Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 69


__ADS_3

"Ck, ternyata kau yang mengganggu CEO kami!" Ucap Reno membuat Amara kesal, karena tidak menerima jika ia disebut sebagai pengganggu.


Marcell merasa bersyukur Reno dan membantunya lepas dari Amara.


"Aku tidak mengganggunya, lagi pula ini belum waktunya bekerja bukan?" Sergah Amara kesal pada Reno. Reno mengedikkan bahunya acuh mendengar kekesalan Amara.


"Reno, dia ingin bekerja di perusahaan, kau bisa menunjukkan cara yang benar untuk melamar kerja disini bukan?" Tanya Marcell pada Reno, dan Reno pun mengangguk.


"Jadi tugasmu sekarang temani Amara hingga menemui HRD, setelahnya biar HRD yang memutuskan, dia bisa diterima bekerja disini atau tidak !" Ujar Marcell sambil tersenyum miring pada Amara. Setelah itu Marcell menepuk sebelah bahu Reno dan dia segera meninggalkan Amara bersama dengan Reno.


Amara ingin mengejar Marcell, seolah ingin protes jika dia tidak mau seperti pelamar kerja yang lainnya, namun Reno mencegahnya, dengan menahan lengan Amara dengan keras, hingga Amara mengaduh kesakitan.


"****, sakit brengsek, lepas, kau hanya asisten tidak berguna !"


Mendengar itu Reno memutar bolanya malas. "Kau ingin melamar kerja bukan, sekarang mana berkasmu dan aku akan mengantarmu ke ruang HRD!"


"Tidak ada, aku hanya melamar langsung pada Marcell, seharusnya dia langsung menerimaku bekerja menjadi sekretarisnya !"


Reno menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Amara." Marcell sudah memiliki sekretaris, jadi kau tidak dibutuhkan disana, kau tidak ada berkas untuk melamar maka pergi dari sini, jika ingin melamar ku harus menyerahkan berkas yang diperlukan sebagai bahan pertimbanam untuk kau bekerja di perusahaan !" Ucap Reno dengan berusaha sesabar mungkin agar tidak meluapkan amarahnya.


"Pecat saja dia, dan gantikan olehku, aku yakin aku lebih baik darinya !" Jawab Amara dengan percaya diri.


Reno menghembuskan nafasnya, pikirnya jika dia terus meladeni Amara, dia tidak akan pernah selesai." Pergi dan jangan datang lagi kemari!" Ucap Reno tegas membuat Amara menatapnya tajam.


"Kau tidak punya hak untuk mengusirku !" Ucap Amara dan berniat memasuki perusahaan dan ingin mencari keberadaan Marcell.


Reno yang sudah sangat kesal akhirnya meminta security untuk mengusir Amara dari perusahaan Admaja Company.


Tentunya Amara memberontak, hingga akhir nya dengan sangat terpaksa dia pergi dari perusahaan dengan menghentakkan kakinya.


Reno menggelengkan kepalanya melihat Amara, dia heran mengapa ada wanita seperti Amara, setelah memastikan Amara pergi, Reno pun kembali masuk ke perusahaan dan pergi menuju ruangannya.

__ADS_1


Marcell yang berjalan menuju ruangannya, disambut oleh Sisca. Namun Marcell yang masih kesal, tidak menggubris sapaan Sisca dan terus berjalan masuk ke dalam ruangannya.


"Marcell ada apa denganmu, dimana Reno, bukankah dia menyusulmu ke bawah ?" Tanya Sisca yang di acuhkan oleh Marcell.


"Marcell !" Panggil Sisca lagi, dan Marcell tidak menjawabnya lagi, hingga ia akhirnya ia hanya bisa mendengus kesal, dan penasaran apa yang sudah terjadi.


Gio di dalam ruangan Marcell, yah mendengar Marcell sudah berada di ruangannya pun keluar dari ruangan Reno dan pergi menuju ke ruangan Marcell, namun di cegat oleh Sisca.


"Tunggu kau mau kemana, dan siapa kau ?" Tanya Sisca yang heran karena adanya pria lain yang tidak ia kenali, keluar dari ruangan Reno.


"Kau tidak perlu tahu siapa aku, aku akan menemui Marcell !" jawab Gio dan kembali melangkah untuk memasuki ruangan Marcell namun kembali di cegah oleh Sisca.


"Aku sekretarisnya tentu aku harus tau siapa kau !" Ucap Sisca sambil memperhatikan Gio dari atas hingga bawah membuat Gio risih.


"kau penyusup?" Tuduh Sisca yang membuat Gio memutar bola matanya malas.


Sisca yang kesal karena Marcell sangat dingin padanya, kini ia terkejut melihat adanya seorang pria yang keluar dari ruangan Reno dan berjalan kerahanya yang ternyata mau memasuki ruangan Marcell.


"Tunggu kau mau kemana, dan siapa kau ?" Tanya Sisca yang heran karena adanya pria lain yang tidak ia kenali, keluar dari ruangan Reno.


"Aku sekretaris nya, tentu aku harus tau siapa kau!" Ucap Sisca sambil memperhatikan Gio dari atas hingga bawah membuat Gio risih.


"kau penyusup?" Tuduh Sisca yang membuat Gio memutar bola matanya malas.


"Kau menuduhku, ch, yang benar saja, aku bukan penyusup, sekarang menyingkir dari hadapanku!"


"Tidak, sebelum aku tau siapa kau ?"


Gio berdecak kesal, dan mendorong Sisca hingga menyingkir dari hadapan nya, dan Gio akhirnya bisa memasuki ruangan Marcell, namun Sisca dengan sigap mengejar Gio dan ikut masuk kedalam ruangan Marcell.


Marcell yang terkejut mendengar keributan di pintu ruangan nya yang ternyata adanya Gio dan Sisca.

__ADS_1


"Sedang apa kalian, kenapa ribut sekali?" Tanya


Marcell kesal, karena harus menyaksikan sesuatu yang kembali membuatnya kesal.


"Dia memaksa masuk ke ruangan mu Marcell, aku takut dia adalah penyusup !" Ucap Sisca sambil menatap sinis Gio.


Sedangkan Gio, ia hanya mengedikkan kedua bahunya acuh.


"Penyusup!" Heran Marcell mengapa Sisca bisa mengatakan jika Gio adalah penyusup. Sisca pun mengangguk.


Marcell menghela nafasnya "Dia bukan penyusup, kau keluarlah Sisca biarkan dia masuk !"


"Bukan, lalu dia siapa?" Tanya Sisca yang menghiraukan perintah Marcell untuk keluar ruangan.


"Dia Gio, salah satu orang kepercayaan ku setelah Reno, sekarang keluarlah jangan buatku bertambah kesal !"


Sisca berdecak kesal, Marcell tidak mau membiarkannya tetap berada di ruangannya, dia ingin menjadi salah satu orang yang penting bagi Marcell.


Sisca pun dengan kesal keluar ruangan Marcell, dan Gio tersenyum mengejek ke arah Sisca membuat Sisca yang melihatnya mendengus kesal.


"Dia sekretaris mu, tapi sangat berani sikapnya padamu !" Tanya Gio heran karena sekretaris Marcell terlihat tidak segan pada Marcell.


Marcell mengangguk " Mungkin karena dulu kami berteman, duduklah !" Ujar Marcell pada Gio, menyuruhnya duduk di sofa dan Marcell yang mengikutinya duduk bersama Gio. Tak lama Reno pun masuk ke dalam ruangan Marcell, dan ikut bergabung bersama Gio dan Marcell.


"Dia sudah pergi ?" Tanya Marcell setelah melihat Reno yang kini duduk di hadapannya.


Reno mengangguk "Dengan bantuan beberapa security.


"Dia sungguh gila Marcell, perasaan dulu tidak sampai seperti ini !" Lanjut Marcell.


Marcell mengangguk membenarkan "Aku malah semakin ilfeel dan merasa aneh dengan diriku sendiri karena pernah menyukainya !" Ucap Marcell sambil bergidik ngeri membayang kan sikap Amara yang ia lihat kini.

__ADS_1


Reno terkekeh, karena tahu apa yang Marcell pikirkan. Sedangkan Gio hanya diam karena tidak mengerti dengan apa yang mereka bahas.


"Aku akan memesan dulu kopi pada Sisca !" Ucap Reno yang berdiri dari duduk dan Marcell mengangguk.


__ADS_2