
Marcell membiarkan lebih dulu apa yang Wilona lakukan, dia ingin tahu wanita di hadapannya ini sangat lah berani merayu seorang CEO sepertinya.
Wilona mendekat dan meraba dada bidang Marcell, ia mendekatkan wajahnya di hadapan wajah Marcell, ia tersenyum karena berpikir Marcell pasti menginginkannya juga.
"Aku akan memuaskan mu!" Lirih Wilona.
"Tuan Marcell, jika kau tidak bisa mengikuti kemauanku, aku masih punya satu kesepakatan lagi, kau bisa memiliki tubuhku sampai kau puas, bukankah itu yang pria inginkan, bahkan kau saja tergoda dengan tubuh Nara!"Tawar Wilona dengan berjalan perlahan ke arah Marcell dan mencoba merayu nya.
Marcell membiarkan lebih dulu apa yang Wilona lakukan, dia ingin tahu wanita di hadapannya ini sangat lah berani merayu seorang CEO sepertinya.
Wilona mendekat dan meraba dada bidang Marcell, ia mendekatkan wajahnya di hadapan wajah Marcell, ia tersenyum karena berpikir Marcell pasti menginginkannya juga.
"Aku akan memuaskanmu." Lirih Wilona di dekat telinga Marcell.
Marcell yang sudah geram dengan tingkah Wilona pun mendorong Wilona hingga terjatuh. "Awww kau jahat Marcell, mengapa kau mendorong ku ?" Kesal Wilona yang awalnya dia mengira jika Marcell tidak akan menolaknya.
"Kau kira aku pria yang mudah dirayu, Wilona kau salah menilaiku ?"
wilona berdiri dan menatap nyalang pada Marcell " Mengapa... Nara saja bisa merayumu, apa bedanya denganku, aku lebih sexy dan cantik dari nya !"
Marcell tersenyum miring menatap Wilona yang melihatnya tajam. " Tentu sangat berbeda, Nara, istriku, bukan dengan sengaja merayuku seperti dirimu layaknya seorang ******, bahkan dia sudah dengan sekuat tenaga menahan efek dari obat yang kalian berikan !
"Pergi dan jangan temui aku ataupun Nara, apa lagi mengganggunya, kau tahu Wilona jangan kira aku tidak tahu rencanamu untuk istriku !" Usir Marcell pada Wilona.
Deg..
Wilona terdiam, dalam benaknya, apakah Marcell mengetahui semua rencana nya. menepisnya Wilona berharap tidak semua akan Marcell ketahui, dia sudah membayar orang dengan mahal akan hal ini.
Wilona dengan kesal dan juga marah, karena Marcell orang kedua yang mengatakan dirinya adalah seorang ******, dia keluar dari ruangan Marcell bahkan membanting pintunya, membuat suara kegaduhan di sekitar ruangan Marcell, Reno yang akan memasuki ruangan Marcell begitu terkejut melihat Wilona keluar dari ruangan Marcell dengan keadaan marah, begitupun dengan Sisca.
"Ada apa dengan wanita itu ?" Heran Sisca.
"Wilona!" Gumam Reno yang didengar Sisca.
__ADS_1
"Kau mengenalnya, siapa dia ?" Tanya Sisca pada Reno.
"Bukan urusanmu!" Jawab Reno ketus.
Mendengar jawaban Reno, Sisca berdecak kesal."Kau dari mana saja, aku tadi mencarimu, Marcell menyuruhmu ke ruangannya!"
"Hmm." Jawab Reno dengan deheuman karena malas berbicara dengan Sisca, dan lalu masuk ke dalam ruangan Marcell.
Sisca hanya mendengus kesal karena Reno sangat dingin padanya, dia menatap Reno yang sudah masuk ke dalam ruangan Marcell.
"Ada apa dengan mereka, mereka seperti tidak suka ada aku disini, bukankah dulu kita berteman ?" Gumam Sisca.
Reno yang sudah masuk ke dalam ruangan Marcell, melihat Marcell yang terduduk di sofa dan memijat pangkal hidung nya.
"Ada apa wanita itu kemari ?" Tanya Reno dan duduk di hadapan Marcell.
Marcell menatap Reno dengan wajah kesalnya.
"Ck, sepertinya hari ini adalah hari buruk untuk mu, maaf kan aku tadi aku harus pergi ke divisi keuangan, soal laporan kemarin yang minta kau chek, ternyata memang ada yang salah dan sedang diperbaiki !"
"Tiga, maksudmu dengan Sisca?" Tanya Reno memastikan.
Marcell mengangguk. "Aku kesal dengan sikapnya yang tidak bisa profesional dalam bekerja, kau saja yang seperti ini tidak pernah membantah perkataan ku, tapi dia selalu berani membantahku, bahkan berbicara seenaknya !"
Reno mengangguk paham "Aku pernah memperingatinya untuk menjaga kata-katanya, jika tidak dia akan dipecat atau dipindahkan ke divisi lain, namun dia dengan percaya diri mengatakan jika kau tidak akan berani melakukan hal itu padanya!"
Marcell berdecak kesal. "Omong kosong, aku bisa saja memecatnya hari ini juga, tapi masalahnya, kau membutuhkan sekretaris nanti saat aku cuti, jika tidak ada dia akan merepotkanmu nanti!".
Reno mengangguk setuju." Hmm, terlebih dia mudah mengetik semua pekerjaanya, ya sudah bersabarlah dulu, jika tidak kau sedikit keras saja padanya !" Ujar Reno pada Marcell.
"Aku akan pulang, aku sudah tidak bersemangat lagi bekerja !"
"Pulanglah, tenangkan dirimu, lagi pula pekerjaanmu tidak menumpuk bukan?"
__ADS_1
"Tidak !" Jawab Marcell sambil melangkah ke meja kerjanya mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja.
Marcell dan Reno pun melangkah ke luar ruangan Marcell yang langsung disambut oleh Sisca.
"Aku akan pulang, kau pulang lah setelah jam kantor habis!" Ujar Marcell pada Sisca yang lalu berlalu meninggalkan Sisca dengan Reno yang juga akan memasuki ruangan nya lagi.
Sisca yang ingin bertanya di urungkan karena tidak sempat, karena melihat Marcell dan Reno langsung
meninggalkannya. Berdecak kesal, ia pun kembali duduk dan melanjutkan pekerjaannya.
Marcell kini berada di dalam mobil, ia teringat akan istrinya yang berada di sebuah mall, dan berjalan-jalan dengan Citra.
Marcell pun berniat menjemputnya dan menghubunginya lebih dulu.
Marcell: Halo sayang, kau masih di mall?
Nara: Ya, aku baru selesai menonton film, ada apa?
Marcell: Tidak, aku hanya bertanya hehe.. Aku hanya merindukanmu.
Nara: kau ini kita kan bertemu setiap hari, ya sudah jika tidak ada apapun, aku akan melanjutkan jalan- jalan dengan Citra.
Marcell: Hmm jangan pulang larut, aku menunggumu! Nara : Aku mengerti.
Marcell pun menghela nafasnya, ia urungkan menjemput istrinya, karena sepertinya Nara sedang bersenang-senang dia tidak ingin merusak kesenangannya.
Nara dan Citra yang sedang berkeliling mall, setelah keluar dari bioskop yang meSiscangkan film horor yang mereka tonton, setelah berhenti sejenak, karena
Marcell menghubungi Nara. "Marcell memghubungimu ?" Tanya Citra pada Nara.
"Hmm, dia hanya memastikan jika aku bersamamu sedang berjalan-jalan." Jawab Nara, yang tidak mengatakan jika Marcell merindukannya, mungkin dia akan malu sendiri.
"Ck, sepertinya dia khawatir padamu, ah aku kapan ada yang menanyakan keberadaan ku seperti kau !" Ucap Citra yang mengeluh karena dirinya tidak memiliki pasangan, dan iri dengan perhatian nya Marcell pada Nara.
__ADS_1
Nara terkekeh. "Asisten Marcell, kak Reno dia cukup tampan, kau mau aku kenalkan dengannya, siapa tahu kalian berjodoh ?" Tawar Nara pada Citra.
Citra menggelengkan kepalanya "Tidak terima kasih, jika nanti benar-benar berjodoh, nanti juga akan mengalir sendirinya, seperti air yang mengalir entah kemana. "jawabnya dengan diiringi kekehan darinya karena merasa aneh dengan perkataannya yang garing.