Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 67


__ADS_3

"Menikah, heh! Apa yang akan dia berikan padaku, apa dia bisa seperti Marcell yang bahkan dia menempati sebuah mansion yang seperti sebuah istana ?"


"Arrrgt Marcell... mengapa setelah aku memutuskannya dia baru mengungkap jati dirinya, jika tidak saat ini aku sudah menikmati kekayaan, Sial, benar- benar sial kau Amara!"


Amara yang bermonolog sendiri, meluapkan kekesalannya, entah karena Alex atau dirinya, Amara yang merasa dirinya tidak beruntung.


Sedangkan di sisi lain, Alex yang tengah menyaksikan kegilaan Amara yang berbicara sendiri di apartemen, hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Alex melihat semua apa yang dilakukan Amara, dengan menggunakan sebuah laptop, yang dihubungkan dengan CCTV di apartemennya, yang ia pasang dengan tanpa diketahui Amara, dan bodohnya hingga sampai saat ini Amara belum menyadarinya.


"Ck, Entah kenapa aku bisa mencintainya, Amara, meski kau gila harta namun aku tetap menginginkanmu berada disampingku untuk menjadi istriku, dan aku yakin jika sebenarnya kau pun memiliki perasaan yang sama denganku !"


Alex tidak menyangka jika Amara benar-benar nekat menemui Marcell. Alex sebelum nya sudah mendapat laporan jika Amara mencoba menemui Marcell di perusahaan, namun dia tidak diizinkan masuk, dan Amara dengan berani mendatangi Marcell ke mansionnya.


"Ck, wanita ini, Amara benar-benar tidak peduli jika dia sudah dijuluki sebagai pelakor!"


Ya, Amara, dia memang tidak peduli akan dikatakan sebagai pelakor, selagi dia bisa menikmati harta yang banyak jika ini berhasil, terlebih dia ingin membungkam mulut semua teman di kampusnya, karena dia yang sudah sesumbar mengatakan jika dirinya adalah istri dari Marcell.


Di kediaman Reno, di sebuah apartemen yang diberikan Marcell untuk nya tempati. Reno sedang berbicara dengan seorang pria, yang tak lain adalah Gio.


Reno yang menghubungi Gio, untuk memintanya menyelidiki tentang Miss Rachel saat siang tadi, dan saat ini Gio sudah memiliki informasi tersebut, maka Reno meminta Gio agar datang ke apartemennya.


"Ch, aku sudah duga ini, dia hanya wanita ****** yang haus akan belaian, terlihat dari cara berpakaian yang benar-benar memperlihatkan lekuk tubuhnya!" Ucap Reno yang membayangkan saat Miss. Rachel datang dengan senyuamannya dan mengenakan pakaian yang menurutnya sangat kekurangan bahan.


Marcell dan Reno bukanya tergoda malah mereka melihatnya jijik, karena dia tahu jika mungkin tubuhnya sudah sering dijamah oleh banyak pria.


"Hhmm kau benar, dan kau tahu, ternyata dia juga sering bermain dengan asistennya Jeremy !" Lanjut Gio.

__ADS_1


Reno menggelengkan kepalanya benar-benar menjijikannya Miss. Rachel, dan kini ia ingin mendapatkan Marcell. Mana mau Marcell bersama denganya pikir Reno.


"Lalu informasi apa lagi yang sudah kau dapatkan ?"


"Miss. Rachel dan asistennya, sedang menyusun rencana agar Marcell bisa menjadi miliknya bahkan akan meminta bantuan ayah nya Miss. Rachel. Dan ini adalah sebuah masalah untuk kita, karena mereka memiliki latar belakang yang kuat, ayah Miss. Rachel pernah berhubungan dengan dunia bawah !"


Mendengar ini sontak membuat Reno terkejut, mata nya terlihat membola, karena dia tidak menyangka akan berurusan dengan dunia bawah " Apa maksudmu Mafia?" Tanya Reno memastikan.


Gio mengangguk "Meski bukan mafia besar, dan dia yang sudah tidak aktif lagi, namun kita juga tidak bisa begitu saja meremehkan ayah Miss. Rachel, dan itu juga adalah sebuah rahasia besar nya, identitas mafia yang mereka tutupi dan tidak ada yang mengetahuinya kecuali Miss. Rachel, dia tahu tahu akan rahasia Ayahnya begitupun dengan Jeremy. Karena ternyata Jeremy pernah menjadi anggota dari mafia nya dulu!"


"Siapa nama ayah dari Miss. Rachel ?"


"Richard Stevanus !"


Reno mengangguk "Tapi untuk sekarang mereka tidak membuat rencana apapun bukan?" Tanya Reno yang khawatir karena beberapa hari lagi akan diadakan resepsi pernikahan Marcell dan Nara.


"aku setuju, namun kita harus bicara lebih dulu pada mereka, terlebih orangtua Marcell, karena mereka yang mengurus semuanya !"


"Benar, dan satu lagi, Richard dia mengenal baik tuan besar Arya, maka kita harus cepat untuk mengatakan hal ini pada mereka, karena kemungkinan mereka akan memanfaatkan keadaan dengan mendekati tuan Arya!"


Reno menghela nafasnya "Gio, apa seperti ini kehidupan orang kaya, mereka seperti selalu terancam dengan berbagai situasi, terlebih Marcell, urusan wanita saja harus berhubungan dengan dunia bawah, meski belum terjadi jika Richard akan membawa nama Mafia nya!"


Gio tersenyum "Ini belum seberapa,kau tahu, bagiku lebih baik berurusan dengan mafia daripada harus dengan keluarga sendiri, yang bahkan mereka akan bisa saling membunuh karena perebutan harta, bukankah itu lebih menyakitkan, sedangkan mafia jika kita harus membunuh pun mereka tidak kita kenali, kasar nya mereka hanya orang luar."


"Haaah Kau benar Gio, tapi lebih baik tidak ada yang namanya bunuh membunuh, itu mengerikan!"


"Oh ya Gio, tidak bisakah kau datang ke perusahaan, agar kita bisa bicara leluasa disana dengan Marcell !"

__ADS_1


Gio terdiam dan berpikir. " Baiklah, tapi jika harus bekerja dengan banyaknya dokumen aku tidak mau !"


Reno tersenyum "Tenang saja, kau akan tetap bersama laptop mu, jika perlu aku akan meminta Marcell untuk menyediakan ruangan hanya untuk mu dengan dipenuhi komputer,dan meminta ruangan yang sedikit rahasia atau tertutup, agar tidak terganggu dengan orang lain,karena kau menyukai kesunyian, bukan !" Ucapnya pada Gio dan Gio pun mengangguk setuju. Gio senang dua orang yang bekerja sama dengannya mengerti dengan apa yang dia butuhkan.


"Menginap lah disini, ada kamar tamu, kau bisa menempatinya!" Ujar Reno pada Gio setelah melihat jam yang melingkar di lengan nya yang menunjukkan pukul 23:45.


Gio pun tidak menolak karena dia juga sudah cukup lelah dan malas jika harus menyetir saat malam hari.


Pagi hari di apartemen Wilona.


"Kau memintaku agar bisa membantu ibumu keluar dari penjara ?"


"Benar tuan kurasa kau bisa membantu ibuku untuk segera keluar dari penjara !"


"Ch, apa yang akan kau berikan untukku !"


Wilona terdiam ia tidak tahu harus memberikan apa pada suami tuanya itu.


"Ck, aku tidak akan melakukan apapun jika tidak ada keuntungan untukku !" Ucap Samuel yang langsung melangkah pergi meninggalkan Wilona di apartemen seorang diri.


Wilona meski cuek, namun ia juga mengkhawatirkan ibu nya.


"Apa yang harus aku lakukan?" Desah Wilona pelan.


"Nara, apa aku harus memohon padanya agar membebaskan ibu ?"


"Aiish, menyebalkan sekali, tapi hanya ini satu-satu cara!" Kesal Wilona.

__ADS_1


Dengan malas akhirnya Wilona memutuskan untuk meminta bantuan Nara agar mencabut laporannya untuk ibunya agar tidak dipenjara.


__ADS_2