Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 177


__ADS_3

"Bukankah kau memerlukan asisten baru, karena Reno akan berada di Bogor dan mengelola cabang di sana dan juga panti asuhan ?" Tanya Gio pada Marcel yang kini mulai mengerti maksud Gio, mengapa membawa seseorang yang tidak ia kenali, begitu pun dengan Sisca, dia hanya menyimak saja tanpa ada niat bertanya dan ikut campur.


Marcel mengangguk mengerti dan menatap pria tersebut."Perkenalkan namamu ?" Tanya Marcel pada pria yang berdiri tidak jauh dari Gio.


"Jonathan, tuan Marcel." Jawab nya pada Marcel.


"Nathan, dia adalah sepupuku, dia orang yang juga bekerja sama denganku untuk menggali informasi di belakangku jika aku membutuhkan bantuannya, jadi kau bisa mempercayainya." Ucap Gio membuat Marcel tersenyum.


Gio memang sudah di beritahu Marcel perihal rencananya pada Reno dan untuk itulah dia mambawa Jonathan untuk menggantikan posisi Reno, karena menurutnya Jonathan bisa di percaya.


"Baiklah, aku akan melihat pekerjaan mu selama tiga bulan ini, oh ya berapa usiamu ?" Tanya Marcel kembali.


"20 tahun," jawabnya singkat, membuat Marcel terkejut sedangkan Gio ia terlihat tersenyum tipis.


"Dia masih muda namun kau tidak perlu khawatir akan kinerjanya, dia sudah sangat terlatih," ucap Gio.


Marcel pun mengangguk."Aku hanya terkejut, ternyata kau seumuran dengan istriku, baiklah, semoga kau bisa di andalkan, karena aku memang membutuhkan asisten saat ini, karena asisten ku akan segera meninggalkan pekerjaan nya disini, meski dia tidak tahu jika posisinya akan tergeser oleh mu!" Ucap Marcel dan Nathan pun menggangguk.


Nathan, sepupu Gio yang ia sering belajar bersama sejak masih kecil, meski usianya berbeda 5 tahun, namun Nathan bisa dengan cepat menyerap apa yang sudah di ajarkan padanya dan juga Gio, mereka tumbuh dan sama - sama menjadi pintar, dan Gio sudah tahu akan sikap Nathan, yang tentu akan sangat di percaya olehnya, hanya saja sikap Nathan lebih dingin dari Gio, ia hanya bicara seperlunya dan jika itu adalah hal yang penting.


Sisca yang sejak tadi menyimak, meminta izin untuk kembali ke tempatnya, "baiklah lanjutkan perkenalan kalian, aku akan kembali ke meja ku saja," pamit Sisca pada ketiga pria di hadapannya.


Sebelum pergi Sisca mengecup pipi Gio sekilas dan lalu keluar dari ruangan Marcel membuat Gio tersenyum.


Marcel berdecak kesal melihat itu, sedangkan Nathan hanya menatap datar pasangan pengantin yang menurutnya masih baru atau hangat - hangatnya."Kalian duduk lah, ada yang ingin aku bahas sekalian!" Ujar Marcel


pada Gio dan Nathan meminta mereka duduk di sofa depan meja Marcel.


Marcel mengikuti mereka dan duduk di sofa yang muat untuk dirinya, sedangkan Gio dan Nathan duduk di sofa panjang dan saling berhadapan.

__ADS_1


"Gio, bagaimana dengan Wilona, kau sudah menyelidikinya bukan?" Tanya Marcel pada Gio.


Gio mengangguk."Tidak ada yang mencurigakan selama aku mengikutinya dan mengawasinya, kau sungguh akan membawa dia ke korea?" Tanya balik Gio.


Marcel mengangguk."Aku minta tolobg bawa dia kemari, aku akan pastikan lebih dulu agar dia tidak lagi mengganggu hidup istriku !" Ucap Marcel.


Gio mengangguk paham."Ya kuharap juga begitu, tapi selama yang aku lihat ia benar-benar fokus dengan karir nya, mungkin dia sudah mulai sadar, karena setiap ia menjenguk kedua orang tuanya, selalu di nasehati oleh Erick dan Anaya." Jelas Gio pada Marcel


Marcel tersenyum. "Itu bagus, ku harap dia benar- benar sadar, karena dia akan di perjuangkan karirnya agar naik di Asia oleh istriku, segera panggil dia kemari, aku yang akan bicara langsung padanya." Perintah Marcel pada Gio, dan Gio pun mengangguk akan segera menjalankan perintah Marcel.


"Untuk mu Nathan, aku ingin kau cari panti asuhan yang kurang mendapatkan donasi, akubakan masukan donasi kesana, setelah itu, tentu kau pelajari apa yang harus kau kerjakan, kau bisa bertanya pada Sisca atau Gio jika perlu padaku juga, karena Reno dia tidak ada disini, asisten ku yang akan kau gantikan !"


Nathan mengangguk."Aku akan bertanya pada kak Gio, tuan Marcel." Jawab nya dan Marcel pun mengangguk.


"Panti asuhan mungkin minggu ini rampung, dan mereka sudah bisa di pindahkan kesana, untuk peresmian kita tunggu Reno dan Citra pulang dari bulan madu mereka dan aku mohon bantuan dari kalian." Ucap Marcel kembali. Gio dan Nathan pun mengangguk setuju.


Sementara itu di sebuah tempat, tepatnya sebuah studio pemotretan, dimama Wilona tengah melakukan sesi pemotretan dengan serius sesuai instruksi dari fotographer.


"Ok cukup. "Ucap photograper tersebut membuat Wilona menghela nafasnya karena merasa sangat lelah.


Wilona duduk di sebuah kursi yang disediakan, sesi fotonya belum selesai, Wilona hanya beristirahat untuk sesi selanjutnya dan kini bergantian lebih duku dengan model yang lain.


"Kau sudah menemukan orang yang kau carl ?" Tanya seorang wanita sambil memberikan botol minuman pada Wilona. Asisten sekaligus teman Wilona yang menemani dan menasehati Wilona agar bisa berubah menjadi baik, melupakan dendam yang ada dalam hatinya.


Wilona menggeleng dan meminum minuman dalam botol tersebut." Aku tahu dia berada di bogor, hanya saja aku tidak tahu alamatnya dimana, tidak ada yang mau memberitahuku, mungkin mereka takut aku akan membuat ulah lagi !"Wanita itu mengangguk mengerti.


"Seni, apa aku akan di maafkan?" Tanya Wilona pada asistennya yang bernama Seni.


"Mendengar ceritamu tentang dia, aku yakin kau akan di maafkan, tenang lah, yang penting kau tidak lagi seperti dulu, ingat karir mu baru di mulai kembali, kau tidak ingin gagal lagi bukan ?" Ucapnya meyakinkan Wilona.

__ADS_1


Wilona tersenyum, "kau benar, aku harap aku bisa menemui nya!" harap nya.


"Semoga." Balas Seni yang di balas senyum tipis Wilona.


Esok hari nya, Wilona yang tengah bersiap untuk kembali memulai pemotretan, di sebuah gedung yang tak begitu besar, di kejutkan dengan datangnya Seni.


"Wilona !" panggil Seni dengan berteriak, membuat


Wilona menutup telinga dengan wajah yang di buat kesal. "Jangan berteriak !kau membuat telinga ku sakit Seni !" ucap Wilona kesal.


Seni terkekeh, "itu karena aku membawa kabar bagus untuk mu dan kau pun pasti akan sangat senang mendengarnya,"balasnya membuat Wilona penasaran.


"Apa?" tanya Wilona.


Seni berdehuem lebih dulu, sebelum memberikan kabar yang menurutnya akan membuat Wilona senang, namun Wilona melihat itu memutar bola matanya malas kesal.


Seni tersenyum dan mulai mengatakan apa yang sudah ia dapatkan, "kau di minta menemui CEO Admaja COMPANY, kau tahu dia siapa bukan ?" tanya Seni membuat Wilona terdiam.


"Marcel ?!" gumam Wilona yang terdengar oleh Seni.


Seni mengangguk, "ini jawaban nya bukan, kau saat ini di beri jalan agar bisa meminta maaf pada saudara mu itu," ucap Seni membuat Wilona mengangguk.


"Kapan aku harus menemuinya?" tanya Wilona.


"Secepatnya, kau bisa menemuinya setelah pemotranmu selesai, jangan tinggalkan pekerjaan mu, karena ini juga penting untuk hidupmu !" ucap Seni membuat Wilona mendelik.


"Aku tahu, aku selalu profesional dalam bekerja, ya mungkin kadang ada khilafnya," balas Wilona dan Seni mendengar itu kesal.


Sementara itu di perusahaan Admaja COMPANY, Marcel tengah bersama dengan Gio di dalam ruangannya, sedangkan Nathan, dia sedang melakukan pekerjaanya di ruangan Reno yang akan segera di gantikan olehnya secara resmi.

__ADS_1


__ADS_2