Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 106


__ADS_3

"Benar bu, aku harap kau akan segera hamil." Ucap Citra dan Sisca mengangguk tersenyum menyetujui nya.


"Doakan saja kami!" Balas Nara pada mereka dan


mereka pun mengangguk.


Sekarang ini Nara sedang bersama Marcell di dalam mobil dengan Reno yang menyetirnya. Marcell mengajak Nara ke sebuah restoran yang sudah di persiapkan khusus untuk Nara yang di bantu oleh Reno.


Restoran ternama yang di sewa oleh Marcell selama 3 jam kedepan agar tidak ada yang mengganggu mereka.


Sebuah meja makan dengan adanya dua lilin yang hidup dan berlatar sebuah kota yang gemerlap di malam hari, menambah kesan romantis untuk makan malam yang Marcell sajikan pada istrinya.


Nara terus tersenyum melihat Marcell yang bersikap romantis padanya. "Kau menyiapkan semuanya untuk ku ?" Tanya Nara senang.


Marcell terkekeh." Tentu kau kan istri ku, kesayanganku." Balas Marcell dengan membuka celah kursi untuk Nara duduk.


Setelah Nara duduk Marcell mengeluarkan sebuah kalung di sakunya dan lalu di pakaikan nya leher Nara.


Nara sontak terkejut dan memegang kalung yang di berikan oleh Marcell, kalung berlian yang berinisial kan namanya, 'K'.


"Bagus sekali, terimakasih Hubby." Ucap Nara.


"Kau suka?" Tanya Marcell berbisik di telinganya.


Nara mengangguk. "Suka, sangat suka, terimakasih, tapi Hubby bukan kah kita sudah membeli set perhiasan tempo hari, mengapa kau memberikannya lagi padaku ?" Tanya Nara karena iya yakin harga kalung ini sangat mahal.


Marcell mendengar itu pun duduk di kursi nya yang berhadapan dengan Nara. "Itu untuk pernikahan kita dan kalung ini adalah hadiah untuk mu, kau harus menjaga dan memakainya setiap saat ok?" Pinta Marcell pada Nara yang mengangguk patuh.


Tak lama Alunan musik pun terdengar mengiringi makan malam romantis untuk mereka berdua. Marcell benar-benar memperlakukan Nara wanita yang sangat spesial baginya.


Nara benar-benar bahagia, ia harap akan bisa membalas semua perlakuan Marcell padanya.


Apa yang harus ku berikan padamu hubby? Pikir Nara.


Setelah acara makan malam romantis selesai, kini mereka dalam perjalan menuju bandara, masih dengan Reno yang menyetir mobilnya.

__ADS_1


Nara yang sudah lelah tertidur di pundak Marcell dan Marcell yang mengelus lembut kepala Nara agar tetap tenang dan tidurnya tidak terganggu.


Setelah sampai di bandara Marcell menggendong Nara membawanya menaiki pesawat Jet yang sudah siap terbang.


Nara di tidurkan di sebuah tempat untuk tidur yang tersedia disana, Marcell meletakkan Nara dengan lembut agar tidak membuatnya terbangun.


"Terimakasih Reno aku kan mengabari mu nanti jika aku sampai."


Reno memgangguk." Jangan lupa hadiahku!" Balas Reno pada Marcell.


Marcell mengangguk. " Pergilah ke penthouse, dan pilih mobil yang kau suka, aku sudah memberitahu penjaga disana jika kau kan membawa salah satu mobilku."


Reno pun senang, karena ia sudah kedua kali nya mendapat mobil dari Marcell. Marcell pun segera pamit karena pesawat akan segera terbang.


Penerbangan yang memakan waktu 12 jam membuat Marcell memilih untuk tidur bersama Nara, dia hanya berdoa agar perjalanan nya tidak mengalami masalah.


"Maldives dan Venice, waah aku juga sangat ingin pergi ke sana!" Sisca yang mengetahui Nara akan berbulan madu ke dua negara itu dari Gio. Dia pun sangat ingin bisa kesana tentunya dengan pasangan nya kelak di masa depan


"Kau ingin kesana, kau harus mencari dulu pria yang mau menikahimu!" Ujar Gio pada Sisca.


Gio pun tersenyum tipis mendengar keinginan Sisca, sambil menyetir mobilnya dalam perjalanan mengantar Sisca pulang ke apartemen nya.


Wajah Sisca mengahadap jendela, sambil tersenyum membanyangkan jika dia memiliki suami seromantis Marcell.


Sayang dia bukan jodoh ku. Batin Sisca.


Namun ia tetap tersenyum, karena dia sudah mengikhlaskan Marcell bersama dengan Nara, ia hanya berharap Marcell akan terus bahagia bersama wanita pilihan nya.


Sedangkan Reno yang baru tiba di penthouse nya, langsung menuju parkiran mobil yang di khususkan untuk Marcell.


Dia melihat-lihat mobil yang ingin ia bawa untuk menjadi miliknya.


"Tuan Reno?" Sapa seorang penjaga yang


mengejutkan nya.

__ADS_1


"Oh astaga, kau mengejutkanku pak !" Kesal Reno pada satpam yang menyapanya.


Satpam itu hanya terkekeh melihat Reno yang terkejut sambil mengatur nafasnya. "Maaf tuan, saya hanya menyapa dan untuk menemani tuan, memilih mobil yang mana yang akan tuan bawa, sesuai amanat dari tuan Marcell." Jelasnya pada Reno.


Reno mengangguk dan tersenyum. "Jangan panggil aku tuan, panggil saja Reno pak, aku tidak biasa di panggil seperti itu!" Balas Reno pada pak satpam.


Satpam itu tersenyum pada Reno, dia sangat kagum pada sosok Marcell dan Reno yang tidak sombong bahkan mereka ingin di layani sebagai orang bisa saja.


Mereka tidak haus akan kehormatan, yang justru sangat ingin dilakukan oleh orang kaya lainnya, selalu ingin di hormati.


Tak lama Reno pum memilih satu mobil sport dan dengan segera membawa pulang bersama dengan nya.


Sebenarnya tidak semua mobil ini adalah milik Marcell, sebagian adalah pemberian dari ayah nya dan Marcell sebelum nya sudah meminta izin untuk memberikan mobil pada Reno, jika kemungkinan mobil yang di inginkan Reno adalah mobil yang ayah nya berikan dan Arya sudah tidak mempersalahkannya, karena baginya itu semua sudah hak Marcell.


Reno melajukan mobil barunya dengan riang. "Jika seperti ini aku tidak masalah jika terus di repotkan oleh Marcel." Ucapnya sambil tertawa.


Mobil pertama yang di berikan Marcel sebagai reward karena Reno bisa dengan mudah mempelajari apa yang di ajarkan oleh Paman Dika untuk menjadi asisten Marcel dan yang kedua, pada saat ini, Marcel yang meminta Reno menyiapkan semua nya untuk bulan madu nya dengan Nara.


Reno pun mengendarai mobil dengan kecepatan sedang di malam hari untuk kembali pulang ke apartemen nya.


Di tengah perjalanan, Reno melihat Citra yang seperti sedang menunggu taksi. Reno pun berhenti tepat di depan Citra dan membuka kaca mobilnya.


"Citra!" Panggil Reno yang membuatnya terkejut karena ada mobil mewah tepat di hadapan nya dan rupanya itu adalah Reno.


"Reno ?" Ucap nya terkejut.


Reno tersenyum. "Kau sedang menunggu taksi?" Tanya Reno dan Citra mengangguk.


"Masuklah, aku akan mengantarmu!" Ujar Reno pada Citra.


"Ah tidak perlu, terimakasih, aku tidak mau merepotkan mu, biarkan aku naik taksi saja!" Tolak halus Citra.


Reno melihat jam di tangan nya. "Ini sudah sangat malam, tidak akan ada taksi yang lewat, jika ada mungkin kau akan sangat lama menunggu, jadi ayo biar aku antar !" Ajak kembali Reno.


TINGGALKAN JEJAKMU DENGAN CARA KOMEN, LIKE, GIFT AND VOTE

__ADS_1


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN NYA


__ADS_2