Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 71


__ADS_3

Nara mengangguk "Sudahlah, jangan dipikirkan lagi, Marcell sudah mengurusnya, saat ini aku hanya ingin bersenang-senang, kita makan siang dulu, setelah itu kita berkeliling atau menonton Film !"


"Baiklah, kita pesan makanan, aku juga sudah lapar !" Keluh Citra membuat Nara terkekeh. Mereka pun memesan makanan, yang mereka sukai dan setelah selesai makan siang, mereka memilih menonton Film lebih dulu, film horor yang saat ini sedang ramai di bicarakan.


Sementara di apartemen Wilona, dia sedang menggerutu kesal, karena Nara tidak mau mengikuti kemauannya bahkan teleponnya di putus sepihak.


"Apa dia ingin aku bersikap baik padanya, Ch omong kosong!"


Wilona yang memang awalnya ingin memohon dan bersikap baik agar ibunya bisa keluar dari penjara, namun begitu teleponnya tersambung Wilona tidak bisa mengendalikan dirinya, dan ingin terus memaki Nara. Gengsi Wilona yang terlalu besar jika dia harus merendahkan dirinya pada Nara.


"Meminta pada suaminya, ck jika itu yang kau inginkan, aku akan menemui suamimu!" Wilona tersenyum miring seolah ia punya rencana, agar bisa menemui Marcell, dan mungkin Samuel pun akan menginjinkannya, karena untuk membebaskan ibunya dari penjara.


Setelah itu Wilona pun langsung menghubungi Samuel dan meminta ijin darinya, untuk pergi ke perusahaan Admaja Company dan untuk menemui Marcell untuk memohon belas kasih agar ibunya bisa bebas dari penjara.


Seperti dugaannya, jika Samuel akan mengijinkannya, meski ia mendapatkan pengawalan, namun itu bukan masalah untuknya, karena menurutnya hal itu dapat ia atasi dengan mudah.


Setelah Samuel memberinya izin, Wilona bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap untuk pergi ke perusahaan Admaja Company.


Tak lama Wilona yang sudah membersihkan diri, dan berdandan rapih, ia mengenakan dress cantik berwarna merah tanpa lengan dan membentuk lekuk tubuhnya, ukuran dress yang pendek yang mungkin satu jengkal di atas lutut, dengan high hills yang ia kenakan membuatnya semakin terlihat sexy.


Wilona mengibaskan rambut panjangnya yang sengaja ia gerai, ia lalu menatap cermin dan tersenyum.


"Sempurna!" Ucapnya yang kagum dengan hasil karya nya sendiri, dan ia berpikir Marcell akan tergoda padanya.


Wilona meraih tas kecil bermerknya, dan berjalan dengan sangat anggun keluar dari apartemennya.


Sedangkan Marcell yang tengah makan siang, bersama Reno dan Gio, dan seorang wanita yang memaksa ikut bersama dengan ketiga pria tampan itu.


Sisca, dia memaksa ikut makan siang berama Marcell, dengan alasan jika Marcell sudah pernah membuat janji dengannya, Marcell yang tidak ingin berdebat, akhirnya membiarkan Sisca ikut bersama dengannya, lagi pula dia bersama dengan Gio dan Reno.

__ADS_1


Reno yang duduk di samping Marcell, dan Gio yang duduk di samping Sisca, mereka saling berhadapan dengan Sisca berhadapan dengan Marcell.


"Istrimu?" Tanya Reno.


"Hmm." jawab Marcell dengan dehemannya.


"Kau benar-benar audah menikah, tapi tidak ada berita tentang mu jika kau sudah menikah ?" Tanya Sisca penasaran.


Marcell menatap Sisca yang ada di hadapannya." Pernikahanku bukan konsumsi publik, aku menikah dengan istriku dengan suasana yang sakral, tapi minggu ini kami akan menggelar resepsi,kau bisa melihat nya, jika aku memang sudah menikah !"


Sisca mendengus kesal " bukankah, kau berpacaran dengan Amara, lalu mengapa kau tiba-tiba menikah dengan wanita lain?"


"Aku sudah lama putus dengannya, jadi aku minta jangan membahas Amara lagi, aku muak mendengarnya !" Kesal Marcell yang masih belum kembali mood baiknya.


"Maaf aku hanya memastikan saja, karena kabar yang aku dengar dari anak kampus dulu, jika kau menikah dengan Amara!"


"Itu karena Amara yang menyebarkan nya, karena dia tidak rela Marcell yang sudah menjadi CEO menikah dengan wanita lain, dan kau tahu alasan lainnya ?" Reno yang menjawab mewakili Marcell, dan Sisca menggelengkan kepalanya karena memang tidak tahu mengapa alasan Amara mengejar dan menyebarkan rumor jika dirinya menikah dengan Marcell.


"Aku tidak menyangkan Amara seperti itu, aku kira dia wanita yang baik !" Ucap Sisca.


"Sudah jangan membicarakannya lagi!" Ucap Marcell tegas, dia benar-benar malas jika harus membicarakan Amara.


Gio sejak tadi dia hanya terdiam dan fokus dengan ponselnya tidak peduli dengan apa yang mereka bicarakan.


Sisca menatap Marcell, dan merasa menyesal karena dulu harus merelakan Marcell dengan Amara, jika tahu akhirnya seperti ini, dia akan terus mengejar cintanya, dan tidak pergi meninggalkan Marcell, Sisca memang menyukai Marcell yang tidak melihat dari hartanya, namun karena ia melihat Marcell adalah pria yang baik, pintar dan pekerja keras.


Wilona yang baru tiba di perusahaan Admaja Company, berjalan dengan anggun masuk ke dalam perusahaan dan berhenti di depan meja resepsionis berniat menanyakan letak ruangan dan lantai dimana Marcell berada.


"Ada yang bisa saya bantu nona ?"

__ADS_1


"Saya mau bertemu dengan tuan Marcell, dimana ruangannya?"


"Maaf, apa anda sudah membuat janji ?"


Wilona terdiam dan berpikir, jika ia berbicara pada mereka dan dia belum mempunyai janji bertemu, mereka pasti tidak akan mengizinkan nya masuk, maka dia dengan percaya diri akan mengatakan, jika dia sudah memiliki janji temu dengan Marcell.


"Sudah !" Ucap Wilona sambil tersenyum.


Namun sayangnya rencananya tidak semudah itu, resepsionis yang bekerja di Admaja Company akan bekerja sesuai prosedur yang sudah ditetapkan oleh perusahaan, mereka akan menghubungi lebih dulu sekretaris CEO mereka untuk memastikan jika CEO mereka memang memiliki janji bertemu dengannya.


"Mohon maaf nona, atas nama siapa?"


"Wilona!"


Resepsionis itu pun langsung menghubungi sekretaris CEO mereka untuk memastikan jika Wilona memang sudah memiliki janji dengan nya


"Mohon maaf nona, setelah kami memastikan jika CEO kami ternyata tidak memiliki jani bertemu dengan anda, jadi kami tidak bisa mengizinkan anda untuk menemui tuan Marcell."


Ck, sialan ! Lalu untuk apa dia bertanya ! Batin Wilona.


Memdengus kesal, Wilona kembali berkata pada resepsionis. "Katakan saja, saya Wilona ingin bertemu, ada hal penting yang ingin kubicarakan !" Ketus Wilona pada resepsionis tersebut.


Resepsionis itu pun mengangguk dan kembali menghubungi Sekretaris Marcell.


Di meja sekretaris Marcell, Sisca yang kesal karena ada wanita yang memaksa bertemu dengan Marcell pun terpaksa memberi tahu pada Marcell lebih dulu.


Tok tok tok.


"Masuk !" seru Marcell dari dalam ruangan.

__ADS_1


Sisca pun masuk dan berjalan mendekati meja Marcell "Marcell, di bawah ada wanita yang meminta bertemu denganmu, namanya Wilona !"


"Wilona!" Heran Marcell.


__ADS_2