
"Lalu apa kau ingin aku terlihat jelek di depan semua orang?" Tanya Nara sedikit kesal dan berdiri membelakangi cermin dan menghadap Marcell dengan Gaun pengantin yang masih melekat di badan nya.
Marcell menggelengkan kepalanya. " Bukan begitu, kau tidak dandan pun sudah sangat cantik dan setelah kau berdandan kau seperti bidadari yang turun dari langit, maka berdandan lah seperti biasa, aku tidak ingin para pria melihat mu dan bahkan menjadi sangat menginginkanmu!"
Nara tersenyum. " Lalu apa kabar mu hubby, sudah beberapa wanita yang mengejar mu bahkan secara terang-terang ngan. Jika begitu bisa kah kau juga tutup wajah tampan mu itu!" Balas Nara yang membuat Marcell terkekeh gemas pada istrinya karena bisa membalas perkataanya yang sangat benar adanya.
Marcell mencubit gemas hidung Nara yang membuatnya kesal. " Hubby ... !"
Marcell pun bangkit dan mengangkat Nara dan lalu mendudukinya di atas meja rias dan Marcell pun mencium bibir ranum Nara dengan lembut, yang sudah menjadi candu untuk nya dengan tangan yang menahan tengkuk Nara agar memperdalam ciuman nya.
Nara memejamkan matanya menerima ciuman dadakan dari suaminya, mereka pun larut dan menikmatinya, hingga Marcell menyudahinya karena tidak ingin ia sampai menginginkannya lebih, karena dia sudah memiliki rencana untuk membuat istrinya bahagia.
"Bersihkan lah dirimu lebih dulu, aku akan menemui Reno lebih, ada hal yang ingin ku bicarakan !" Ujar Marcell pada Nara yang di angguki oleh nya.
"Oh ya pakailah Gaun yang sudah aku siapkan di atas nakas, kau berdandan lah cantik hanya untuk ok?" Ujar Marcell dan Nara mengangguk pasrah.
Gaun, untuk acara apa lagi? Pikir Nara.
Sebelum pergi ke kamar mandi Nara meminta tolong pada Marcell untuk membuka resleting gaun pengantinnya dan Marcell pun melakukannya dengan senang hati, meski dirinya harus menahan hasratnya untuk tidak menyentuh Nara saat ini karena melihat punggung Nara yang putih dan halus, dan Marcell yang mengerti Nara sudah kelelahan karena sudah berdiri terlalu lama.
Nara pun bergegas kekamar mandi sambil mengais gaun panjang dan lebarnya dan Marcell lum hanya tersenyum melihatnya, jika dipikir oleh menjadi wanita memang merepotkan.
Marcell pun keluar kamar dan mencari keberadaan Reno dan rupanga sahabat nya itu tengah bersama dengan Ayah nya.
Reno dan Arya tengah bercengkrama, dan Arya menanyakan hubunganya dangan Citra.
"Tidak om, kami baru saja saling mengenal, mana bisa langsung di sangka memiliki hubungan." Sergah Reno karena memang benar seperti itu.
"Begitukah, om kira kalian memang memiliki hubungan, kalian sudah terlihat sangat cocok !" Balas Arya.
"Doa'akan saja Yah, agar Reno berjodoh dengan Citra, aku kira juga merek cocok !" Marcell yang tiba-tiba ikut bergabung berbicara dengan Arya dan juga Reno.
__ADS_1
"Dimana istrimu?" Tanya Arya.
"Nara sedang membersihkan diri yah!" Jawab Marcell lalu duduk di dekat Reno.
"Aku kira kau akan langsung lembur untuk menyicil membuat juniormu!" Balas Reno yang membuat Marcell terkekeh dan Arya hanya tersenyum.
"Ck, Apa semua persiapan sudah selesai ?" Tanya
Marcell yang tidak ingin membahas hal yang privasi menurutntnya dan mereka hanya cukup mendengar kabar bahagia dari nya dan juga Nara.
Reno mengangguk. "Sudah, kalian akan pergi malam ini, dengan jet pribadi dari ayahmu."
Mendengar itu Marcell pun menoleh ke arah Ayahnya." Terimakasih, ayah."
Arya mengangguk. "Kemana pun kau akan pergi, kau harus berhati-hati, dan bawa kabar baik untuk kami nantinya, dan kabari kami, kau tahu bukan pasti ibumu akan merasa kahwatir!"
"Aku mengerti yah, aku pasti berkabar dan juga kami akan berusaha agar dapat segera memberikan kabar baik untuk kalian!" Balas Marcell.
"Dan jangan lupa oleh-oleh nya !" Reno yang menambahkan, Marcell pun tersenyum dan mengangguk karena dia pun tidak akan lupa akan hal itu, mereka pum terus berbincang sambil menunggu malam tiba hingga Marcell memutuskan untuk membersihkan diri karena ia pikir, Nara sudah selesai membersihkan diri.
Marcell mendekai istrinya dan memeluk pinggannya posesif. "Kau cantik sekali sayang, aku jadi menyesal membelikanmu gaun ini !"
Nara terkekeh. " Apa aku harus membukanya lagi dan menggantinya ?" Tanya Nara kemudian.
"Tidak, jangan menggantinya, tunggu aku membersihkan diri, setelah ini kita pergi!" Ujarnya membuat Nara heran.
"Pergi kemana?" Tanya Nara, karena dia sudah sangat lelah dan memilih ingin istrirahat.
"Nanti kau akan tahu, aku mandi dulu, kau bergabunglah dengan ibu dan yang lain. !" Ujar Marcell dan Nara mengangguk.
Nara keluar dari kamar dan menemui ibu mertuanya yang sedang bersama dengan Citra dan juga Sisca.
__ADS_1
"Kau cantik sekali." Puji Safira begitu melihat Nara berjalan ke arahnya.
Begitupun Citra dan Sisca yang kagum melihat kecantikan Nara.
"Sepertinya Marcell akan mngajakmu ke suatu tempat?" Tebak Citra.
"Dinner?" Tebak Sisca kemudian.
Nara tertawa, karena diapun tidak tahu Marcell akan membawanya kemana?
Nara duduk di samping Safira dan tersenyum. Aku saja tidak tahu Marcell akan membawa ku kemana." Jawab Nara kemudian.
"Marcell akan memberikanmu kejutan, waah romantis sekali." Ucap Citra yang ikut senang.
Sama hal nya dengan Sisca yang juga ikut senang, di hatinya sudah tidak ada lagi perasaan iri terhadap Nara, ia malah kini mengagumi sosok Nara yang terlihat anggun dan cantik dan sangat baik, jika wanita lain mungkin akan membenci dirinya karena sempat ingin merebut miliknya dan Nara malah bersikap baik padanya.
"Semoga kalian akan terus berbahagia. " Ucap Sisca tulus.
Nara tersenyum pada Sisca. "Kau juga, oh ya, sepertinya kau dan Gio sudah semakin dekat sekarang."
Sisca tersenyum. "Hmm, hanya dekat, belum seperti apa yang kalian pikirkan." Jawabnya, karena dia memang belum sedekat apa yang di pikirkan orang lain.
Nara mengangguk." Ibu tidak lelah ?" Tanya
Nara khawatir pada ibunya karena ia tahu sejak acara resepsi ibunya menemui banyak tamu.
"Tentu ibu lelah, tapi nanti ibu akna istirajat, sekarang ibu mengobrol dahulu dengan kalian. "Jawab Safira, dia tahu menantunya ini sedang khawatir padanya.
Nara tersenyum. " Terimaksih ya bu atas semuanya, aku tidak menyangka acaranya semegah ini, ibu bahkan menyiapakan nya seorang diri." Ucap Nara tulus.
Safira memegang lengan Nara. "Itu sudah menjadi keinginan ibu, ibu tidak sendiri mereka dari WO juga menolong ibu, sudah jangan di bahas, yang penting klaian bahagia, ibu harap kau membalasnya dengan menjaga Marcell dan juga memberikan kami seorang cucu, atau dua lebih baik." Ujar Safira pada menantu cantinya dan Nara tersenyum lalu memelukanya.
__ADS_1
TINGGALKAN JEJAKMU DENGAN CARA KOMEN, LIKE, GIFT AND VOTE
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN NYA