
"Wilona, bagaimana bisa kau bisa bertindak seperti itu !" Lirih Erick dengan menatap nanar putrinya.
Wilona tersenyum miring. " Mengapa, bukankah wajar, sama saja bukan jika memang Marcell menginginkan tubuhku, karena saat ini pun aku hanya sebagai budak nafsu seorang pria tua, dan aku tidak peduli jika nanti Samuel tahu akan tindakanku yang menggoda Marcell, meski dia akan membunuhku sekalipun !" Ucap Wilona tanpa ada rasa takut pada dirinya.
Deg..
"Jangan gila Wilona, kau bukan budak nafsunya, tapi kau istrinya!" Lirih Erick.
"Istri ketiga yang berjalan satu tahun yang bahkan setiap aku dipakai olehnya, dia akan memberikanku sejumlah uang, seperti ****** pada umumnya, aku hanya mencoba cara ku agar bisa lepas dari pria tua itu, satu tahun bukan waktu yang singkat untuk ku !"
"Ya, meski dengan cara yang seperti ini, dan Marcell adalah satu satunya pria yang bisa membawa ku bebas dari pria tua itu, dan aku harus bisa mendapatkannya dengan cara apapun itu, meski dengan menyingkirkan Nara!" Wilona yang berkata dengan penuh emosi dan ambisi pada ayahnya yang menatap nanar putrinya yang tidak percaya jika Wilona kini berubah menjadi wanita yang keras dan berambisi.
"Tidak, kau tidak bisa menyingkirkan Nara saat ini, ada satu rahasia mengenai dirinya yang tidak kau tahu, dan itu akan membuat keuntungan bagi kita di masa depan, ayah sudah bersusah payah agar semua berjalan dengan baik, jadi ayah minta, untuk saat ini kau jangan bertindak gegabah, sampai saatnya tiba baru ayah akan bebaskan kau melakukan apapun !"
Wilona memicingkan matanya pada ayahnya." Rahasia apa yang kau maksud ayah ?"
Pantas saja ayah tidak ada pergerakan sama sekali untuk menyingkirkan Nara saat ini. Pikir Wilona.
Erick menggelengkan kepalanya. "Ayah tidak bisa mengatakan nya saat ini, dan kau hanya perlu untuk bersabar dan serahkan semuanya pada ayah !"
Wilona terdiam dan menatap ayahnya dengan serius.
Rahasia apa yang disembunyikan oleh ayah, apa mengenai kedua orang tua Rara, yang tidak aku ketahui, ah tidak, jika hal itu mungkin akan dengan mudah ayah katakan padanya, lalu apa yang ayah rahasiakan pada ku mengenai Rara? Pikir Wilona yang penuh tanda tanya karena seperginya Rahasia mengenai Nara bukan hal yang sederhana yang membuat ayahnya tidak mau menceritakan padanya.
"Apa ibu tahu?" Tanya Wilona.
__ADS_1
Erick mengangguk. "Ya ibu tahu, jadi ayah harap kau tidak membuat keputusan yang salah lagi, ini demi masa depan kita, jika semua itu terlaksana dengan mudah, kau bisa melakukan apapun termasuk menyingkirkan Nara !" Ujar Erick pada Wilona yang membuat Wilona mengangguk ragu.
Setelah kepulangan ayahnya, kini Wilona termenung memikirkan apa yang ayah dan ibunya rahasiakan. Wilona sangat penasaran dan sangat ingin cepat mengetahui rahasia yang disembunyikan oleh mereka, namun sepertinya, ayahnya tidak akan menceritakan kepada nya saat ini.
"Ya ibu tahu, jadi ayah harap kau tidak membuat keputusan yang salah lagi, ini demi masa depan kita, jika semua itu terlaksana dengan mudah, kau bisa melakukan apapun termasuk menyingkirkan Nara !" Wilona yang mengingat perkataan Erick, ayahnya yang terus berputar di dalam pikirannya.
"Ck, apa aku harus tanyakan ini pada Ibu, tapi apa ibu akan mengatakannya padaku ?" Wilona menghela nafasnya panjang. "Aku sungguh penasaran?" Monolog nya lagi, yang sangat ingin tahu apa rahasia besar yang disembunyikan oleh kedua orang tuanya mengenai Nara.
Drrt drrt drrt... Suara dering ponselnya dan membuat dia melihat ke arah ponsel yang tergeletak diatas meja.
"Samuel, ck dia menghubungiku, apa dia tidak akan datang ke apartemen ?" Kedua sudut bibir Wilona terangkat, jika itu benar dia akan senang saat ini, karena akan terbebas dari Samuel, meski hanya satu hari.
Wilona pun segera mengangkat telepon dari Samuel, dan baru satu kalimat yang ia lontarkan langsung di jawab dengan kalimat panjang Samuel atau mungkin lebih tepatnya, sebuah ultimatum untuk Wilona agar tidak melanggar aturannya lagi.
Samuel: Dengar Wilona! Aku tidak akan datang ke apartemen dalam kurun waktu 2 minggu ini, ada pekerjaan yang harus aku lakukan hingga aku harus pergi keluar neErick, Singapura!
Kau senang bukan, karena dengan kepergianku kau akan bebas! Ch..
Ingat, meski aku tidak ada disana, tapi akan ada banyak yang mengawasimu, dan aku tidak akan memberikan toleransi lagi jika kau melakukan kesalahan, seperti saat siang tadi kau mencoba merayu seorang CEO, Marcell !
Jangan kira aku tidak tahu Wilona !
Kau bebas kali ini dari hukumanku, tapi jika 2 minggu ini kau melanggar aturan yang ku buat lagi, aku bersumpah akan membuat kedua orang tuamu merasakan penderitaan mu juga, seperti apa yang aku lakukan pada tempo hari, tentunya kau yang lebih dulu merasakan kemarahan ku!
Setelah panjang lebar Samuel mengatakan semuanya, ia memutuskan teleponnya sepihak membuat Wilona menggeram marah.
__ADS_1
"Brengsek!" Ucap Wilona dengan genggaman pada ponselnya dengan kuat.
"Ck, kau kira aku takut dengan ancamanmu! Heh, tidak Samuel.. Yang ada aku akan memanfaatkan waktu 2 minggu ini dengan sebaik mungkin."
Wilona tersenyum, dia benar-benar harus memanfaatkan waktu 2 minggu ini dengan baik, baginya tuhan sudah memberikannya kesempatan dalam 2 minggu, dengan ini ia terbebas dari pria tua yang menjadi suaminya, maka dia harus benar-benar memanfaatkan waktu ini, kini ia meski memutar otaknya untuk membuat sebuah rencana.
"Lupakan dulu soal rahasia Nara, aku harus bisa membuat rencana agar Marcell bisa menerimaku dan membuatku menjadi miliknya!"
"Heh, aku tidak percaya jika Marcell tidak tergoda dengan ku, semua pria normal pastilah sama, akan tergoda jika melihat tubuh wanita sexy!"
"Hal ini sudah terbukti dengan Nara yang tiba- tiba menjadi istrinya, yang memberikan tubuhnya pada Marcell, karena obat yang aku berikan padanya !"
"Nara, kau seharusnya merelakan Marcell padaku, anggap saja ini sebagai salah satu hal yang memang harus kau lakukan, karena kau membuatku menikahi pria tua yang seharusnya menikah denganmu, dengan begitu aku akan terbebas dari budak nafsu pria tua menyebalkan itu, dan aku akan bahagia hidup bahagia dengan Marcell !"
Wilona seperti berpikir jika jodohnya tertukar dengan Nara!
Wilona tersenyum dengan seringai tajamnya, ia sungguh berharap rencana yang akan dibuat akan berjalan dengan lancar, 2 minggu, seharusnya itu waktu yang cukup untuknya merebut Marcell dari sisi Nara.
Mansion keluarga Admaja.
Nara terlihat terburu-buru turun dari kamarnya menuju ke arah dapur, sepanjang jalan di menggerutu kesal pada Marcell yang membuatnya terlambat membantu Safira, mertuanya. untuk memasak makan malam.
"Bu !" Panggil Nara pada Safira yang tengah menyiapkan makan malam dan Nara menghampirinya dan Safira menyambutnya dengan senyuman.
"Sudah selesai ya, maaf aku tidak membantumu bu." Ucap Nara menyesal.
__ADS_1