
Kim Ye Joon yang mengetahui jika di memiliki anak dari Ah jeong, dia pun pergi ke indonesia tanpa diketahui siapapun, dan menikahinya dengan memaksa Ah Jeong, karena agar Selena memiliki nama ayah, dan identitas nya jelas dan setelah itu mereka tidak lagi bertemu tapi Ah jeong selalu di kirimi uang oleh Ye Joon namun ketika saat itu terbongkar, Yee Joon tidak bisa lagi mengirim sejumlah uang pada Ah Jeong, hingga membuatnya harus bekerja keras membesarkan Selena, hingga Selena menikah dengan Kenzo dan tak lama Ah Jeong meninggal karena sakit yang ia derita cukup lama.
Pagi hari di Villa, Marcel dan Nara sudah berada di dapur, dan membuat Safira merasa heran ketika memasuki dapur.
"Kau masak Marcel ?" Tanya Safira pada anak nya dan menduduki dirinya di samping Nara yang tengah memperhatikan suaminya memasak.
"Hmm istriku ingin di buatkan nasi goreng, aku juga buatkan untuk ibu. "Jawab Marcel sambil meletakkan dua piring nasi goreng di hadapan Safira dan Nara.
"Aku senang melihat Marcel memasak bu, masakannya juga enak, Marcel bilang belajar dari ibu. Ucap Nara membuat Safira tersenyum, begitupun dengan Marcel dan menunggu jawaban dari Safira.
"Ibu kan tidak punya anak perempuan, jadi Marcel yang selalu menemani ibu masak, mungkin dari situ dia belajar." Jawab Safira dan di angguki Nara.
Gio datang menghampiri mereka, dan Marcel memberikan satu piring nasi goreng lagi untuk Gio. Gio tersenyum, karena dia sudah mendengar perkataan mereka, Gio yang tidak jauh dari sana setelah menerima telepon masuk ke ponselnya.
Bagi Gio. Marcel suami yang patut di contoh, karena dengan hal sederhana saja bisa membuat istrinya bahagia, dengan menuruti keinginan istrinya. Memanjakan istrinya, bagi Marcel itu bukan masalah, karena menurutnya, Nara sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi dan kini hanya memiliki Marcel dan keluarganya.
Sarapan pagi yang telah selesai dan kini Nara meminum susu yang juga di buatkan Marcel. setelah itu mereka pun menghabiskan waktu berdua kembali, di teras Villa.
Marcel meminta izin pada Nara untuk memulai bekerja minggu ini, dan dia akan pergi keluar kota yang sebenarnya dia akan pergi ke korea selatan.
"Keluar kota?" Nara sedikit terkejut, dia merasa sedikit sedih karena harus di tinggal Marcel dan mungkin dalam beberapa hari kedepannya.
Marcel mengangguk. "Iya, mungkin sekitar 3/4 hari, kau tidak apa kan sayang?" Tanya Marcel karena merasa tidak enak pada istrinya, karena Nara terlihat bersedih.
Nara terdiam, dalam hati nya tidak ingin membiarkan Marcel pergi dan meninggalkannya dalam beberapa hari kedepan, namum ia tidak bisa egois, Marcel bekerja juga untuk dirinya.
__ADS_1
"Tidak apa, aku hanya sedikit terkejut, kapan kau pergi Hubby?" Tanya Nara.
"Minggu ini sayang, dan besok kita berangkat ke jakarta, bukankah kau ingin menghadiri pesta pernikahan Amara, juga ingin bertemu dengan Citra ?" Tanya Marcel pada Nara yang di angguki oleh nya. "Besok pagi kita berangkat." Lanjut Marcel.
Mansion.
Nara dan Marcel sudah samapai di jakarta, di siang hari, dan kini mereka tengah berada di mansion.
Safira memilih tinggal di Villa, tidak ikut dengan mereka dan datang ke acara resepsi pernikahan Amara.
Sampai di mansion, Nara di minta Marcel untuk beristirahat, dan Marcel yang akan menemui Arya yang membicarakan mengenai rencananya.
"Aku tidak lelah Hubby, boleh aku ke belakang Mansion." Ucap Nara karena dia memang merasa tidak lelah.
"Ya sudah di temani oleh Kayla ya!" Ucap Marcel
Marcel terkekeh, melihat tingkah istrinya, karena istrinya kadang bersikap seperti anak kecil.
Di gazebo, Nara dan Kayla duduk saling berhadapan, dengan kedua mata Nara yang menatap Kayla dengan selidik, berharap Kayla akan mengetahui sesuatu.
"Kay, kau tahu apa yang di sembunyikan suamiku ?" Tanya Nara. Karena dia masih merasa jika Marcel belum menceritakan semuanya padanya.
Kayla menggelengkan kepalanya. "Selain tugas pengawalan, aku tidak tahu apapun nona. " Jawab Kayla dengan tenang, meski ia tahu sedikit dengan apa yang tengah di hadapi nonanya.
Nara menghela nafas nya kasar. "Benarkah. Ch, aku sangat penasaran dengan apa yang di sembunyikan Marcel."
__ADS_1
"Apa nona tidak percaya pada tuan muda ?" Tanya Kayla lagi.
Nara menggeleng lemah. "Bukan, aku sangat percaya padanya, hanya saja aku sangat penasaran, dan ingin tahu, apa lagi jika ini mengenai keluarga ku."
Kayla terdiam, ia mengerti dengan apa yang di pikirkan oleh nona nya."Jangan pikirkan apapun. Jika nona percaya, serahkan semuanya pada tuan muda, aku yakin jika itu semua demi nona juga, ingat nona tengah hamil saat ini." Ucap Kayla mengingatkan Nara agar tidak banyak pikiran, dan takut berdampak tidak baik untuk kehamilannya.
"Kau benar Kay, haah.. aku hanya ingin cepat mendengar kabar mengenai keluraga ku, kau tahu kay, aku sudah lama merasa tidak memiliki keluaraga, dan saat ada yang mengabari jika aku memilki keluarga, itu membuat ku sangat senang." Ucap nya pada Kayla yang tersenyum.
"Semoga nona bisa segera bertemu dengan mereka, aku yakin sekarang tuan Marcel dan Gio, sedang berusaha mencari semua informasinya. "Ucap Kayla kembali membuat Rafasha mengangguk.
"Hmm. Aku harap begitu." Ucap Nara yang laku terdiam.
Sementara di ruang kerja Arya, Marcel sudah menceritakan semuanya pada ayahnya, juga perihal dia yang akan berangkat ke korea selatan menemui kakek Nara.
"Pergilah, dan selesaikan dengan cepat, ayah rasa Nara sudah sangat ingin menemui mereka, bahkan setelah dia tahu jika keluarganya berada di korea!" Ujar Arya pada Marcel.
"Hmm, apa dia akan baik-baik saja Yah ?, jika aku tinggal. Aku sangat khawatir terjadi sesuatu padanya, jika nanti aku tidak berada di sisinya. " "
"Jangan pikirkan hal itu, percayakan semua pada semua orang yang berada disini, kami pasti akan menjaga istrimu." Ucap Arya.
Marcel memang merasa berat meningglkan Nara, namun ia tidak memiliki cara lain lagi, dan mesti dia yang bergerak, juga agar lebih mudah mencari semua informasi yang ada.
"Aku tahu, maaf yah, bukan maksud aku tidak percaya pada kalian.." Ucap Marcel membuat Arya tersenyum.
"Tidak apa. Ayah mengerti, oh soal pengacara keluarga Wijaya,nanti akan coba ayah mencari nya, ayah rasa pengacara pribadi ayah pasti akan tahu siapa pengacara itu. "Lanjut Arya.
__ADS_1
"Terimakasih yah, semoga semua ini bisa selesai dengan cepat, dan keluarga Wijaya akan me dapatkan semua ganjarannya." Ucap Marcel dengan ambisinya.
"Tenang lah, kejahatan tidak akan pernah menang selamanya, nanti mereka juga akan mendapat karma atau hukuman, entah itu di bumi atau di akhirat."Ujar Arya pada Marcel.