Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 111


__ADS_3

Nara pernah merasa kesal pada Marcel karena membuatnya terkurung di dalam kamar satu hari penuh bahkan mungkin dua hari, karena ulah suami nya dan Nara akhirnya merasa lemas, suami nya ini benar- benar kuat dan selalu menggempur nya, entah itu malam atau siang hari, niat ingin beristirahat di kamar hotel justru membuatnya kelelahan.


Dan kini Marcel membayar kekesalan Nara dengan mengikuti apa yang di inginkan oleh nya yang justru memang tidak akan masalah untuk Marcel, karena tanpa di minta Marcel pasti akan memberikan apapun untuk istri cantik nya.


Marcel pun memanggil orang suka memfoto dan langung bisa dicetak di tempat, mereka pun langsung mencari sebuah tempat yang tepat dan berlatar pantai di belakang nya, tidak hanya satu bahkan beberapa poto yang mereka ambil.


"Bagus, semua bagus hubby. "Ucap Nara setelah melihat beberapa yang di ambil.


Mereka pun memutuskan untuk mencetak semua nya, tanpa menunggu terlalu lama beberapa poto merekapun sudah di cetak dan Marcel memberikan satu buah poto pada pekukis disana untuk melukisnya dan akan di ambil di sore hari ketika sudah selesai.


"Sekarang kita kemana lagi?" Tanya Marcel pada istri cantik nya.


Nara sedikit berpikir dan akhirnya ia memilih untuk mencari tempat makan. " Kita cari makan saja Hubby, aku lapar." Pinta Nara yang membuat Marcel mengangguk tersenyum.


"Kau mau makan apa, sea food?" Tawar Marcel.


"Apa saja Hubby yang penting makan !" Jawab Nara terkekeh.


Aku banyak makan belakangan ini, sepertinya berat badanku bertambah. Nara yang mulai tidak percaya diri, tapi menahan lapar tidak bisa ia lakukan dan beruntung Marcel tidak mempermasalahkan nya tentang Mereka pun mencari sebuah restoran dan dengan segera memakan nya.


"Sayang kapan kita pulang, kita sudah membeli banyak barang dan oleh-oleh."


Marcel tersenyum mendengar pertanyaan Nara." Kita tidak akan pulang lebih dulu, aku akan mengajakmu ke satu tempat lagi!"


Nara mengerutkan kening nya lagi, kemana apa masih di pulai ini, mereka sudah puas berkeliling, apa masih ada tempat yang bagus, pikir Nara.


"Memang kita akan kemana lagi Hubby?" Tanya Nara pada Marcel.


"Kau akan tahu nanti sayang." Jawab Marcel dam Nara yang mendengar itu berdecak kesal.


.


.

__ADS_1


Jakarta.


Amara dan Alex tengah di sibukan dengan persiapan pernikahan mereka yang akan di gelar dalam kurang dari 3 minggu lagi. Alex membiarkan Amara memilih semua yang ia suka, perihal gaun, konsep dan yang lain nya.


Saat ini mereka tengah berada di apartemen.


"Alex, pokok nya ketika kita menikah, aku tidak ingin tinggal bersama kedua orang tuamu di rumahmu dan kita tinggal disini saja, lagi ok, kecuali jika mereka sudah menerimaku, terlebih ada adikku yang saat ini hidup denganku."


Alex mengerti dengan ke kekhawatiran Amara, karena dia jiga tidak mungkin membawa Amara tinggal bersama dengan kedua orang tua nya dan Alex sebenarnya sudah mempersiapkan tempat tinggal untuk mereka setelah mereka menikah, bukan Apartemen tapi sebuah rumah yang besar.


"Aku mengerti Amara kau tidak perlu khawatir, aku sudah mempersiapkan semuanya, aku sudah membelikan rumah yang besar untuk kita dan adikmu juga. "


"Benarkah?" Tanya Amara lagi, ia tidak menyangka jika Alex sudah mempersiapkan semuanya.


"Hmm, aku tidak pernah berbohong bukan, jadi jangan membicarakan hal ini lagi, mengenai kedua orang tua ku, aku akan berusaha agar mereka bisa menerimamu!"


"Hmm baguslah, sekarang kau mau pulang apa menginap disini!"


"Tentu aku akan menginap, sudah lama bukan kita tidak tidur bersama, semenjak ada adik mu dan tinggal bersama dengan mu disini."


Alex menarik pinggang Amara dan menempelkan nya dengan tubuh nya. " Ya jika orang lain aku tidak peduli, namun ini adalah adikmu, aku tidak ingin adik mu berpikir apa lagi mencontoh apa yang kita lakukan, kau mengerti !" Ucap Alex dengan lirih di telinga Amara.


Amara terdiam ia membenarkan ucapan Alex. " Kau benar, maka sekarang lebih baik kau pulang saja !" Ujar Amara yang kemudian meminta Alex pulang.


"Ck, bukankah aku sudah katakan jika aku akan menginap dan aku tidak akan menarik kata-kata ku yang sudah keluar, lagi pula adikmu sudah tertidur bukan?"


"Terserah kau saja?" Pasrah Amara yang Alex tersenyum puas. membuat


Reno dan Citra sudah kembali dari Amerika, menemani tua Arya dan kini mereka tengah menikmati hari liburnya, Reno teringat akan Citra dan belum sempat menghubunginya sejak malam itu.


Dia pun mencari kartu nama yang di berikan oleh Citra, karena lupa menyimpannya dimana.


"Ck dimana kartu mama itu, ceroboh sekali kau Reno." Monolog nya sendiri.

__ADS_1


Reno mencari ke segala penjuru bahkan ke dalam mobil sport nya dan benar saja ia menemukannya di sana tergeletak di atas nakas di dalam mobil.


"Pantas tidak akan ketemu di apartemen tidak tahunya dia ada disini. " Kesal Reno pada dirinya sendiri karena menyimpan sembarangan benda yang berharga.


Reno pun kembali ke apartemen nya dan mulai


mencoba menghubungi Citra. tut tut tut... Telepon pun tersambung namun tak


kunjung di angkat oleh Citra.


"Kemana dia, apa dia sudah tidur ?" Tanya nya pada diri nya sendiri dengan melihat jam dinding yang menunjukan pukul 11 malam.


Reno terkekeh. " Mungkin saja dia sudah tidur, ini sudah hampir tengah malam, baiklah aku akan menelponnya lagi besok!"


Reno pun memutuskan masuk kedalam selimutnya dan menutup mata, mengistirahatkan badan nya yang sudah terasa lelah..


Maladewa.


Pagi hari, Marcel yang terlihat khawatir mendengar istri nya yang sedang memuntahkan isi dalam perut nya.


"Sayang buka pintu nya, ada apa dengan mu. kau baik-baik saja bukan?" Tanya Marcel di depan pintu kamar mandi.


Di dalam kamar mandi Nara terlihat pucat karena sudah banyak mengeluarkan cairan dalam perut nya.


"Aku tidak apa Hubby, tunggulah aku akan segera keluar." Ucap Nara menenangkan Marcel yang sangat khawatir padanya.


Nara melihat dirinya di pantulan cermin dia terlihat tersenyum. " Apa ini tanda kehamilanku?" Monolog nya sambil tersenyum pada cermin.


Nara sudah ingat jika seharusnya di minggu ini dia sudah datang bulan.


"Aku akan mengecek nya lebih dulu, baru aku beritahukan pada Marcel, aku tidak sabar melihat ekspresi Marcel seperti apa ?" Ucap nya terkekeh, dia harap ini adalah benar kehamilan nya.


Marcel yang berada di luar kamar mandi tidak merasa tenang sedikit pun, meski Nara sudah berkata baik - baik saja.

__ADS_1


Tak lama Marcel melihat istri cantik nya, keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat pucat.


"Sayang kita ke dokter ya ?" Bujuk Marcel pada Nara.


__ADS_2