
Saat ini mereka tengah berada di toko perhiasan, Alex mempersilahkan Amara untuk mencari cincin yang dia sukai. Kedua mata Amara terlihat berbinar melihat berbagai cincin berlian yang terlihat sangat indah.
Hingga akhirnya dia memilih satu pasang cincin yang harganya mencapai belasan juta.
"Baiklah, apa ada satu set perhiasan, aku ingin lebih bagus dari ini, tapi aku akan mengambilnya di akhir bulan untuk pernikahanku dengan kekasihku!"
Mendengar itu Amara bingung, pikir nya perhiasan ini adalah untuk pernikahan, namun mengapa Alex memesan nya kembali.
"Bukankah ini untuk pernikahan ?"
"Tidak, itu anggap saja sebagai tanda jika ku memang milikku, tunanganku, dan yang nanti adalah untuk pernikahan kita!" Jelasnya pada Amara.
Amara hanya mengangguk senang dan kembali melihat yang ada di jari manisnya.
Setelah memilih perhiasan Alex mengajak Amara untuk berkeliling dan memanjakan Amara membeli apapun yang dia inginkan.
Di salah satu toko pakaian, Nara dan juga Citra tengah asik memilih pakaian.
"Lihatlah harga baju ini sangat mahal, itulah sejak dulu aku tidak mau membeli baju di mall seperti ini !" Tunjuk Nara pada salah satu yang dia pegang, yang diperlihatkan pada Citra.
Citra tersenyum. "Tapi sekarang kau sudah menjadi istri dari seorang CEO, kurasa harga segitu masih kecil buat mu, bahkan dengan pakaian yang kau kenakan, terlihat lebih mahal dari ini!"
Nara memicingkan matanya pada Citra." Benarkah?"
__ADS_1
Citra mengangguk. "Kau tidak tahu, lihat merk baju mu, ini merk baju yang sangat terkenal, bahkan hanya ada beberapa baju yang diproduksi, mungkin harganya bisa sampai belasan atau puluhan juta, aku memang tidak pernah membeli baju sampai harga segitu, tapi aku tahu merk baju terkenal dengan harga yang fantastis, Ra ?"
Nara terdiam dan terkejut, ia tidak menyangka ada pakaian hingga harga sebanyak itu, dan lagi pakaian yang ia pegang saat ini mencapai 2jt, yang menurutnya itu sudah sangat mahal.
"Marcell membelikanku banyak pakaian bahkan barang lainnya, dan dia tidak pernah memberitahuku semua harga barang yang dibeli untukku, kau tahu Cit, aku sekarang seperti harta karun yang berjalan, jika kau bilang harga baju ku yang mungkin bisa sampai belasan atau puluhan juta !" Ucap Rafsya sambil meletakkan pakaian yang ia pegang ke tempatnya dengan wajah cemberut.
Citra terkekeh, melihat wajah temannya yang terlihat kesal, dia tahu apa yang dipikirkan Nara, temannya itu adalah orang yang suka berhemat dan tidak suka boros, dan kini Nara menikahi pria kaya raya yang bisa membelikan nya banyak barang yang mungkin bisa mencapai ratusan juta.
"Ck, orang kampung sepertimu, memang seharusnya belanja di pasar bukan di sini, aku heran mengapa Marcell bisa memilihmu menjadi istrinya, kau mempermalukan Marcell dengan sikap kampungan mu itu, yang tidak tahu tentang merk terkenal !" Celetuk seseorang, yang membuat Nara dan Citra terkejut.
"Amara!" Gumam Nara..
"Kau mengenalnya ?" Tanya Citra heran.
Nara mengangguk. "Dia mantan pacar Marcell !" Citra pun mengangguk mengerti dan menatap balik pada Amara yang mendekat ke arah mereka.
"Bagi ku Marcell akan sangat malu jika aku bersikap menjadi wanita yang gila harta bahkan dengan tidak tahu malunya ingin menjadi istri kedua karena melihat kekayaan !" Balas membuat Amara terkejut.
"Brengsek, kau menyindirku !" Kesal Amara.
"Menyindir?" Tanya Nara dengan sudut bibir yang terangkat.
"Apa kau seperti apa yang aku katakan ?" Tanya Nara lagi.
__ADS_1
Amara terdiam menatap Nara geram. " Kau, ch... aku tidak tahu mengapa Marcell bisa menyukaimu, apa kau memakai pelet?" Tanya balik Amara menghiraukan perkataan Nara.
Nara menggelengkan kepalanya, mendengar perkataan Amara. "Kami saling mencintai, bukan dengan pelet seperti yang kau katakan, maka berhentilah menjadi pengganggu di antara kami, jangan kira aku tidak tahu, apa yang kau lakukan dengan berusaha mendekati suamiku, apa kau ingin aku berteriak dan mengatakan jika kau adalah seorang pelakor hah?"
"Amara, bukankah kau sudah memiliki kekasih, ku kira dia juga tidak buruk, kau seharusnya bersyukur karena masih ada yang mau denganmu, karena m melihat sikapmu yang seperti ini !" Papar Nara pada Amara, yang membuat Amara terdiam.
Nara pun mengajak Citra meninggalkan toko pakaian, karena malas harus berurusan dengan Amara, pelakor yang sangat tidak tahu malu menurutnya.
Amara menatap kepergian Nara. Memang benar dia mengakui jika dia tidak mengenal rasa malu, karena dia hanya ingin memiliki kehidupan yang lebih layak.
"Apa aku salah jika ingin kehidupan yang lebih layak, meski dengan cara yang salah!" Lirihnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Alex yang baru memasuki toko pakaian yang di masuki Amara, karena dia sebelumnya pergi ke toilet. Alex tidak menyadari jika Amara sudah bertemu dengan Nara, istri dari bos nya karena, Alex belum mengenal betul sosok istri dari CEO nya, meski ia pernah melihat sebuah foto Nara namun tidak mengingatnya secara benar. Alex melihat Amara yang termenung dan tidak bersemangat seperti sebelumnya pun menghampirinya,
"Kau sudah memilih pakaian ?" Tanya Alex.
"Aku lapar, bisakah kita cari makan lebih dulu!" Jawab Amara. Alex mengangguk dan mengajaknya ke salah satu restoran di mall ini.
Di tempat lain dimana Nara dan juga Citra, di sebuah cafe dengan dua cangkir Coffee yang mereka pesan, Nara menceritakan pada Citra semua tentang Amara yang membuat Citra terkejut karena ada wanita seperti itu.
"Ck, wanita itu sungguh tidak tahu malu, bahkan dengan percaya diri mengajukan dirinya menjadi istri kedua !" Citra mendengus kesal setelah mendengar cerita dari Nara.
"Ra, kau beruntung Marcell sama sekali tidak tertarik pada Amara atau pun tergoda, karena pria jika di pancing biasanya akan senang bukan, dan Marcell suamimu bisa menjaga hati dan matanya, untuk mu !" Lanjut Citra.
__ADS_1
Nara mengangguk setuju. "Aku memang sempat merasa khawatir jika Marcell akan menduakan aku, kau tahu kan pria kaya dengan harta berlimpah pasti memiliki banyak simpanan wanita, seperti yang pernah aku dengar di berita soal banyak perselingkuhan, namun Marcell meyakinkanku untuk percaya padanya jika dia bukan termasuk pria kaya di luaran sana yang memiliki banyak simpanan !"
"Maka kau meski percaya padanya, Ra, kunci pernikahan harmonis adalah kepercayaan dan saling terbuka, maka kau tidak boleh memendam apapun pada suamimu bahkan Marcell dia saja sudah sangat terbuka padamu, itu tandanya dia memang sangat mencintaimu, saat ini kau hanya perlu menjadi istri yang menjaga suamimu dari wanita seperti Amara, kau harus bisa lebih tangguh dan kuat, karena aku yakin cobaan pada mu pasti banyak, apalagi mengingat Marcell dia adalah seorang CEO muda yang tampan !"