Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 93


__ADS_3

Benar aku tidak merasakan sakit. Pikir Sisca namun ia mengingat satu hal Pakaianku.


Sisca menatap tajam pada Gio "Kau mengganti pakaianku ?" Gio mengangguk.


Kedua bola mata Sisca kembali membola, dia seperti ingin melayangkan tinjunya pada pria di hadapannya yang sudah lancang membuka bajunya.


Sadar dengan kemarahan Sisca, Gio pun mulai menjelaskannya, karena walau bagaimana pun jika dia tidak ingin di salahkan.


"Ch, aku hanya mengganti pakaianmu yang terkena muntahanmu sendiri, tidak bisa kah kau berterimakasih!"


"Berterimakasih, kau bilang aku harus berterimakasih, kau gila, kau sudah melihat tubuhku dan pasti kau.... !" Kesal Sisca yang tidak ingin melanjutkan perkataanya.


"Jangan khawatir aku tidak menyentuhnya, aku tidak tertarik sama sekali dengan tubuhmu yang rata !" Ucap Gio membuat Sisca kembali membelalakan matanya.


"Sialan kau, oh apa ku bukan pria normal ?" Tanya Sisca memicingkan matanya pada Gio, membuat Gio berdecak kesal sesaat dia menyesali rasa iba pada Sisca ketika menangis, namun Sisca tetao wanita yang sangat menyebalkan.


Sisca tidak tahu bagaimana Gio semalam, dia sudah dengan susah payah menahan dirinya untuk tidak menyentuh Sisca.


Gio mendekat ke arah Sisca dan mendekatkan wajahnya pada wajah Sisca. " Kau ingin tahu, aku pria normal atau tidak?" Tanya Gio dengan senyuman miringnya.


Seketika jantung Sisca berdetak kencang, sepertinya dia menyadari kesalahannya karena sudah mengatakan jika pria di hadapannya bukan pria normal.


Bodoh kau Sisca. Umpatnya dalam hati.


Gio mendekat ke arah Sisca dan Mendekatkan wajahnya pada wajah Sisca. "Kau ingin tahu, aku pria normal atau tidak?" Tanya Gio dengan senyuman miringnya.


Seketika jantung Sisca berdetak kencang, sepertinya dia menyadari kesalahannya karena sudah mengatakan jika pria di hadapannya bukan pria normal.


Bodoh kau Sisca. Umpatnya dalam hati.

__ADS_1


"A apa yang akan kau lakukan padaku ?" Ucap Sisca sedikit takut.


"Aku akan melakukan apa yang kau pikirkan, dan untuk membuktikan jika aku lelaki normal !" Ucap Gio membuat Sisca semakin takut.


"Tolong, tolong maafkan aku, aku percaya kau lelaki normal, aku hanya kesal karena kau melihat tubuh ku, tolong jangan macam-macam padaku, aku takut!" Lirihnya dengan air mata yang kembali menetes, dia benar-benar menyesal karena tidak bisa menahan ucapannya agar tidak mengumpat atau berbicara yang tidak - tidak hingga pria di hadapannya menantang dirinya, hingga membuatnya ketakutan.


Gio menghela nafasnya dan menjauh dari wajah Sisca karena melihat Sisca kembali menangis. " Jika kau tidak muntah aku juga tidak akan mengganti pakaianmu, seharusnya kau berterimakasih padaku karena membawa mu kemari dan menyelamatkanmu dari ketiga pria yang akan membawamu." Gio menjeda ucapannya, sebelum ia akan kembali melanjutkan ucapannya, dia menatap Sisca, dalam hatinya ada perasaan iba pada nya.


"Jika aku tidak menyelamatkanmu, kau mungkin sudah di gilir oleh tiga orang pria itu. Bersihkan dirimu dan disana ada pakaian untuk mu!" Tunjuknya pada satu buah paper bag yang ada di atas meja dan setelah itu Gio berjalan keluar kamar meninggalkan Sisca seorang diri.


Sisca terdiam dan melihat kepergian Gio.


"Di gilir "?" Lirihnya, ia benar-benar menyesal karena sudah berani datang ke club malam seorang diri bahkan sampai mabuk.


Sisca tahu resiko seorang wanita yang mabuk dan berada di tempat yang tidak baik seperti apa, namun karena pikirannya sedang kalut dia memutuskan pergi sendiri untuk menenangkan pikirannya dan nyatanya bukan solusi yang ia dapat malah sebuah masalah baru untuknya.


Sisca menghapus air matanya. "Siapa dia, aku seperti pernah melihatnya?" Sisca yang mengingat pria yang menolongnya namun ia tetap tidak bisa mengingat.


langsung beranjak dari tempat tidur dan meraih paper bag yang Gio tunjuk, yang berisikan pakaian untuknya. Sedangkan Gio yang berada di dapur sedang membuat sarapan untuk dirinya dan juga untuk Sisca.


Gio merasa heran dengan Sisca yang tidak mengenalnya. "Ck, ingatannya benar-benar buruk !" Desisnya sambil menggeleng gelengkan kepalanya jika Sisca tidak mengingatnya sama sekali.


Dalam kamar, Sisca yang sudah membersihkan diri, dan memakai pakaian yang di berikan oleh Gio, ia bercermin melihat pantulan dirinya.


"Ch, dia tahu seleraku !" Ucapnya memuji baju yang di pilih oleh Gio.


"Apa aku harus benar-benar berterimakasih padanya ?" Tanya dirinya sendiri karena dia yang masih kesal jika Gio sudah melihat tubuhnya.


Sisca pun bergegas keluar kamar dan mencari keberadaan Gio, yang ternyata berada di ruang makan sedang menunggunya.

__ADS_1


"Apa wanita selalu lama dalam membersihkan diri dan berpakaian?" Kesal Gio pada Sisca karena menunggunya hampir satu jam.


Sisca kesal, dia menghampiri Gio yang di sambut dengan Omelan nya. Sisca pun kembali berpikir untuk tidak akan berterimakasih karena pria di hadapannya sangat menyebalkan.


Sisca duduk dengan perasaan kesal dan menatap Gio. "Apa kau tidak pernah berkencan dengan wanita, ch kami wanita memang seperti ini, penampilan lah yang no satu. Ah aku rasa kau memang tidak pernah berkencan melihat sifatmu yang menyebalkan!" Balas Sisca membuat Gio berdecak kesal.


"Ch, jika aku mengencani wanita, yang pastinya aku tidak mau mengencani wanita sepertimu, kau juga wanita yang menyebalkan !" Balas Gio membuat Sisca semakin kesal.


"Apa kau bilang, aku menyebalkan, kau yang menyebalkan, brengsek dan mesum !" Umpat Sisca dan beranjak dari kursi nya berniat meninggalkan apartemen Gio.


Sisca kesal dengan ucapan Gio yang mengingatkan nya kembali pada Marcell yang tidak pernah meliriknya.


Apa Marcell tidak pernah melirik ku karena aku menyebalkan. Batin Sisca.


"Berhenti dan duduk, kita berangkat bersama ke perusahaan !" Ujar Gio pada Sisca.


Sisca berhenti dan berbalik menatap pria menyebalkan tapi menolongnya. " Siapa kau, kau bekerja satu perusahaan dengan ku?" Sisca yang semakin penasaran karena pria ini bekerja satu perusahaan dengannya..


Gio berdecak kesal. " Ternyata ingatanmu benar- benar buruk, aku Gio bawahan langsung Marcell sama seperti Reno !" Jawabnya membuat Sisca kembali berpikir.


Sisca mengerutkan keningnya, pantas saja Sisca seperti pernah melihatnya, ternyata itu adalah Gio. "Oh kau penyusup itu ?"Ucap Nya membuat Gio berdecak kesal.


"Ya, aku bukan penyusup, bisa kah kau berhenti membuat ku kesal, jika tahu begini aku biarkan saja kau di bawa ketiga pria itu !"


"Ck, tak bisa kau berhenti membahas nya, aku sangat takut tahu, bagaimana jika itu benar-benar terjadi padaku !" Kesal Sisca dan kembai duduk di kursi meja makan dengan wajah yang menekuk dan mata yang berkaca-kaca.


Gio menghela nafasnya melihat Sisca. "Kau pergi ke club malam seorang diri bahkan meminum minuman beralkohol dengan jumlah banyak, kau pasti sudah tahu bukan resikonya dan beruntung aku sedang berada disana !"


mampir ya ke karya author yang baru

__ADS_1


sambil nunggu update


👇👇👇


__ADS_2