Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 162


__ADS_3

"Benar, hanya saja karena sebuah kejadian membuat dia menjadi menderita,sebuah Skandal yang tidak pernah kami inginkan, karena mabuk atau mungkin ada sebuah obat yang masuk ke dalam tubuh kami, kami tidak tahu, yang jelas semua terjadi begitu cepat, dan bodoh nya kakek tidak menyelidiki nya. Hingga membuat nenek mu harus pergi dari korea ke indonesia, karena tidak ingin merusak hubungan kakek dengan istri kakek saat itu. "


"Siapa nama nenek ku ?"


"Ahn Jeong, sejak kakek tahu dia sedang mengandung ibumu, kakek langsung menemuinya dan menikahinya, meski dia menolak. Namun kakek paksa agar ibu mu memiliki status yang jelas, siapa ayah nya."


"Tidak lama kakek bertanggung jawab pada nenek mu, hingga keluarga kakek tahu dan mengancam keras agar tidak lagi menemui atau membantunya." Jelas Ye Joon yang terus di simak dengan cermat oleh Nara.


Nara mengerti akan apa yang di rasakan oleh Kakek nya, ada perasaan bersalah dan menyesal, dia hanya ingin bertanggung jawab, seperti pria lainnya, seperti apa yang terjadi pada Marcel dan dirinya, Sebuah skandal yang tidak pernah di inginkan, beruntung saat itu Nara bertemu dengan Marcel, jika tidak, dengan keadaan dia yang di pengaruhi obat, dan berada di pinggir jalan raya dalam keadaan malam hari, mungkin dia bisa saja di bawa oleh pria yang tidak bertanggung jawab. Yang hanya memanfaatkan dirinya dan hidup nya saat itu akan benar-benar hancur.


Sementara itu di ruang rawat Marcel telah berkumpul, Gio dan juga Reno, membicarakan tentang apa yang sudah mereka temukan soal kasus yang sedang mereka selidiki.


"Jadi benar, jika Erick Wijaya dia berada di korea!" Tanya Marcel sekali lagi, memastikan apa yang sudah Gio laporkan.


"Hmm aku sudah memeriksa semua nya, dan juga ada sebuah CCTV yang memperlihatkan jika dia sedang berbicara dengan anak pertama Kim Ye Joon, kakek Nara." Jelas Gio kemudian dan Marcel melihat Vidio CCTV yang sudah di dapatkan oleh Gio yang juga di bantu oleh pengawal dari Kim Meesha.


"Kita hanya belum mendapatkan bukti, apa kita perlu membuat rencana, agar mereka bisa dengan mudah kita tangkap ?" Celetuk Reno membuat Gio dan Marcel menatapnya.


"Rencana ?" Tanya Marcel pada sahabatnya itu.


"Hmm sebuah rencana !" Ucap Reno kembali yang kemudian menjelaskan sebuah rencana yang sudah ada di benak nya.


Beberapa masakan indonesia tersaji di hadapan Nara membuat kedua bola matanya berbinar, ia sungguh senang jika ibu mertuanya sangat baik padanya, hingga mau menuruti ke inginannya.

__ADS_1


"Terimakasih bu, ibu memang yang terbaik." Ucapnya pada Safira dengan mengancungkan kedua jempolnya membuat semua yang melihatnya terkekeh gemas.


Mood Nara memang sangat mudah berubah, jika sudah menemukan makanan kesukaannya. Dari sedih bisa langsung senang lagi, baginya perut adalah no satu, terutama karena dia ingat kika ada anak di dalam rahimnya.


"Makan lah yang banyak, ibu mau kau menghabiskan semuanya !" Ucap Safira sambil tersenyum.


"Ini sangat banyak bu, hubby kau mau membantu ku menghabiskannya ?" Pinta Nara pada Marcel yang menggeleng padanya.


"Itu untuk mu, kau saja yang habiskan, aku sudah makan, makan lah sampai kenyang, sisa nya bisa di simpan, ibu hanya bercanda sayang !"Ucap Marcel di sebrang ranjang nya.


Safira pun tertawa. " Iya sudah makan lah, ibu senja memasak banyak, nanti ibu bisa hangatkan lagi disini." Balas Safira..


Nara pun mengangguk dan memakan makanan yang ada di hadapannya, tanpa peduli semua orang sedang melihat ke arahnya. Nay,a, Gio, Safira dan Marcel.


"Kayla, kau sudah sadar, astaga aku senang sekali." Ucap Nara yang sangat ingin berjalan menghampirinya namun ia ingat jika ia tidak boleh berjalan.


Marcel dan yang lainnya pun merasa lega dan senang.


"Bagaimana kondisi mu, kaki mu ?" Tanya Marcel yang sempat mendengar jika Kayla bermasalah dengan kakinya.


"Saya baik tuan, kaki ku tidak bisa di gerakan, aku juga begitu tidak mengerti hanya saja dokter mengatakan jika itu akan puliih kembali, bukan lumpuh secata permanen." Jelas Kayla membuat Nara terdiam.


"Nanti aku akan carikan dokter untukmu, tenang lah jika dokter sudah katakan akan pulih maka nanti pasti kan baik-baik saja, meski mungkin perlu waktu. " Ucap Marcel membuat Nara merasa lega dan juga Kayla yang mengangguk berterimakasih.

__ADS_1


"Terimakasih banyak tuan Marcel." Ucap Kayla membuat Marcel mengangguk.


"Beristirahatlah di ruangan mu, kau baru saja pulih, kau mesti banyak istirahat." Ujar Gio pada Kayla.


"Aku hanya ingin melihat kondisi nona dan tuan." Balas Kayla pada Gio.


"Kami tidak apa-apa, Gio benar Kay, kau harus banyak beristirahat, aku ingin kau segera pulih lagi, agar bisa menemaniku lagi, Kay!" Ujar Nara membuat Kayla mengangguk.


Di luar ruang rawat mereka, dimana Kim Ye Joon, Arya dan Reno tengah mengobrol.


Kim Ye Joon tengah membicarakan niatnya mengenai akan memberikan beberapa persen aset nya pada Nara.


"Aku akan memberikan 25% Saham ku untuk nya." Jelas Ye Joon.


"Tidak masalah itu hak mu, hanya saja melihat bagaimana Nara, aku tidak yakin dia akan menerimanya, bahkan setelah banyak yang ia lalui sejak dulu, terutama apa semua keluarga mu sudah menyetujuinya, jangan sampai hal ini menjadi pertikaian lagi kedepannya. " Ucap Arya dan Danile mengangguk setuju.


"Kim Do Yun, mungkin yang menentang keras atas keputusan anda tuan ?" Tanya Reno pada Kim Ye Joon.


Kim Ye Joon mengangguk bahkan menghela nafasnya berat." Aku sudah tidak mengerti lagi dengan apa yang dia pikirkan, bahkan dia sudah menerima aset ku lebih dari apa yang aku berikan pada Kim Ha Yoon, namun dia masih saja kurang, dia ingin memiliki semuanya sedangkan, dia saja belum bisa mengelola perusahaan dengan baik, untuk itu lah hingga di umurku saat ini, aku masih duduk di perusahaan, mengerjakan kertas - kertas yang membuatku pusing!" Keluh Ye Joon yang membuat mereka mengerti, Do Yun orang seperti apa.


"Kim Do yun, dia sudah bekerja sama dengan Erick Wijaya, sejak kematian orang tua Nara. " Jelas Reno membuat Kim Ye Joon menatapnya.


"Bisa kau ceritakan, ku sangat ingin mendengar semuanya, agar aku tahu keputusan apa yang harus ku buat untuknya !" Reno pun mengangguk, karena dia memang berencana mengatakan ini pada Kim Ye Joon sesuai instruksi dari Marcel dan Arya.

__ADS_1


Tak lama Reno bercerita membuat Ye Joon benar- benar paham, Do Yun, di tidak ingin aku mengenal cucunya, hingga membuat Nara hidup dengan orang jahat seperti Erick Wijaya, mengaku mereka kelurga nya namun justru Nara malah mendapatkan penderitaan, tapi dia juga tahu, karena hal itu juga Nara menjadi orang yang kuat, jika tidak, mungkin dia sudah merasa lelah dengan hidup nya.


__ADS_2