
Marcell tertawa senang " Aku akan cepat, tunggulah!" Ucapnya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi, dan Nara hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan suaminya.
Nara pun, dengan cekatan menyiapkan pakaian untuknya, setelah siap, ia meraba perutnya.
"Aku harap, dia akan segera hadir disini." Gumamnya sambil tersenyum.
Nara berharap kehadiran seorang anak dalam pernikahannya, akan membuat hubungan nya dengan Marcell terus harmonis, dan Marcell beserta keluarganya akan terus menyayanginya, karena menurutnya hanya itu yang ia bisa berikan pada keluarga ini, yang sudah memberikan banyak kebahagiaan untuknya.
Nara yang menunggu Marcell membersihkan diri sambil memainkan ponselnya, hingga ia mendengar suara pintu dari arah kamar mandi yang terlihat terbuka.
Marcell pun keluar dari kamar mandi dan mengenakan pakaian yang sudah Nara siapkan, ia pun berjalan mendekati istrinya sambil memberikan handuk pada Nara.
"Tolong, keringkan rambutku sayang!" titahnya pada istrinya, sambil tersenyum dengan memperlihatkan deretan gigi putihnya.
Nara pun tersenyum dan meraih handuk dari tangan suaminya. Marcell pun duduk dibawah lantai yang sudah ditutupi karpet tebal, dengan Nara yang duduk di sisi ranjangnya,
Nara mengeringkan rambut suaminya dengan handuk, Marcell pun menikmati dengan apa yang dilakukan oleh istrinya.
"Sayang, apa kau tidak penasaran dengan apa yang sudah aku bicarakan dengan Amara ?" Tanya Marcell pada istrinya, yang heran jika Nara seolah tidak peduli, padahal suaminya berbicara dengan mantan kekasih.
Nara tersenyum."Mana mungkin aku tidak penasaran, aku sangat penasaran dan ingin tahu, namun aku juga tidak mau memaksamu bercerita, aku percaya padamu !" Jawab Nara membuat Marcell tersenyum.
"Amara, dia wanita yang tidak tahu malu, mendekati pria yang sudah menjadi suami orang !" Ucap Marcell mengatakan inti dari apa yang dibicarakan oleh Amara.
Nara tersenyum miris." Kau bilang Alex adalah kekasihnya, dan dia seorang direktur, bukan kah gajinya juga besar?"
"Hmm, ya gajinya memang besar, tapi, wanita seperti Amara, dia berpikir jika ada mangsa yang lebih besar kenapa tidak dia dapatkan !" Jawab Marcell membuat Nara menggelengkan kepalanya lemah.
"Bahkan dia memintaku untuk dijadikan nya istri kedua !" Lanjut Marcell membuat Nara terkejut mendengarnya.
__ADS_1
Nara pun kesal sangat terkejut mendengar perkataan Marcell jika Amara sempat memintanya menjadi istri kedua, mengacak rambut Marcell, hingga membuat Marcell mengeluh sakit karena kepalanya terdorong oleh istrinya.
"Aw sayang, ada apa ?" Tanya Marcell dan menengok ke arah Nara.
Nara berdecak kesal."Mantanmu itu, apa tidak punya harga diri meminta agar dijadikan nya istri kedua !" Jawabnya dengan raut wajah yang kesal.
Marcell mendesah pelan, ia berbalik dan memeluk Nara, menanamkan wajahnya nya di perut istrinya, lalu ia mendongak dan menatap istrinya yang masih terlihat kesal.
"Kenapa kau sangat kesal, Ara, kan bukan aku yang menginginkannya ?" Lirih Marcell.
"Ck, kau bertanya?"
"Tentu aku kesal, dia sangat berani memintamu menjadi kan nya istri kedua, tapi kau menolaknya bukan ?"
"Tentu aku menolak, suami tampan mu ini tidak mungkin mengkhianatimu ?"
"Aku takut, kau menyetujuinya, kau kaya, banyak uang, banyak pria kaya yang memiliki istri simpanan. Aku tidak ingin kau seperti itu, aku tidak ingin di madu!" Jawabnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Marcell mendengar dan melihat sorot mata istrinya yang benar-benar takut jika dirinya akan mengkhianatinya. Dia bangkit dan ikut duduk di sisi ranjang, lalu kembali memeluk istrinya.
Memang benar apa yang di katakan Nara, jika banyak pria kaya yang sudah menikah dan mereka mempunyai istri simpanan, yang mungkin hanya dinikahi siri, hanya untuk sebuah nafsu sesaat, atau mungkin banyak juga pria kaya yang yang 'jajan' untuk kepuasan semata.
Marcell melepas pelukannya dan menatap istrinya. " Hey sayang, Ara aku tidak mungkin mengkhianati istri cantik ku ini, bukankah kau percaya padaku ?" Tanya Marcell dan Nara mengangguk.
"Maka jangan berpikir jika aku akan sama seperti pria kaya lainnya, lihatlah ayahku, ayah tidak mengkhianati ibu, dan kesetiaan ayah menurun padaku !"
"Aku tahu, kau tidak akan mengkhianati ku, hanya saja aku takut semua wanita yang mengejarmu, akan melakukan cara apapun agar bisa bersama denganmu, kau lihat aku, pertemuanku denganmu saja bukan dengan cara yang baik, lalu bagaimana jika itu terjadi lagi padamu ?"
Marcell kini mengerti dengan kekhawatiran istrinya, Aku akan berhati-hati dan menjaga diriku agar tidak tersentuh oleh mereka, asal kau terus mempercayai diriku, kau akan terus percaya padaku kan Ara?" Tanya Marcell dengan sorot mata yang berharap pada Nara akan terus mempercayainya, Marcell benar-benar mengerti akan kekhawatiran istrinya.
__ADS_1
"Aku percaya, kau harus berjanji agar tidak tersentuh oleh wanita lain, sama halnya denganku, yang berjanji hanya kau yang akan menyentuhku!" Jawabnya sambil memeluk suaminya, menempelkan wajahnya di dada bidang Marcell.
Marcell mengelus rambut istrinya "Aku berjanji !" Jawabnya singkat.
"Tidurlah ini sudah malam, kau lelah bukan?" Ujarnya pada istri nya.
Nara melepas pelukannya dan lalu memiringkan badannya dan menatap suaminya.
"Bukankah kau menginginkanku malam ini ?" Tanya Nara dengan memicingkan matanya pada Marcell, yang sontak membuat Marcell tersenyum dan memeluk Nara.
"Kau tidak lelah, apa benar boleh?"
"Tentu, puaskan aku!" Ucap Nara lirih di telinga suaminya yang membuat Marcell bahagia, dan kembali mengulang malam indah yang selalu mereka lakukan, berharap akan segera menghadirkan sebuah hasil yang membahagiakan.
Seorang anak,yang akan menambah kebahagian untuk keluarga kecil mereka.
Sedangkan di apartemen Amara, dia yang baru sampai dengan masih merasakan kekesalan, mengingat Marcell terus saja menolak dirinya.
"Apa yang hebat dengan wanita itu, jelas aku lah lebih cantik darinya, ch, Marcell, dia membuatku kehilangan muka, tidak bisakah dia menerimaku saja, aku bahkan mengorbankan harga diri ku hingga aku berani memintanya menjadi istri yang kedua, tapi dia menolak ku begitu saja, ck Sialan !" Geram Amara dan merebahkan dirinya di sofa.
Drtt drtt drtt...
Ponselnya bergetar, dengan memperlihatkan sebuah kalimat, satu pesan dari Alex.
Amara meraih ponsel dan membuka pesan masuk dari Alex.
[Apa kau berhasil mengambil hati Marcell, oh aku tebak kau tidak berhasil bukan, ck Amara Amara kau benar- benar membuat dirimu rendah. Jangan kira aku tidak tahu kelakuanmu, aku tahu dan membiarkanmu berusaha mendekati Marcell hingga besok, dan jika hingga besok kau tidak berhasil mendapatkan hati Marcell kau harus menikah dengan ku, jika menolak kau tahu kan, untuk mengembalikan semua harta yang sudah kau kuras, aku tidak main - main Amara!]
Setelah membaca pesan dari Alex, Amara.kembali meradang ia membanting ponselnya di atas sofa " Brengsek Alex, apa dia memiliki mata-mata untuk mengawasiku. Mengembalikan semua harta yang sudah aku gunakan, ck lalu bagaimana dengan tubuhku yang sering dia nikmati !"
__ADS_1