Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 137


__ADS_3

Pria itu sebenarnya sudah memperhatikan gerak Erickk Ayu, bahkan dia yang sempat memuji Marcel.


"Jujur saja, dan jika kau setuju, dengan kerja sama kita, kau akan mendapat Marcel juga sejumlah uang dariku !" Ucap nya membuat Ayu menatap pria itu.


"Kau mau, ini ada 10 juta, dan jika kau berhasil kau akan mendapatkan lebih dari ini!" Lanjut nya membuat Ayu semakin bimbang.


"Kau hanya perlu, menaburkan ini pada makanan yang akan di makan istrinya, Nara, dan kau tidak perlu khawatir, jika dia akan mati, kau tidak akan di cap pembunuh, kau hanya akan membuat dia kehilangan janin nya!" Ucap nya dengan memperlihatkan bubuk putih yang ada di tangannya.


"Janin, Istri tuan Marcel sedang hamil?" Ayu kaget.


"Benar, mungkin dengan dia kehilangan anak nya, Marcel akan kecewa apa lagi kedua orang tuanya, dan di situlah kau bisa mencoba memiliki Marcel. "Pria itu terus menghasut Ayu dengan kemungkinan kemungkinan rencana yang akan berhasil.


Ayu terdiam, namun ia mengingat perlakuan Marcel sewaktu berada di Villa, yang sama sekali tidak pernah menghiraukan nya, bahkan selalu memuji istrinya yang menurutnya tidak lebih baik dari nya.


Perasaan benci yang pernah hilang pun kembali, bersamaan dengan peluang yang akan ia dapatkan, menyakiti hati Nara ataupun Marcel.


Gelap di hatinya pun akhirnya menerima tawaran dari pria itu, meski banyak keraguan di hatinya, karena dia yang tidak pernah melakukan kejahatan.


Membunuh janin, apa tidak akan di katakan sebagai pembunuh, entahlah, namun yang jelas Ayu ingin mencoba apa yang sudah di rencanakan bersamaan dengan pria tersebut.


Mereka pun bertukar telepon untuk berkomunikasi.

__ADS_1


Marcel dan Gio mendengar cerita Ayu semakin marah, namun Gio menahan Marcel agar tidak marah terlebih dahulu, dia meski mencari tahu siapa yang menyuruh Ayu.


Ayu setelah bercerita dan melihat ekspresi Marcel yang sangat marahnya pun bersimpuh, memohon maaf karena sempat ingin mencelakai Nara dengan derai air mata nya yang semakin deras mengalir ke wajahnya, begitu pun dengan Pak Amir yang sangat malu melihat kelakuan anak nya.


"Kau tahu, bahkan istriku tidak pernah membencimu, dia bahkan mendoakan mu mendapatkan pria yang lebih baik, dan kau malah ingin menghilangkan apa yang sudah kami harapkan, menghilangkan nyawa yang baru seumur jagung, anak ku Ayu. Ch dimana hati nurani mu ?" Geram Marcel pada Ayu dengan Gio yang memegang pundak Marcel agar menenangkannya.


"Maaf maafkan saya tuan, maaf saya menyesal dan tidak akan mengikuti perintahnya lagi, saya akan segera mengembalikan uang yang sudah saya terima, saya benar- benar minta maaf." Lirih nya memohon maaf pada Marcel..


Marcel berdecih menatap Ayu yang masih dalam keadaan yang sangat marah, tentu siapa yang tidak marah jika ada orang yang akan menyakiti keluarganya.


Gio pun memilih untuk bertanya pada Ayu. Karena Marcel yang masih di kontrol oleh emosinya, Gio akan mengorek siapa pria yang telah bekerja sama dengan Ayu.


Disisi lain, di kota jakarta, Erick Wilton yang tengah berbicara bersama Anaya yang baru saja keluar dari penjara.


"Jangan kekanak-kanakan Anaya, aku sibuk dan banyak hal yang harus aku urus termasuk putri kita, Wilona dia selalu membuat Samuel marah!"


Anaya berdecih. "Sesibuk itukah hingga tidak ada di antara kalian yang menjenguk ku. Aku kesepian Erick, Wilona wajar saja, dia ingin mencari kebahagiaannya."


Erick memandang istri kesal, sifat keras kepala nya tidak pernah hilang. "Sudah lah jangan dibahas, yang terpenting kau sudah keluar bukan, aku sudah susah payah membayar pengacara untuk mengeluarkanmu dari sana, ck, dengar ada hal yang lebih penting yang harus kita bahas, ini mengenai Nara, anak sampah itu ! "


Anaya menatap tajam Erick, hingga ia pun dengan terpaksa mendengar perkataan Erick dan mulai menenangkan emosinya.

__ADS_1


"Ada apa dengan anak itu lagi. Dia sudah membuat kacau keluarga kita !" Geram Ayu.


Erick tersenyum miring. "Kita sudah mendapat lampu hijau untuk melukainya, paman nya yang berada di korea telah menyebar gosip buruk mengenai Nara di keluarga besarnya, jika Nara wanita ****** yang menaiki ranjang seorang CEO agar bisa menjadi kaya."


"Lalu apa mereka percaya ?" Tanya Anaya sedikit heran.


"Ya. Jika tidak dia tidak mungkin memberikan kabar ini, kabar untuk melukai nya, karena mereka tahu, jika Nara, anak itu belum mengetahui aset - aset peninggalan ibunya.


Dan kau tahu apa ekspresi mereka, mereka merasa kecewa dan jijik dengan kelakuan putri dari Selena yang sempat dipuji karena kecerdasannya, mereka sangat bodoh bisa termakan bisikan dari paman Nara yang ingin mengambil alih aset yang akan di miliki Nara." Jelas Erick membuat Anaya tersenyum tipis.


"Sepertinya paman nya itu, dia telah berhasil memberikan kabar yang bukan seharusnya kakek nya dengar, dan sekarang dia mendengar kelakuan yang lebih buruk lagi mengenai Nara. " Ucap Anaya membuat Erick mengangguk.


"Erick kita haru pastikan jika orang itu akan memberikan 50% saham nya untuk kita. sesuai janji kesepakatan kerja sama ini !" Lanjut Anaya.


"aku tahu, jika dia tidak sesuai kesepakatan aku akan membocorkan semuanya." Ujar Erick dan Anaya mengangguk.


"Tapi kita harus berhati-hati, aku takut nya kakeknya akan mulai mencurigai apa yang sudah dilakukan oleh pamannya, dengan mengirim orang untuk mencari tahu yang sebenarnya. "Ucap Anaya.


Erick mengangguk. " Aku tahu, pria itu sudah mengawasi kakek Nara, oh ya rencana awalku sudah aku mulai, aku akan membuat satu persatu orang yang ada disekitarnya menghilang, termasuk bayi yang ada dalam kandungan nya." Ucap Erick membuat Anaya terkejut, tidak menyangka jika Nara akan hamil anak dari seorang pria no satu di negara ini.


"Ck, jangan biarkan dia semakin di sayang oleh mereka, keluarga Admaja tidak pantas mendapat penerus dari seorang sampah !" Ucap Anaya membuat Erick mengangguk setuju.

__ADS_1


Kenzo, jika kau tidak hadir dalam hidup ku, kau tidak akan membuat putri mu menderita di tanganku saat ini, jadi sekarang kau nikmati saja dari atas sana, putrimu akan segera mendapatkan penderitaan yang aku alami dulu! Batin Erick bergemuruh ingin secepatnya memberikan pembalasan.


Di balik pintu, Wilona mendengar semua pembicaraan Erick dan juga ibu nya, awalnya dia ingin masuk ketika tahu ibunya telah keluar dari penjara namun langkah nya terhenti, ketika ayahnya mulai membicarakan Nara dan ia memilih untuk mendengar nya lebih dulu, hal yang sudah sangat ia ingin tahu, rahasia yang selama ini di simpan oleh kedua orang tua nya.


__ADS_2