Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 123


__ADS_3

Gio mengangguk setuju dengan saran dari paman Drax. "Aku setuju, karena Kendrik selain bisa di andalkan, dia juga sudah di uji akan Kesetiaan nya."


"Baiklah sudah di putuskan, jika Kendrik yang akan menyelidiki di korea, paman bisa memberi perintah langsung pada nya, dan biarkan dia membawa beberapa orang agar bisa membantu nya disana. " Ujar Marcel pada paman Drax.


Drax mengangguk." Baik, paman akan segera memberi perintah padanya, karena lebih cepat lebih baik bukan.?" Marcel dan Gio mengangguk.


"Maaf tuan, lalu saya bekerja mulai kapan ?" Tanya Kayla pada Marcel.


"Kau bisa pergi ke mansion sekarang, nanti aku akan hubungi istri ku, agar dia tidak bingung. " Jawab Marcel pada Kayla.


Kayla mengangguk dan mohon pamit agar bisa menjalan kan perintah nya, untuk melindungi Nara, istri dari bos nya, begitu pun dengan Drax, yang mohon undur diri untuk menemui Kendrik dan juga karena ada pekerjaan yang mesti ia kerjakan.


Setelah kepergian Kayla dan juga Drax kini Marcel dan Gio kembali berbicara.


"Gio, bisakah kau membantuku, untuk mencari tukang kebun, untuk menanam bunga di sekitar villa di bogor, tadinya aku ingin meminta bantuan Reno, namun dia sedang di bogor saat ini tapi kata ibu ku mungkin hari ini dia dan ayah akan kembali."


"Baiklah aku akan membantu mu, lalu bunga apa yang ingin di tanam.?"


"Mawar dan Tulip."


Sementara di Mansion, Nara yang menghubungi Citra untuk datang menemui nya di mansion pun sudah tiba, dan dia sangat senang setelah mendengar kabar jika sahabat yang satu ini sudah mengandung keponakan nya.


"Selamat ya, semoga dia selalu sehat, dan juga ibu nya." Ucapan selamat pada Nara dari nya dengan ekspresi senyum nya yang mengembang di wajahnya.


"Aamiin terimakasih." Balas Nara.


"Ku harap dia kembar. " Lanjut Citra membuat Safira dan Nara tersenyum mendengar harapan Citra.


"Anak kembar, apa bisa jika tidak memiliki keturunan, doa kan saja yang terbaik." Balas Nara.

__ADS_1


"Benar, yang terpenting mereka sehat." Tambah Safira. Citra pun mengangguk. "Itu hanya sebuah harapan, tentu saja doa terbaik bagi kalian, aku tidak sabar melihat nya lahir."


"Kami pun sama, kita makan siang lebih dulu, seperti nya soto ayam sudah siap untuk kita makan." Lanjut Safira.


"Soto ayam, apa ini permintaan ibu hamil.?" Tanya Citra. Nara mengangguk dan tersenyum.


Mereka pun menuju ruang makan, dan makan siang bersama, soto ayam yang di inginkan Nara saat ia masih di pulau Maladewa.


Tak lama mereka pun selesai makan, dan kini, Citra dan juga Nara tengah berbincang di sebuah gazebo di belakang Mansion.


Nara menceritakan perlakuan Marcel pada nya yang membuat Citra terus tersenyum, dia senang melihat Nara bahagia, karena sahabat nya bertemu dengan pria seperti Marcel, pria yang tepat yang menjadikan nya ratu di hati nya.


"Aku senang kau bahagia Ra, semoga suatu saat aku bisa menemukan pria seperti Marcel, yang bisa membahagiakan istrinya, meski dengan hal yang kecil." Ucap Citra membuat Nara mengamini keinginan sahabat nya.


"Aku juga akan mendoakan kau agar mendapatkan pria yang tepat untuk mu, yang bisa membahagiakan mu." Ucap Nara di angguki Citra.


"Mual, namun hanya di pagi hari, saat siang aku tidak semual saat bangun tidur."


"Syukurlah, setidak nya kau bisa makan dengan nyaman."


"Kau benar, itu yang lebih penting." Jawab Nara.


Mereka terus berbincang hinga tak sadar ada seroang pria dan wanita menghampiri mereka.


"Nona?" Panggil seorang pria, yang tidak lain itu adalah Agus kepala pelayan di mansion ini.


"Oh kau Agus ada apa ?" Tanya Nara dengan sedikit heran karena Agus bersama seorang wanita dengan badan yang tegap.


"Ini nona Kayla, menurut nya jika dia akan menjadi pengawal pribadi untuk anda." Jelas Agus yang menbuat nya bingung.

__ADS_1


"Pengawal?" Heran Nara.


"Benar nona, tuan Marcel sudah memerintahkan saya untuk melindungi nona mulai saat ini, dan tuan Marcel bilang sudah memberitahu anda memalui telepon." Jelas Kayla membuat Nara mengecek Ponsel nya, dan benar saja disana ada satu buah pesan dari Marcel mengenai Kayla.


Nara mengehela nafas nya, Marcel benar-benar selalu mengkhawatirkan nya, sampai - sampai dia memberikan satu pengawal pribadi untuk nya.


Sedangkan Citra dia hanya terdiam dan tidak menyangka jika Marcel sampai bertindak sejauh ini untuk melindungi sahabat nya Nara menatap wanita cantik di depan nya, yang juga terlihat tersenyum pada nya, wanita yang akan menjaga dirinya sebagai bodyguard pribadi, Kayla.


"Baiklah Agus, terimakasih. "Ucap Nara pada Agus. Agus mengangguk dan kembali bekerja pada tugas nya, sedangkan Keyla ia tetap bersama Nara dan juga Citra.


"Duduk lah." Pinta Nara pada Kayla yang langsung di turuti oleh nya, duduk sedikit jauh dari Nara dan juga Citra.


"Nama mu Kayla, kau terlihat muda, apa kita seumuran?" Tanya Nara.


Kayla mengangguk. "Saya baru menginjak 19 tahun nona, tapi nona tidak perlu khawatir, aku dilatih khusus oleh Tuan Drax manjadi seorang bodyguard wanita yang bisa di andalkan." Jawab Kayla.


"Terimakasih, tolong panggil aku Rara, jangan panggil aku nona, oh ya ini Citra sahabat ku." Nara mengenalkan Citra pada Kayla.


Citra dan Kayla pun saling mengangguk setelah di perkenalkan oleh Nara.


"Kau wanita dan menjadi bodyguard Nara, berarti bela diri mu bagus dong, waah aku selalu kagum melihat wanita yang bisa bela diri, apa lagi jika itu laki-laki, pasti sangat keren." Ucap Citra membuat Kayla mengangguk tersenyum.


"Minta kenalkan pada Kayla, pria tampan dan jago bela diri, pasti dia punya banyak teman seperti itu untuk mu, mungkin salah satu nya akan menjadi jodoh mu." Ucap Nara menambahkan, membuat Citra tertawa.


Kayla tersenyum melihat interaksi antara Citra dan nona nya, dalam pikiran nya, jika mungkin dia bisa berbaur dengan mudah dengan Nara atau pun Citra, mereka berdua wanita yang sangat baik, bahkan Nara yang menjadi atasan nya, melarangnya memanggil nona, itu tandanya dia bukan orang yang sombong yang haus akan kehormatan.


"Kayla, aku tidak ingin ada batasan, anggap kita sebagai teman saja, jangan terlalu kaku, mungkin kedepan nya kau yang akan sering menemani ku. "Ujar Nara pada Kayla, karena sejak tadi Kayla hanya tersenyum, yang mungkin masih merasa canggung.


"Itu benar, dan aku juga berharap kau bisa melindungi nya, karena aku takut mereka yang mengincar teman ku ini, akan lengah dari mu, Kayla, bersikap lah selayak nya teman agar dia nyaman, namun kau harus tetap waspada." Ucap Citra sambil mengacung kan kedua jempol nya pada Kayla.

__ADS_1


__ADS_2