
Sedangkan Rachel, ia sedikit terkejut melihat istri Marcell ada di hadapannya kini bahkan di gandeng mesra oleh Marcell, ia pun memandang Nara tersenyum, namum senyuman nya itu seperti sebuah ancaman untuk Nara yang membuat Nara tidak merasa nyaman.
Siapa wanita ini, apa dia klien yang di maksud Marcell, ch lihat pakainya ! sangat kekurangan bahan sekali, dia benar-benar terlihat ingin menggoda suamiku ! Pikir Nara dalam hatinya dan terus menatap Rachel yang tersenyum tidak ramah padanya.
Marcell menarik lengan Bara lembut dan membawanya duduk di sofa berhadapan dengan Miss. Rachel dan Jeremy, dan Reno yang mengalah duduk di kursi single, yang awalnya duduk berdampingan dengan Marcell.
"Miss. Rachel perkenalkan ini istriku, Nara !" Marcell yang memperkenalkan istrinya pada Miss. Rachel.
"Senang berkenalan dengan anda nona !" Jawab Miss. Rachel dan Nara tersenyum.
"Dan ini Jeremy, asisten saya!" Miss. Rachel yang memperkenalkan asistennya pada Nara.
"Salam kenal, saya Nara." Jawabnya tersenyum.
"Baiklah, ini sudah waktunya makan siang, lebih baik kita pergi sekarang ke restoran terdekat disini !" Ujar Marcell pada semuanya.
"Anda benar tuan Marcell, mari kita berangkat !" Ajak Miss. Rachel.
Mereka pun berangkat menggunakan dua mobil, satu mobil milik Miss. Rachel dan Satu mobil Marcell bersama Reno yang menyetir mobil, dan Nara duduk di belakang berdua dengan Marcell.
Tak lama mereka sampai di sebuah restoran, yang letaknya tidak jauh dengan perusahaan Marcell dan mereka pun duduk dan memesan makanan.
"Nona Nara, anda berasal dari keluarga mana?" Tanya Miss. Rachel memecah keheningan.
"Maksud anda apa saya berasal dari keluarga yang terpengaruh ?" Jawabnya pada Miss. Rachel.
Marcell dan Reno mendengar itu saling pandang, mereka takut Nara akan tersinggung.
"Ah, maaf jika aku salah, karena aku hanya menebak, biasanya keluarga besar seperti keluarga Admaja pasti mereka mementingkan bebet bobotnya bukan, contohnya mungkin keluarga yang tidak kalah besarnya dengan Admaja ?" Ucap Miss. Rachel sambil tersenyum.
Kini Nara mungkin menyadari jika Miss. Rachel ingin mempermalukannya, dan membandingkan dengan dirinya yang memiliki harta yang berlimpah dan juga sebanding dengan Marcell yang sudah menjadi CEO.
__ADS_1
Marcell yang merasa tidak suka dengan pertanyaan Miss. Rachel ingin menjawabnya namun Nara mencegah dan menjawab apa yang ditanyakan oleh Miss. Rachel.
"Aku bukan berasal dari keluarga yang anda maksud, dan beruntungnya karena keluarga Admaja tidak pernah melihat status atau kasta pada menantunya atau pendamping Marcell, begitupun dengan Marcell yang menerima aku apa adanya !" Jawab Nara juga sambil tersenyum, meski dalam hatinya ia merasa rendah dihadapan Miss. Rachel mengingat pertemuan dirinya dengan Marcell bukan dengan cara yang baik.
"Begitukah, anda beruntung nona!" Jawab Miss. Rachel sambil tersenyum, karena dia tahu kini Nara terlihat seperti tidak percaya diri, namun disembunyikan dengan senyumannya.
Marcell yang mengerti dengan perasaan istrinya pun memegang tangan Nara dan mengusapnya lembut, pemandangannya pun kini ia tujukan pada Miss. Rachel.
"Aku mencari seorang istri, dan bukan wanita karier yang akan melupakan keluarganya di rumah, anda bilang Nara beruntung, namun akulah yang lebih beruntung bisa menikahinya, pertemuan singkat dengan Nara membuatku langsung jatuh cinta padanya Nona, aku benar benar beruntung!" Ujar Marcell menengahinya dan Nara yang tersenyum tulus pada suaminya.
Nara sangat senang dan tersenyum dengan kata- kata Marcell, yang sangat menerima dirinya apa adanya, mungkin jika dia bertemu dengan pria lain nasibnya tidak akan seperti ini.
Miss. Rachel mendengar Marcell menyenangkan istrinya, tangan nya terlihat terkepal namun mimik wajahnya yang tetap tersenyum tidak memperlihatkan jika dirinya tengah merasa kesal.
Obrolan mereka pun berhenti karena dua orang waiters mengantar makan dan minuman yang mereka telah pesan.
Setelah mereka makan siang, mereka kembali ke tempatnya masing-masing, Miss. Rachel yang kembali ke hotelnya dan Nara yang ikut bersama suaminya ke kantor atau perusahaan..
"Sayang apa kau masih kepikiran dengan apa yang dikatakan Miss. Rachel ?" Tanya Marcell khawatir.
Nara tersenyum "Tidak sayang, aku tidak memikirkan apapun !"
"Benarkah?" Nara mengangguk.
"Aku hanya lelah !" Jawab Nara.
"Baiklah, sampai di kantor kau istirahat lah di tempat istirahatku, kita pulang bersama nanti !" Ujar Marcell pada istrinya dan Nara pun hanya mengangguk dia tidak pernah menolak perintah suaminya.
Sesampainya di perusahaan, Reno yang langsung masuk ke ruangannya, dan Marcell terus berjalan bersama Nara masuk ke ruangannya, dan Nara yang diminta masuk ke tempat istirahat.
Sisca melihat kepulangan Marcell dengan istrinya tersenyum namun dia merasa aneh dengan ekspresi wajah istri Marcell, yang terus menunduk. "Apa terjadi sesuatu?"
__ADS_1
Sisca kini mengerti mengapa Marcell membatalkan janji makan siang bersama, mungkin itu karena klien mereka, karena jika hanya istri dari Marcell, Marcell tidak mungkin membatalkannya, justru mungkin Marcell akan memperkenalkannya pada dirinya.
"Sisca, apa aku ada jadwal lagi setelah ini ?" Tanya Marcell yang sudah meminta Sisca masuk ke dalam ruangannya.
"Tidak ada tuan, tuan mau dibuatkan kopi ?" Tawar Sisca dengan mata yang mencari keberadaan Nara.
"Tidak terima kasih, kau boleh kembali ke tempatmu !" Ujar Marcell dan Sisca mendengus kesal.
"Kau tidak ingin memperkenalkan istrimu padaku !" Tanya Sisca sedikit kesal.
"Bukankah sudah kenal saat dia pertama datang!" Jawab Marcell sedikit ketus mengingat jika Sisca membuat Nara mungkin salah paham padanya.
"Ck, kita belum berkenalan dengan benar, ya sudah aku kembali ke tempatku !" Ucap Sisca yang kesal padahal dia ingin mengenal istri Marcell.
Sisca yang kembali ketempatnya dan Reno memasuki ruangan Marcell dan memberikan beberapa dokumen padanya.
"Istrimu sedang beristirahat?" Tanya Reno dan Marcell mengangguk sambil memeriksa dokumen yang dibawa oleh Reno.
"Aku sudah menduga bukan, jika Miss. Rachel terlihat menyukaimu, bahkan dia berniat mempermalukan Nara!"
"Mempermalukan ?" Heran Marcell
"Apa mungkin dia sudah tahu latar belakang istriku ?" Lanjutnya menebak.
Reno mengangguk "Mungkin, karena tidak mungkin dia berani menanyakan hal ini pada Nara!" Mendengar itu Marcell terdiam.
"Kau harus hati-hati padanya, sepertinya dia orang yang nekat, aku akan minta Gio untuk mencari tahu tentangnya !" Ujar Reno dan Marcell mengangguk setuju.
"Dan untuk pertemuan selanjutnya di negaranya kau yakin, bukankah kau akan berbulan madu ?"
"Jangan keras - keras, aku tidak ingin dia mendengarnya, aku ingin membuat kejutan!" Ucap Marcell kesal pada Reno dan Reno yang tersenyum tanpa rasa bersalah.
__ADS_1
"Mengenai bulan madu, aku akan pergi setelah meeting, lagipula aku hanya perlu satu kali pertemuan, setelah itu kau yang menghandle, dan bawalah Sisca bersamamu, mungkin kau akan butuh bantuanya, dan lagi aku akan berbulan madu selama.satu bulan, dan selama itu Ayah yang akan menggantikan ku!" Papar Marcell