Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 61


__ADS_3

Mobil Amara sudah sampai di depan mansion, pintu mobil Amara di bukakan oleh salah satu penjaga di mansion yang selalu menyambut dengan ramah setiap tamu yang datang.


"Apa Marcell sudah kembali dari kantornya?" Tanya Amara pada maid yang menyambutnya.


"Tuan Marcell belum kembali nona, silahkan masuk !" Ucapnya sambil mempersilahkan Amara memasuki mansion.


Amara mengangguk mengerti karena ini masih satu jam sebelum jam pulang kantor. Amara pun di ajak memasuki mansion dan dibawa ke ruang yang biasa menerima tamu.


"Tunggulah disini nona, saya akan panggilkan nyonya besar!" Ujarnya pada Amara dan langsung bergegas memanggil nyonya besar Safira.


Amara hanya mengangguk, dengan mata yang menatap sekeliling mansion dengan berbinar. "Ch, Marcell, aku benar-benar sial sudah membuangmu dan lebih memilih Alex!"


Ya, Amara.benar-benar sial, karena ia lebih memilih Alex yang sangat posesif padanya, awalnya ia tidak masalah akan hal ini, selagi ia bisa mendapatkan apa yang ia mau, apartemen, mobil bahkan uang yang sudah banyak Alex berikan pada Amara, namun semakin hari Alex semakin membuatnya tidak bisa melakukan sesuka hatinya, bahkan Alex menginginkan pernikahan dengannya di saat Marcell mengungkap jati dirinya.


Tentunya hal itu membuat ia semakin bimbang, mungkin jika Marcell tidak mengungkapkan jati dirinya Amara akan menerima Alex, meski dia sangat posesif dan asalkan ia bisa memiliki hartanya Alex.


"Amara!" Panggil Safira, membuyarkan lamunannya.


Amara tersenyum dan berdiri mendekat ke arah Safira dan mencium tangannya, hal yang baru dilakukan olehnya hanya untuk mengambil hati dari Safira ibu dari Marcell.


"Apa kabar tante ?" Tanyanya sambil tersenyum.


"Tante Baik, ada apa, dari mana kamu tahu alamat ini?" Tanya Safira, karena ia begitu terkejut mendapati Amara ada di mansionnya, karena ia tahu betul alamat mansion keluarga Admaja tidak banyak orang yang mengetahuinya, sedangkan, dia, Amara bisa mudah mendapatkannya bahkan datang ke mansion.


"Amara ingin bertemu dengan Marcell tante, ada hal yang ingin Amara bicarakan !" Jawabnya dengan lembut, meski ia kesal dengan Safira yang terlihat tidak senang jika dia ada di mansionnya.


"Amara mendapatkan alamat ini dari teman Amara tante!" Lanjut Amara menjawab semua pertanyaan Safira.


Safira terdiam. Teman, batin Safira tidak percaya.


"Duduklah !" Ujarnya dan Amara, dan mereka pun duduk saling berhadapan, bertepatan dengan datangnya maid yang membawa minuman dan cemilan yang ia letakkan di atas meja.

__ADS_1


"Minum dan cicipi Amara !" Ujarnya pada Amara.


"Iya tante terima kasih !" jawab Amara sambil tersenyum.


"Marcell belum kembali, dia masih di perusahaan !"


"Iya tante Amara tahu, apa boleh Amara menunggu Marcell, karena jika datang ke perusahaan Amara tidak diizinkan masuk, Amara ada perlu dengan Marcell tante!"


Safira terkejut mendengar penuturan Amara, jika awalnya ia datang ke perusahaan anaknya.


Safira menghela nafasnya dan menatap wanita yang pernah menjadi kekasih Marcell.


"Baiklah jika kau akan menunggu, namun tante tidak tahu Marcell akan pulang cepat atau tidak !" Ucapnya pada Amara dengan harapan Amara merubah pikirannya untuk menunggu Marcell.


"Tidak apa tante Amara akan menunggu Marcell !" Jawab nya tegas, karena ini adalah satu kesempatan yang tidak boleh ia sia-siakan.


Safira menghela nafasnya dan menatap Amara dengan penuh arti, dalam benak ia berkata jika Amara sepertinya tidak akan menyerah begitu saja agar bisa mendapatkan Marcell kembali. Safira benar-benar tidak mengerti mengapa Marcell dulu pernah mencintai Amara.


Dan akhirnya dengan malas Safira meski menemaninya.


"Ada apa, apa kau bosan ?" Tanya Marcell masih melihat mimik wajah istrinya yang tidak bersemangat.


Nara mengangguk " Bolehkah aku pulang lebih dulu!" Tanya Nara.


Marcell terdiam, ia merasa ada yang disembunyikan oleh istrinya, mengabaikan pertanyaan dari Nara, Marcell bangkit dari kursi kebesarannya dan berjalan mendekati istrinya.


Marcell duduk di samping istrinya dan memegang kedua tangan Nara.


"Jujurlah, apa yang sedang kau pikirkan, bukankah kita sudah berjanji untuk saling terbuka !" Ucapnya lembut pada Nara.


Nara tersenyum dan memeluk suaminya, sepertinya ia salah karena telah berpikir buruk tentangnya.

__ADS_1


"Tidak ada, aku hanya takut kau akan meninggalkan ku, karena begitu banyak wanita cantik yang menginginkanmu, bahkan mereka setara denganmu dan aku hanya wanita biasa, terlebih pertemuanku denganmu bukan dengan cara yang baik!"


Marcell mengeratkan pelukannya "Jangan pernah berpikir seperti itu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Sayang, Ara meski banyak wanita yang menginginkanku namun hatiku sudah ada padamu, aku bukan pria yang mudah berpaling pada wanita lain, percayalah padaku !" Ucap Marcell panjang lebar meyakinkan Nara untuk percaya padanya dan tidak lagi berpikir buruk.


Nara hanya terdiam dan mengangguk kemudian. Marcell pun melepas pelukannya "Kau mau berjalan-jalan ke mall?" Ajak Marcell.


"Mall!" Nara tentu mau karena dia sudah sangat bosan karena harus terus di rumah.


"Hmm, ayok!" Ucap Marcell.


"Apa Marcell, apa kita pergi sekarang, lalu bagaimana dengan pekerjaanmu ?" Tanya Nara heran karena ini belum waktunya untuk pulang.


"Tidak apa, ada Reno, lagipula pekerjaanku sudah sedikit !" Jawab Marcell yang sebenarnya masih menumpuk, hanya saja ia lebih mementingkan istrinya saat ini, kebahagian Nara, istrinya adalah hal yang utama bagi Marcell sebagai suaminya.


Nara pun hanya mengangguk saja lagipula jika Marcell sudah berkata ia tidak bisa membantah.


"Sayang, satu jam lagi kau selesai jam kantor lebih baik kau selesaikan saja lebih dulu pekerjaanmu!" Ujar Nara pada Marcell.


"Tidak apa, aku ingin segera pergi berkencan denganmu, tunggulah, aku akan menemui Reno lebih dulu!" Marcell yang kekeh ingin pergi membawa istri bersenang-senang, dan Nara yang mengangguk pasrah, yang seperti biasa jika dirinya tidak bisa menolak permintaan Marcell.


Marcell keluar ruangannya yang langsung berhadapan dengan Sisca. "Ke ruangan Reno, ada yang ingin aku bicarakan !" Ujarnya pada Sisca.


Sisca pun langsung bergegas mengikuti Marcell menuju ruangan Reno.


Reno yang sedang serius bekerja dikejutkan dengan kedatangan Marcell dan Sisca.


"Aku akan pulang lebih dulu!" Ucap Reno membuat Reno dan Sisca mengerutkan keningnya.


"Masih satu jam lagi, ada apa, apa terjadi sesuatu ?" Tanya Reno khawatir.


"Tidak ada, aku hanya ingin pulang dan berkencan!" Jawab Marcell dengan kekehan nya.

__ADS_1


Reno berdecak kesal " Pergi saja, lagi pula aku ada Sisca disini yang membantuku, aku tidak bisa melarangmu, kau kan bos ku !" Jawab Reno sambil. terus memeriksa berkas - berkas di mejanya. Seolah masa bodoh dengan apa yang akan dilakukan oleh Marcell.


Sisca yang tidak terima dan juga merasa kesal entah kenapa. " Apa istrimu yang meminta pulang, ck istri macam apa seperti itu !"


__ADS_2