keluar beberapa orang dengan senjata dan wajah dari mereka yang tertutupi oleh masker.
Salah satu dari mereka mengetuk kaca mobil dengan cukup keras, memaksa untuk mereka yang berada di dalam mobil untuk keluar.
Hingga keluarlah seorang wanita dengan rambut yang terikat, dengan wajah tertutupi masker, juga dua orang pria yang berada di kursi depan, mereka keluar dengan tenang membuat mereka yang mengejarnya merasa heran.
Salah satu dari mereka yang dekat dengan wanita itu pun membuka masker hitam di wajahnya, dan ternyata mereka telah salah target.
Kayla, ia tersenyum pada mereka karena berhasil di kelabui oleh Bodyguard The Admaja.
"Salah target?" Ucap Kayla dengan berbahasa Inggris dan langsung menyerang mereka bersama kedua pria yang bersama dengannya.
__ADS_1
Satu mobil di dari mereka berhasil lolos, namun satu mobil lainnya berhasil di amankan oleh Kayla dan dua temannya, yang akan di bawa ke hadapan Marcel dan Kim Ye Joon.
Lalu dimana Nara?