Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 133


__ADS_3

"Selamat pagi nyonya, saya disini ingin membuat sarapan untuk anda dan yang lain." Ucap nya membuat Safira tersenyum.


"Kau Ayu?" Tanya Safira membuat Ayu mengangguk.


"Terimakasih, namun kau tidak perlu repot membuat sarapan untuk kami, saya biasa membuat sendiri dan mungkin dengan menantuku yang akan membantu disini." Ucap Safira.


"Biarkan saya tetap disini membantu anda nyonya ?" Pinta Ayu.


Safira menggeleng. Sepertinya anak ini memang ada niat untuk mendekati Marcel kembali, Marcel sudah membuat semuanya agar Ayu tidak datang ke Villa, namun tetep saja dia akan masuk ke Villa ini.


"Maaf Ayu, saya tidak bisa mengizinkan, terlebih Marcel sudah menyiapkan pelayan untuk membantu saya disini, terimakasih atas niat baik mu. "Ucap Safira membuat Ayu menahan amarah nya, dia hanya ingin membuatkan sarapan dan membatu, apa salah, pikir Ayu.


"Ayu bisa ikut saya?" Tanya Gio pada Ayu yang hanya mengangguk saja sebagai jawaban.


"Kay, kamu temani nyonya disini. "Ujar Gio pada kayla dan di angguki oleh nya. Gio dan Ayu pun meninggalkan Safira dan juga Kayla.


"Kay, apa saya salah?" Tanya Safira takut menyinggung Ayu.


Kayla tersenyum." Tidak nyonya, anda sudah benar, tuan Marcel sudah meminta saya agar tidak membiarkan nya masuk ke wilayah Villa, jika selain kita yang meminta nya." Jelas Kayla membuat Safira tenang.


"Ya sudah, kamu mau bantu saya menyiapkan sarapan?" Ajak Safira pada kayla yang tentu dia bersedia.


Di luar Villa, Ayu di berikan beberapa pertanyaan oleh Gio.


"Mengapa kau bisa masuk ke daam Villa, karena saya sudah memberi perintah agar tidak ada yang masuk tanpa persetujuan ku atau bos Marcel ?" Tanya Gio selidik.


Ayu menatap Gio. " Apa saya pun harus mendapat izin untuk masuk ke dalam Villa, saya yang menjaga dan mengurus Villa ini jika tuan Marcel tidak kemari bersama keluarganya. " Jelas Ayu pada Gio

__ADS_1


Gio menghela nafas nya, karena ternyata benar apa yang di ceritakan oleh Marcel, jika Ayu ini wanita yang tidak tahu malu.


"Saat ini kami tidak bisa mengizinkan siapapun masuk kecuali orang yang sudah kami uji, dan saya sekali lagi bertanya, mengapa kau bisa memasuki Villa ini, apa kau memiliki kunci cadangan ?" Tanya Gio dan Ayu tidak menjawab.


"Baiklah, kurasa benar kau memiliki kunci cadangan, bisakah kau berikan padaku ?"


"Untuk apa, bukankah ini hak ku, agar aku bis membersihkan Villa ini jika mereka kembali ?"


"Mereka tidak akan kembali dalam waktu dekat, Tuan Marcel dan nona Nara akan tinggal disini untuk waktu yang cukup lama, itulah mengapa kita disini memberikan pengawalan yang cukup ketat." Ucap Gio pada Ayu yang keras kepala masih saja tidak mau memberikan kunci cadangan pada Gio, hingga Marcel datang menemui Gio dan Ayu karena di beritahu oleh Safira.


"Berikan kuncinya pada saya Ayu !" Ucap Marcel mengejutkan Ayu.


"Tu... tuan Marcel ?" Kejut nya karena Marcel tiba-tiba datang dan setuju akan permintaan Gio untuk mengambil kunci cadangan yang di dirinya.


Ayu pun pasrah dan terpaksa memberikan kunci nya pada Marcel. "Sekarang pulanglah, jika kami butuh bantuan pasti kami akan menghubungi Pak Amir, ku rasa saya juga sudah beri tahu mengenai ini, jangan datang sealin perintah ku, kecuali Pak Amir yang membantu untuk pekarangan Villa ini, kebun bunga istri ku." Ujar Marcel pada Ayu yang dengan terpaksa dia meninggalkan Villa ini.


"Ternyata bos ku ini pintar melihat situasi ?"


Marcel mengangguk. "Jelaskan padaku, setelah sarapan selesai." Gio pun mengangguk setuju.


Sarapan pagi telah usai, Kini Nara bersama Safira, Sisca dan juga Kayla, tengah berbincang sambil meminum teh hangat, Nara tidak tahu saat tadi pagi jika Ayu memaksa ingin memasak sarapan unuk semua yang ada di villa, karena tidak ada yang memberitahunya.


Sedangkan Marcel yang bersama Gio terlihat kesal dan marah setelah mendengar cerita Gio.


Jadi apa à mereka ingin menggunakan Ayu untuk memecah belah keluarga ku ?"


Gio mengangguk. " Aku belum bisa memastikan nya dengan benar, namun melihat gelagat nya, itu bisa saja, bukankah dulu dia sudah sadar akan kelakuan nya, karena mungkin saja jika dia ada yang menghasudnya, maka dia jadi seperti ini lagi, kita harus selidiki lebih lebih dalam lagi, untuk itulah aku hanya menggunakan namamu agar dia tidak datang kemari. "

__ADS_1


Marcel mengangguk. "Terimakasih Gio, aku tunggu laporan selanjutnya, dan perketat penjaggaan, mulai sekarang kita harus teliti siapa saja yang akan datang kemari !" Ujar Marcel dan Gio mengangguk mengerti.


"Jadi sore ini kau ak kembali ke jakarta?" Tanya balik Sisca, setelah mendengar jika Sisca mengatakan pada nya juga akan oulang ke jakarta seorang diri, tidak dengan Gio yang masih ada pekerjaan disini.


Sisca sudah di beritahu Gio, angan biarkan Nara tahu, jika akan ada bahaya yang menimpa dirinya saat ini.


Sisca mengangguk. "Ada pekerjaan yang menunggu ku disana, dan lgi aku harus memastikan jika persiapan pernikahan ku akan berjalan sesuai rencana.'


Nara mengangguk mengerti, begitupun dengan Safira. "Hmm baiklah. Kita menunggu undangan dari Nay. 'Balas Nara dan Nay mengangguk.


Sore hari sesuai yang di katakan Sisca jika dia akan pulang ke jakarta, menggunakan salah satu pengawal The Admaja yang sudah di beri perintah oleh Marcel..


"Kaari ku segera jika sudah sampai !" Pinta Gio pada Sisca dengan memeluknya.


Sisca mengangguk dalam pelukan Gio. "Hmm, cepat lah kembali, pernikahan kita hanya tinggal 2 minggu lagi." Balas.Sisca..


"Aku tahu, aku suda berbicara pada bos Marcel, jika 3 hari sebelum pernikahan aku akan cuti, dan Bos Marcel malah memberi ku izin 2 minggu untuk pernikahan kita nanti." Jelas Gio membuat Sisca senang, katena dia pikir mereka hanya akan menikah saja dengan cuti yang mungkin paling lama seminggu, namun ternyata bos mereka sangat baik, bisa memberikan waktu 2 minggu untuk mereka.


Disiai lain, Nara yang melihat dari kajauhhan calon pasangan ini, karena memang sudab berpamitan lebih dulu, Nara terlihat seyum-senyum sendiri membuat Marcel merasa heran.


"Ada apa, mengapa senyum seperti itu ?" Tanya Marcel.


Nara menatap suaminya dengan masih mengembangkan senyuman nya. "Aku senang melihat Gio dan Sisca, mereka sangat cocok." Jawab nya membuat Marcel mengangguk setuju.


"Aku tidak menyangka mereka bejodoh bahkan snagat cepat, seperti kita. "Tambah Marcel..


"Hmm benar hubby, mudah-mudahan kisah cinta mereka akan terus harmonis seperti kita, meski ada masalah Gio akan sigap membantu dan melindugi Sisca, juga kuat akan godaan pelakor!" Ucap Nara mbuat Marcel terkekeh.

__ADS_1


"Contoh nya sepertk suami mu ini bukan, yang tidak tergoda dengan wanita seperti itu ?" Tanya Marcel.


__ADS_2