
Aletta terlihat tersenyum, namum Reno ia menggelengkan kepalanya, ia tidak pikir pria sepertinya yang sudah sangat sabar menghadapi ke egoisan dan manja nya Aletta dia buang begitu saja, tidak mau berlama dengan wanita di depan nya, Reno meninggalkan Aletta yang masih tersenyum dan senang dengan keputusan suaminya yang akan segera menceraikan nya.
Sadar Reno meninggalkannya, Aletta mengejar dan memanggilnya. "Tunggu Reno kita makan bersama, aku ingin merayakan ini dengan mu."
"Tidak terimakasih, aku tidak ingin merayakan apapun dengan mu, lagi pula aku sudah ada janji dengan kekasih ku!" Ucap Reno membuat Aletta merasa kesal.
"Aku tidak percaya kau memiliki kekasih, aku tebak kau hanya menghindariku bukan?"
Reno menatap Aletta dan tersenyum. "Jika ku tahu mengapa kau terus mendekatiku, kau tahu aku sangat risih, ck. kau benar-benar merusak mood baikku Aletta." Ucap Reno dan langsung meninggalkan Aletta bersama barang belanjaan nya, dia sudah tidak mau lagi berbelanja, dan ingin segara pergi meninggalkan wanita yang menyebalkan, bahkan dia terus memanggilnya di tengah keramaian, karena secara tidak sadar mereka menjadi pusat perhatian.
Citra tertawa mendengar cerita Reno, membuat Reno berdecak kesal.
"Mengapa kau terlihat senang!"
"Hahaha maaf, Reno aku tebak Aletta seperti nya dia akan terus mendekatimu!"
"Ck, kau benar, kau tahu bahkan dia terus menghubungiku hingga aku blokir saja no nya."
Citra mengangguk. " Tapi bukankah dulu kau menyukainya?"
"Hmm, dulu ketika aku belum tahu bagaimana sifat menyebalkan nya."
Citra mengangguk mengerti." Kau mau mampir dulu. "Tawar Citra karena mereka sudah sampai di depan rumah nya.
"Sudah sangat larut, mungkin lain hari aku akan mampir." Tolak Reno.
"Baiklah, Oh ya, apa Sisca dan Gio akan segera menikah?" Tanya Citra kemudian sebelum ia membuka pintu mobilnya.
Reno mengangguk. "Kau tahu?"
__ADS_1
'Hmm, Sisca mengatakan nya padaku, namun aku tidak percaya, makanya aku tanyakan padamu."
Daniek tersenyum. "Ya mereka akan menikah dalam waktu dekat."
"Cepat ya, padahal mereka baru mengenal.
"Mungkin mereka mengikuti cara Marcell dan Nara, baru mengenal dan langsung menikah."
Citra terkekeh. "Ya kita doakan saja mereka langgeng seperti Marcell dan Nara."
Citra pun keluar dari mobil, dan berdiri sedikit menunduk di kaca mobil Reno setelah berada di luar mobil.
"Terimakasih sudah mengantarku."
Reno mengangguk." Masuklah, aku akan menghubungi mu nanti, kau mau jalan lagi dengan ku bukan ?"
"Tentu, baiklah, aku tunggu telepon dari mu!"
Erick yang tengah menikmati sarapan pagi nya di ruang makan seorang diri. Awalnya ia merasa bosan dengan kesendirian nya berada di rumah, yang hanya di temani beberapa pengawal dan juga asisten rumah tangga nya, karena Anaya yang masih berada di dalam penjara dan juga Wilona yang telah menikah dengan Samuel.
Erick kini sudah terbiasa, malah ia semakin menikmati kesendirian nya, karena dia merasa bebas melakukan apapun tanpa ada anak dan istri yang mengawasinya.
Anaya yang masih berada di balik jeruji besi, sampai saat ini belum di jumpai Erick kembali, bahkan Wilona yang memang tidak ada niat lagi ingin menemui ibunya.
Anaya di dalam penjara merasa marah dan kecewa, karena dua orang yang ia sayangi, dan ia harapkan akan sering menjumpainya, nyata nya sampai saat ini mereka tidak datang, mereka datang menemui nya yang hanya di awal ketika ia baru saja masuk ke dalam penjara.
Erick yang masih menikmati sarapan dengan kesunyian nya, tiba-tiba dering ponsel berbunyi nyaring dan memaksanya untuk segera mengangkat telepon yang masuk ke ponselnya, dan ternyata itu adalah Wilona.
Erick: "Halo, ada apa Wilona ?
__ADS_1
Wilona: "Ayah, karir ku hancur, Samuel, pria tua itu melarang ku untuk bekerja sebagai model lagi, dan ini semua juga karena ayah dan ibu, aku menyesal mengikuti semua perkataan kalian, yang kini semua impian ku telah lenyap, karena harus menjadi budak nafsu nya Samuel, tua bangka brengsek itu !" Wilona ketika telepon nya tersambung langsung mengeluarkan semua unek - unek nya membuat Erick terdiam, dengan tangan kiri nya terlihat mengepal kuat.
Erick: "Maaf kan ayah sayang, ayah akan segera mencari cara agar kau bisa lepas darinya."
Wilona :" Heh, mengapa baru sekarang, mengapa tidak sejak dulu, kini semua nya telah hancur dan ayah baru berpikir untuk membantu ku lepas darinya, ch omong kosong, dengar ayah, aku tidak mau tahu, aku ingin kau membalasnya dengan penderitaan Nara, dia harus bisa merasakan penderitaan ku, jika tidak aku akan terus membenci kalian!" Ucap Wilona dengan mematikan telepon nya membuat Erick merasa frustasi.
"Brengsek Samuel, apa dia harus sampai melepas impian putri ku, aku harus menemui nya, dan meminta nya agar Wilona bisa bebas melakukan apapun. " Gumam Erick yang lalu teringat akan permintaan Wilona mengenai Nara yang harus merasakan penderitaan yang sama seperti Wilona.
"Sabarlah Wilona, waktu akan berjalan dengan cepat, semua sudah terencana sebagai mana mesti nya, penderitaan nya akan segera di mulai sebentar lagi. Kenzo, kematian mu belum cukup untuk membalas semuanya, bahkan dengan Selena, kalian juga harus membayar dengan seorang putri yang sudah kalian lahir kan, Nara, anak dari seorang sampah yang harus terbuang pada tempat nya, bukan malah mendapatkan tempat yang indah, karena dia tidak cocok berada disana !" Gumam nya lagi, dengan seringai tajam nya.
"Tuan?" Sapa seseorang.
"Ada apa Jeno?" Jawab Erick.
"Ada surat untuk anda. " Balasnya dan langsung memberikan surat yang ia terima dari petugas pengantar surat untuk tuan nya.
"Hmm, pergilah, dan persiapkan keberangkatan ku ke korea dalam waktu dekat Jeno. " Perintah Erick pada Jeno.
"Korea?" Heran Jeno.
"Apa aku harus mengulang perkataan ku 2" Kesal Erick pada Jeno.
"Tidak, baik tuan saya akan segera mempersiapkan semua nya."
Erick mengangguk dan mengibaskan tangan nya, menyuruh Jeno meninggalkan nya seorang diri.
Setelah kepergian Jeno, Erick lekas membuka surat yang sudah ia terima, senyum di wajah nya terbit, ketika ia membaca surat tersebut, karena seperti nya rencana akan berjalan dengan lancar. Pikir Erick.
Erick meremas dan kembali membakar surat itu, di atas piring kosong yang sudah ia habiskan sarapan nya.
__ADS_1
"Jadi mereka sudah mengetahui identitas kedua orang tua Nara, namun mereka belum tahu akan status nya, hahaha ternyata team Admaja sangat lambat mengetahui semua informasi yang aku sembunyikan, ch, baiklah, teruskan pencarian kalian, karena semua akan sia - sia saja, aku sudah menyembunyikan nya dengan sangat rapat. Kalian tahu, Mereka harus membayar semua nya, dengan kekayaan yang mereka miliki atas penderitaan ku yang telah di torehkan oleh Kenzo dan juga Selena, bedebah sialan itu, dan kini putri kalian yang sangat tidak layak untuk hidup bahagia, karena harus merasakan semua penderitaan yang juga telah aku alami dulu. "Erick yang melontarkan semua perkataan nya, yang tanpa sadar telah di rekam oleh seseorang yang tidak jauh dari nya secara tersembunyi.