Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 118


__ADS_3

Nara mengangguk."Iyakah, mungkin karena aku merasa mual, hubby aku tidak mau makan ini." Tawar nya pada Nara yang menolak sebuah nasi goreng sea food kesukaan nya yang sudan ada di hadapan nya.


Marcel mengerutkan kening nya heran dengan penolakan Nara."Kenapa, bukan kah kau menyukai nya?"


Nara menunduk. " Aku hanya ingin omlet buatan mu hubby dan juga roti bakar." pinta Nara pada Marcel yang di angguki oleh nya.


"Apa istri cantik ku ini sudah mulai mengidam hmm." Tanya Marcel pada istrinya dengan gemas.


Nara mengedikkan bahu nya. "Mungkin hubby. Apa suami ku ini tidak mau menuruti nya?"


Marcel mencubit kedua pipi Nara yang terlihat di kembangkan oleh nya. "Mana mungkin suami mu ini tidak mau menuruti nya, baiklah, omlet dan roti bakar akan segera datang. Tunggulah disini ok!"


Nara senang dan menggelengkan kepalanya." Aku ikut, aku tidak mau menunggu di kamar, aku ingin lihat suami tampan ku ini memasak untuk istri nya."


Marcel terkekeh. "Baiklah, ayo !" Ajak Marcel yang menggandeng Nara menuju dapur.


Marcel dan Nara sudah pindah hotel satu minggu yang lalu, karena tidak bisa berlama menginap di hotel bawah laut. Kini mereka menginap di sebuah hotel dengan pemandangan yang mengarah ke lautan lepas, yang tak kalah indah nya.


Marcel dengan cekatan memasak omlet yang di minta istrinya, dan Nara menunggu dan melihat Marcel memasak dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


"Hubby, aku kira kau tidak bisa memasak?" Tanya Nara karena Marcel begitu lihai membuat omlet untuk nya, jika roti bakar Nara sudah tidak heran karena Marcel sering membuatkan untuk nya.


Marcel tersenyum di tengah aksi nya yang sedang memasak. " Aku sering membantu ibu memasak, jadi kepintaran ibu memasak menular padaku." Balas Marcel.


"Benarkah, waah aku tidak sabar Ingin mencoba masakan mu, hubby."

__ADS_1


Marcel terkekeh dan meletakkan satu porsi omlet yang sudah ia masak di hadapan Nara. " Coba lah, aku yakin kau akan suka sayang, dan hidangan kedua akan segera aku buatkan, aku harap istri cantik ku ini akan sabar menunggu."


Nara mengangguk, sambil memegang sendok dan garpu nya yang siap memakan omlet buatan Marcel."


Hmm aku akan segara memakan nya, segera buatkan hidangan kedua jangan buat anak dan istrimu menunggu lama!" Jawab Nara yang membuat Marcel tertawa geli.


"Siap Ibu bos, roti bakar segera di buatkan !" Balas Marcel dan Nara tersenyum geli pada suaminya.


Marcel. Kau selalu bisa membuatku bahagia, terimakasih tuhan kau sudah memberikan nya untuk ku.


Marcel telah selesai membuat roti bakar dan ia letak kan di hadapan Nara yang masih asik menghabiskan omlet buatan nya, sedangkan dirinya mulai memakan nasi goreng sea food yang awal nya untuk istrinya dan kini ia memakan nya.


Tak lupa Marcel pun membuatkan susu hamil untuk Nara dengan rasa Strawberry, karena itu yang Nara suka dan tidak merasa mual untuk nya. Setelah sebelum nya Marcel membuat susu dengan segelas kecil untuk di coba dahulu oleh Nara dan akhirnya Nara memilih dengan rasa strawberry.


"Sayang, jika kau mau apa-apa, atau mengidam, jangan takut untuk mengatakan nya padaku ok!" Ucap Marcel pada Nara, agar tidak segan meminta apapun pada nya jika dia tengah menginginkan sesuatu.


Nara mengangguk. "Terimakasih hubby, aku pasti akan mengatakan nya, tapi jika aku bisa aku akan mencari nya sendiri, aku tidak ingin membuat mu kesulitan." Jawab Nara, karena dia mengerti kesibukan Marcel sebagai CEO.


Marcel menatap Nara dan menggelengkan kepala nya. "Tidak biarkan aku yang di repotkan, aku suka, aku ingin sama-sama berjuang dengan mu, kau yang mengandung dan melahirkan nya, dan aku sudah cikup mudah jika hanya untuk mengabulkan semua keinginan mu, jadi katakan saja pada suami ini, aku pasti akan berusaha memberikan apa yang dia inginkan dan apa yang kau inginkan juga. "Ucap Marcel sambil menunjuk ke perut Nara.


Nara tersenyum dan mengangguk."Jika begitu bisakah kau kabulkan permintaan ku yang satu ini ?"


Marcel tersenyum pada istrinya. "Apa sayang, katakan lah apa yang kau mau ?"


Nara mendekat dan berbisik pada suami nya. Berikan aku sebuah ciuman !" Jawab Nara yang membuat Marcel tersenyum senang dan langsung menarik istrinya ke dalam pengakuan nya.

__ADS_1


"Jika soal ini, kau tidak perlu meminta nya. Karena aku sudah pasti akan selalu memberikan nya, hanya untuk mu, istri cantik ku."


Nara tersenyum pada suaminya dan dengan perlahan wajah dan bibir mereka pun mendekat, memberikan atau menyalurkan sebuah rasa dalam tautan bibir mereka.


Aku mencintai mu Marcel, sangat, jangan pernah tinggalkan aku, terimakasih sudah membuat ku selalu bahagia. Batin Nara.


Tuhan, jangan pernah pisahakan kami, aku aku sudah sangat tergantung padanya, aku sangat mencintai nya, biarkan kami bahagia selalu. Batin Marcel.


Siang hari, ke adaan di hotel yang Marcel dan Nara tempati, di sebuah ranjang king size, Marcel sedang memandang Nara yang sedang tertidur dengan nyenyak, badan polos nya yang hanya di lapisi selimut tebal berwarna putih, setelah pergulatan mereka di pagi hari.


Marcel terus memandangi Nara dengan senyuman yang terbit di bibirnya. "Aku akan terus membuat mu bahagia sayang, jadi jangan pernah tinggalkan aku, jangan terluka, karena itu akan membuat ku sakit, aku akan menjaga mu, dari semua orang yang akan melukai mu." Marcel pun mencium kening Nara dan beranjak dari atas kasur nya dengan hati-hati agar tidak membangunkan istri cantik nya yang terlihat tertidur dan lelah karena ulah nya.


Marcel telah membersihkan diri nya dan kini ia membangun kan Nara karena sudah waktu nya untuk makan siang, Marcel tidak mau jika sampai Nara telat makan, terlebih kini ia tengah berbadan dua.


"Sayang bangun !" Ucap lembut Marcel membangunkan istrinya.


Beberapa kali Marcel membangunkan nya, dan akhirnya kelopak cantik itu pun terbuka, menatap suami nya yang terlihat sangat tampan dan tersenyum pada nya.


"Hubby kau sangat tampan, peluk aku!" Ucap Nara dengan suara serak khas bagun tidur nya membuat Marcel terkekeh gemas dan memeluk nya sesuai dengan permintaan sang istri.


"Bersihkan diri mu sayang, setelah itu kita makan siang." Ujar Marcel dalam pelukan mereka.


"Sudah waktunya makan siang, hubby pantas saja perut ku sangat lapar !" Jawab Nara sambil melepas pelukan mereka.


Marcel mengacak lembut rambut istrinya dan Nara yang kesal menatap tajam ke arah Marcel." Hubby, kau suka sekali mengacak - ngacak rambutku, sekarang tanggung jawab, angkat aku menuju kamar mandi !"

__ADS_1


__ADS_2