
Reno harus menemui seseorang lebih dulu, karena seorang wanita yang ia kabari keadaan Nara selalu mencoba menghubunginya, namun dirinya tidak bisa untuk di hubungi karena Reno mematikan ponselnya, karena keadaan nya yang sangat sibuk.
Citra, sahabat Nara yang sangat mengkhawatirkan keadaanya, setelah hari dimana Reno mengatakan jika Nara mengalami kecelakaan di korea dan Reno hanya mengabarinya melalui pesan, setelah itu ponselnya pun di matikan, membuat Citra semakin tidak tenang.
Ini salah Reno, karena membuatnya khawatir, mengapa dia harus mengatakan pada Citra, karena Reno pun sudah tidak bis berpikir jernih saat itu. Hingga tanpa sadar memberitahu Citra jika Nara dan Marcel mengalami kecelakaan.
Reno pun bergerak ke rumah Citra, ini masih pagi dan ia yakin jika Citra masih berada di rumahnya.
"Reno !" Ucap Citra terkejut ketika melihat Reno turun dari taksi, bertepatan dengan dia yang akan berangkat kuliah.
Reno tersenyum dan juga merasa bersalah, karena melihat Citra yang terlihat sangat kesal dan juga rasa khawatir yang bersamaan.
Kini mereka berada di sebuah kafe dan Reno menceritakan semuanya pada Citra hingga Citra terlihat bersyukur jika Nara dan kandungan tidak apa-apa, juga dengan Marcel yang hanya memerlukan waktu untuk pulih kembali.
"Kau menyebalkan Reno, kau mengabari ku kejadian Nara namun setelah itu kau menghilang, kau tahu aku sangat takut terjadi sesuatu yang buruk pada mu dan juga Nara, karena kau menghilang begitu saja dan sulit untuk di hubungi !" Kesal Citra bahkan ia pun meneteskan air matanya.
Reno mengerti bagaimana perasaan Citra, namun yang membuatnya menggelitik adalah ketika Reno mendengar jika Citra juga mengkhawatirkan dirinya.
"Kau mengkhawatirkan ku juga. " Tanya Reno membuat Citra menatapnya.
"Tentu saja, kau menghilang begitu saja, aku takut kejadian kecelakaan juga akan menimpamu, karena kau bilang sedang dalam perjalanan dan aku takut jika kau akan meninggalkan ku, aku menyayangimu Reno." Ucap Citra semakin membuat Reno tersenyum.
Namun Citra, ia tidak sadar jika ia mengatakan semua yang ia rasakan, ia masih larut dalam rasa syukur jika orang-orang yang ia sayangi ternyata baik-baik saja.
"Kau menyayangiku ?" Tanya Reno membuat Citra terdiam dan menatap Reno yang terlihat tersenyum dan detik itu ia baru menyadari jika dirinya sudah mengatakan perasaan nya pada Reno.
__ADS_1
"A a aku..!" Ucap Citra gugup semakin membuat Reno mengembangkan senyumannya
Citra kau bodoh, mengapa aku harus mengatakan apa yang aku rasakan pada Reno.
Sekarang bagaimana?
Duuuh aku sangat malu...
Reno menatap Citra yang terlihat malu padanya, ia senang karena ternyata Citra memiliki perasaan yang sama.
"Kau menyayangiku, aku juga!" Balas Reno membuat Citra mengangkat wajahnya dan menatap Reno.
"Kau..?" Ucap Citra.
Reno mengangguk." Sudah lama aku memiliki perasaan padamu, aku menyukai mu menyayangimu, tapi aku takut membuat mu kecewa, karena aku terlalu sibuk dalam bekerja apa lagi aku berpikir jika kau tidak memiliki perasaan padaku, tapi saat ini aku sudah dengar perasaan mu padaku, membuat ku senang dan yakin.
"Reno, kau melamar ku ?" Tanya Citra heran beserta gugup.
Reno kembali mengangguk."Maaf jika tidak ada cincin, aku melamarmu karena aku tidak ingin bermain - main, aku ingin langsung ke jenjang pernikahan, aku serius Citra, kau lihat aku bukan. Aku sibuk bekerja, jika hanya pacaran, aku takut tidak ada waktu untuk mu,"
Citra mengangguk paham, Reno asisten sekaligus sekretaris pribadi Marcel memang selalu sibuk bahkan sering keluar kota, maka jika berpacaran mungkin akan sulit untuk bertemu, tapi untuk menikah?
"Aku, tidak tahu, ini terlalu cepat." Jawab Citra.
"Tidak apa, kau bisa memikirkannya lebih dulu, namun kau harus tahu, jika aku benar-benar serius. Aku tidak main-main, jika kau bersedia aku akan datang segera bersama keluarga ku, menemui orang tua mu."
__ADS_1
Citra mengangguk, ia bingung untuk menjawab apa, meski perasaan nya yakin pada Reno, tapi apa harus menikah secepat ini?
Entahlah, dia harus memikirkannya lebih dulu, terlebih dia harus membicarakan lebih dulu pada kedua orang tuanya.
Korea Selatan.
Saat ini Nara, Marcel dan juga Kim Ye Joon. Tengah berada di sebuah pemakaman, Kenzo dan Selena yang saling berdampingan.
"Ayah, ibu maaf aku baru bisa menemui kalian disini, kalian lihat, aku sudah besar, aku sudah menikah, dan kalian bahkan akan memiliki cucu. "Nara yang sangat merasa sedih karena baru kali ini ia bisa menemui kedua orang tuanya, meski hanya sebuah gundukan tanah yang di tumbuhi oleh rumput hijau.
Marcel yang berada disisinya mengelus punggung Nara lembut, nasib istrinya benar-benar buruk jika tidak bertemu degannya, keluarga Wijaya juga paman dari kelurga ibunya, yang ingin merebut apa yang mnejadi hak nya, bahkan harus sampai ada nyawa yang terbunuh.
Namun Marcel kagum pada Nara, yang bisa dengan kuat dan juga sabar dalam menghadapi semuanya, meski dalam benak nya ia selalu bertanya-tanya, siapa kedua orang tua nya, dan mengapa semua ini terjadi.
Kini semua masalah telah usai, Marcel akan membuat Nara bahagia dengan caranya, melupakan masalah yang ia lalui, menggantikannya dengan sebuah kehidupan baru, sebuah kebahagiaan bersama keluarga kecilnya.
"Selamat siang ayah, ibu, saya Marcel, suami dari anak kalian yang cantik ini, terimakasih sudah melahirkannya dan memberikannya untuk ku, aku janji, akan menjaganya dengan baik, membuatnya bahagia, tidak akan menyakitinya. "Ucap Marcel pada dua gundukan tanah dengan bertuliskan di nisannya Kenzo dan juga Selena.
Nara tersenyum dan memeluk Marcel, bersyukur jika Marcel bisa memecahkan semua masalah nya, hingga kini ia bisa melihat kedua orang tuanya, walau hanya gundukan tanah, namun ia memiliki tempat dimana ia harus menemui dan mendoakan.
"Kalian akan segera kembali ke indonesia ?" Tanya Ye Joon yang kini mereka tengah berada di restoran untuk makan siang.
Marcel dan Nara mengangguk."Kami harus menyelesaikan semua masalah hingga tuntas, memastikan jika Erick dan Anaya masuk kedalam penjara ." Ucap Marcel di angguki oleh Nara.
"Bagaimana dengan paman Kim Do Yun. Kek ?" Tanya Nara yang penasaran dengan nasib dari paman nya itu.
__ADS_1
"Dia sudah di dalam penjara, aku belum mau menemuinya, bahkan keluarga tidak aku izinkan untuk menemui nya, karena jika aku atau yang lain datang, dia pasti memaki ku, dan meminta yang lain untuk segara mengeluarkannya dari sana, maka biarkan dia tetep disana sesuai hukum yang berlaku, karena dia benar- benar salah, tolong maaf kan dia Nara karena aku tidak berhasil mendidiknya dengan baik. ?"