Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 166


__ADS_3

"Marcel, tolong bantu aku agar Wilona lepas dari Samuel, setelah itu kau bebas melakukan apapun padaku !" Pinta Erick pada Marcel.


"Aku, membantu Wilona, untuk apa, bukankah dia


hanya satu tahun bersama Samuel, jadi biarkan saja dia, lagi pula dia juga bisa dapat uang dari nya bukan?" Ucap Marcel yang tidak peduli sama sekali dengan apa yang di minta oleh Erick, bukan tanggung jawabnya, untuk apa dia menolong bahkan Wilona saja sudah beberapa kalinya ingin melenyapkan Nara, istrinya.


Marcel pun meninggalkan Erick dengan tatapan penuh harap yang tidak akan pernah terkabulkan. Bodoh Pikirnya, untuk apa dia meminta tolong pada orang sudah ia lukai.


Marcel dan di ikuti oleh Kim Ye Joon juga pengacara Ridwan untuk menemui Nara, mereka akan menyerahkan hak yang harus Nara miliki, Aset Wijaya Grup dan juga 20% dari aset kim Meesha, Kim Ye Joon beserta pengacaranya yang sudah menunggu kini sudah berada di hadapan Nara.


"Ini semua aset perusahaan Wijaya Grup, kau yang berhak menerima semua, sesuai apa yang di minta Fery Wijaya, jika Erick tidak bisa membagi dan malah melukai ayahmu bahkan membunuh, maka semua akan berpihak padamu, tolong tanda tangani disini." Ujar Pengacara Ridwan yang hanya di tatap oleh Nara.


"Apa jika aku menerima semua akan berakhir, apa tidak akan ada lagi yang kan dendam padaku, Wilona, mungkin dia akan sangat marah padaku, aku hanya ingin hidup tenang !" Lirih Nara yang di usap punggung nya oleh Marcel agar menenangkannya..


Pengacara Ridwan mengerti dengan kekhawatiran Wilona." Aku tau apa yang kau takutkan, namun di balik semua perusahaan Wijaya Grup, itu ada banyak karyawan yang mengadu nasib di perusahaan, tolong terima, ini sudah hak mu."


"Hubby?" Nara yang meminta pendapat Marcel.


"Semua terserah padamu, aku akan dukung apa pun yang kau inginkan !" Balas Marcel yang tahu jika Nara sedang merasa bingung.


Nara pun mengangguk."Aku akan menerimanya, namun aku ingin pak pengacara membagi sesuai apa yang harusnya aku miliki, aku tidak ingin memiliki semua nya, masih ada Wilona, ia berhak untuk mendapatkannya. " Ucap Nara membuat Marcel tersenyum.


Nara masih bisa memikirkan hidup orang lain, meski orang itu sudah jahat padanya.


Pengacara Ridwan tersenyum pada Nara yang masih memikirkan hidup Wilona, namun dalam surat wasiat jika keluarga Erick melukai Nara ataupun kelurga dari Kenzo dan Selena, maka semua yang di dapatkan mereka harus di serahkan pada Nara, tidak ada negosiasi lagi, itu sudah menjadi perjanjian yang di tanda tangani oleh Erick Wijaya, saat memutuskan untuk merawat dan mengadopsi Nara.

__ADS_1


"Aku tahu maksudmu, kau anak yang baik, hanya saja ini sudah menjadi perjanjian dari Erick Wijaya, jika dia melukai mu dia akan memberikan semua aset nya padamu terimalah ini sudah hakmu, dan kau tidak perlu khawatir akan Wilona, dia akan aku awasi. ?" Jelas pengacara Ridwan yang membuat Nara terdiam.


Nara hanya takut jika nantinya Wilona akan semakin membencinya, yang akibatnya hidup nya tidak kan pernah tenang, harus kah iya menerima semuanya ?


"Baik, aku akan terima, tapi aku ingin kau bisa bantu dia untuk lepas dari Samuel, biarkan dia bekerja menjadi model yang dia inginkan, dengan catatan dia tidak boleh menganggu ku lagi, dan pak Ridwan saya minta untuk menjelaskan semuanya pada Wilona, aku tidak ingin dia malah mengatakan jika aku merebut harta nya!" Ucap Nara yang membuat pak Ridwan tersenyum, begitupun orang lain yang mendengarnya.


"Baik, saya pasti akan membantunya lepas dari jerat Samuel, awal nya aku tidak menyangka jika Erick bisa menikahkan Wilona dengan pria yamg pantas menjadi ayahnya, namun ternyata itu adalah sebuah perjanjian bisnis, baiklah tolong tanda tangani ini !" Ujar Pengacara


Ridwan sambil menyerahkan berkas - berkas yang sudah di siapkan.


Nara menerima dan menandatangi berkas yang di serahkan oleh pengacara Ridwan.


"Aku harap Wilona atau pun keluarga dari Erick Wijaya tidak kan mengusik ku lagi !" Ucap Nara.


"Tenanglah, Erick dan Anaya kan masuk ke dalam penjara dalam waktu yang cukup lama, jadi lau bisa tenang sayang." Jelas Marcel membuat Nara tersenyum.


"Ini adalah Aset Kim Meesha, aku tidak mau mendengar penolakan dari mu, maka kau harus menerima nya!" Kim Ye Joon yang meminta Nara untuk menerima aset yang sudah di siapkan oleh nya


Sekarang Nara benar-benar tahu, jika mereka melakukan ini semua hanya demi harta, tamak dan serakah yang malah membuat mereka rugi sendiri, dengan berakhir di penjara.


Nara masih terdiam memikirkan semua yang sudah terjadi padanya. Apa orang akan selicik dan sejahat ini, untuk mendapatkan harta dan kekayaan?


Nara benar-benar tidak menyangka, dan ia harap tidak ada lagi orang yang seperti itu.


Nara pun menadatangani berkas yang di serahkan pada dirinya, ia harap dengan ini hidup nya akan tenang, bersama Marcel dan anaknya kelak.

__ADS_1


Malam hari di kamar hotel lainnya, sepasang pengantin baru tengah terduduk di sofa, merasa lelah dengan apa yang sudah mereka lalui.


"Nara, semoga dia akan hidup bahagia setelah ini, aku tidak menyangka hidupnya serumit ini. " Ucap Sisca sambil menyenderkan kepalanya ke sofa.


Gio yang masih memegang laptopnya mengangguk mendengar perkataan Sisca yang sudah jadi istrinya. Lalu ia menutup laptop nya dan menatap Sisca sambil tersenyum simpul pada nya, membuat Sisca merasa heran.


"Ada apa ?" Tanya Sisca heran melihat ekspresi wajah Gio.


"Semua sudah selesai, namun utusan ku dengan mu belum selesai, bahkan belum sama sekali memulainya !" Ucap Gio membuat Sisca semakin heran dan bingung.


Apa maksud nya? pikir Sisca belum mengerti.


"Urusan ku, apa maksudmu?" Tanya Sisca kembali.


Gio mendekat dan berbisik di telinga Sisca. "Ayo kita buat seorang anak. " Lirih Gio di telinga Sisca yang membuat Sisca menelan saliva nya dengan kasar.


Benar, malam pengantin atau malam pertama mereka mesti tertunda karena masalah ini.


"Apa harus sekarang," Batin Sisca gugup.


"Aku, belum mandi.!" Tolak Sisca dan langsung pergi meninggalkan Gio yang terkekeh.


Tidak ingin memaksa, namun Gio akan tetap mencobanya. Pikir Gio.


Sedangkan di dalam kamar mandi, Sisca benar- benar gugup, ia tidak menyangka jika Gio akan meminta nya saat ini.

__ADS_1


"Aku belum memiliki persiapan, aissh mengapa di saat seperti ini, apa dia tidak ingin ini menjadi terkesan !" Gumam Sisca, namun Sisca pun berpikir untuk tidak bisa menolaknya, sekarang atau nanti itu sama saja bukan, Sisca sudah menjadi seorang istri, dan itu sudah menjadi kewajibannya.


__ADS_2