Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 57


__ADS_3

Erick: Ya sudah, aku turuti lah dia jangan buat dia marah, jika bisa kau ambil hatinya, dan kuras kekayaannya, seperti yang ayah katakan !


Wilona: Hmm aku mengerti.


Telepon terputus, dan Erick ia terlihat menghela nafasnya. Setelah itu ia pun turun dari mobilnya untuk menemui Anaya.


Kini Erick sudah duduk berhadapan dengan istrinya, yang terlihat kesal dan marah padanya karena baru datang menjenguk disini.


"Ku kira kau tidak ingat lagi padaku !" Anaya berbicara sambil meneteskan air matanya.


"Maaf, aku kemarin harus mengurus dahulu Wilona, dia masuk ke rumah sakit!"


Anaya mendengar itu terkejut. "Lalu bagaimana kondisinya ?"


"Dia sudah baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir, dan dia meminta maaf karena tidak bisa menjengukmu !" Jelas Erick dan Anaya mengangguk mengerti.


"Apa kau tidak bisa mengeluarkan ku dari sini!"


Erick menggelengkan kepalanya " Aku sudah bertanya pada pengacara ku, namun seperti tidak bisa, karena mereka sudah menyerahkan bukti yang sangat jelas pada kepolisian, tapi mungkin kita hanya bisa meringankan hukumannya!"


Anaya menunduk sedih "Aku ingin cepat keluar dari sini, apa tidak ada cara lain Erick!"


"Ada, yaitu mengemis permohonan maaf pada Nara dan aku tidak ingin melakukan hal itu!" Tegas Erick pada istrinya.


Anaya tersenyum miris pada dirinya sendiri, sungguh nasibnya sangat sial.


Setelah cukup lama berbincang, karena waktu yang terbatas, Erick pun meninggalkan Anaya yang kembali dibawa beberapa polisi ke dalam penjaranya.


Di kediaman Admaja, Nara dan Safira kini tengah bersiap untuk berangkat ke butik Hanna, untuk mencoba kembali, gaun pernikahannya.


Mereka pun dengan semangat melangkah pergi ke arah mobil dan masuk kedalamnya dengan Nara yang menyetir.


Meski Nara yang menyetir namun penjagaan mereka sangat ketat dengan ada beberapa yang melindunginya dari arah depan pinggir atau pun belakang, tentunya mereka tidak terlalu mencolok.


Tak lama mereka telah sampai di butik Hanna, mereka pun disambut ramah oleh pegawai butiknya.

__ADS_1


Nara dan Safira pun langsung diarahkan ke tempat dimana Nara akan mencoba gaun pernikahan nya.


Gaun putih yang terlihat sangat indah pun terlihat, gaun dengan tanpa lengan dan rok yang menjuntai ke bawah sangat terlihat cantik, Nara pun mencobanya.


Nara mencoba gaun tersebut dengan hati-hati dan dibantu oleh para pegawai butik, gaun yang sangat pas di badan Nara membuatnya terlihat cantik dan sexy.


"Wah gaunnya sangat pas denganmu, syukurlah, kau sangat cantik nona !"Ucap pegawai butik.


Nara hanya tersenyum menanggapi pujian mereka, ia pun melangkah ke luar ruangan untuk menunjukkan pada ibu mertuanya.


Safira tersenyum melihat Nara keluar dari tempat mencoba gaun.


"Gaunnya benar-benar cocok dengan mu sayang, kau terlihat cantik, ibu yakin Marcell akan terpesona melihatmu nanti!"


Nara tersenyum " Bu. Terimakasih!" dan Safira hanya mengangguk dan tersenyum.


"Nyonya beruntung dapet menantu cantik seperti ini !" Puji pemilik butik Hanna.


"Kau benar, bukan karena dia bukan hanya cantik diluar tapi hatinya !" Puji Safira yang membuat Nara bersemu merah di wajahnya.


Safira terkekeh " Marcell beruntung menemukanmu!"


"Tidak bu, aku lah yang beruntung!" Elak Nara.


"Sudah, kau gantilah lagi, dan sekarang kita pergi untuk menemui WO!" Ujar Safira dan Nara pun mengangguk.


Safira dan Nara pun cukup sibuk di hari ini, karena untuk memastikan persiapan pernikahan Nara dan Marcell, memeriksa agar benar-benar telah siap karena waktu tinggal beberapa hari lagi.


Mereka memutuskan agar semuanya telah siap dan tidak ada yang terlewat, karena setelah ini Nara dilarang keluar rumah.


"Syukurlah semua sudah siap, hanya tinggal di hari H "Ucap syukur Safira.


Nara mengangguk dan melihat jam di tangannya "Bu ini sudah waktunya makan siang, apa kita akan makan di luar?"


"Ibu sudah ada janji dengan teman ibu, kau mau ikut apa kembali ke mansion?"

__ADS_1


Nara berpikir sejenak setelah itu ia menggelengkan kepalanya " Apa aku boleh ke perusahaan Marcell ?"


"Tentu, selama mereka terus menjagamu!" Ucap Safira dan Nara mengangguk.


Safira pun pamit dan menaiki mobil yang sudah menunggunya, tidak jauh dari mobil Nara.


Setelah kepergian Safira Nara pun bergegas masuk ke dalam mobil dan menuju perusahaan Marcell.


Sementara itu, Amara ia sudah berada di perusahaan Admaja Company, untuk menemui Marcell.


Namun Amara terlihat menggeram marah karena resepsionis tidak mengijinkan Amara menemui Marcell jika tidak ada janji temu dengannya.


Amara yang sudah mengaku - ngaku menjadi istri Marcell, dibuat malu oleh tingkahnya sendiri, karena Marcell pernah Memperkenalkan istrinya pada karyawan, meski memang tidak sampai semua karyawan, namun perbincangan dari mulut ke mulut pra karyawan akan cepat menyebar jika Marcell sudah memiliki istri bernama Nara, terlebih Nara pernah di ajak Marcell datang ke perusahaan, maka sebagian besar pasti sudah tahu siapa istri dari CEO nya itu.


"Sial, apa Marcell benar-benar serius padanya, ch, aku tidak percaya ini !" Gumam Amara yang masih enggan meninggalkan perusahaan Marcell dan masih memikirkan cara agar bisa menemui mantan yang ingin ia rebut kembali.


Wilona yang berada di apartemennya terlihat mendengus kesal. Kesal karena Samuel kini melarangnya keluar hingga dalam waktu satu minggu kedepan.


"Sialan pria tua itu!"


"Aku kini tidak bisa bekerja, untungnya tidak ada kontrak yang memusingkan ku, dan mereka percaya jika aku sedang sakit!"


Wilona menghela nafasnya, Wilona mengingat saat Samuel datang dan tiba-tiba menamparnya sangat kuat. Sungguh itu adalah hal pertama kali dalam hidup nya ia merasakan hal seperti ini.


"Aku harus bisa pergi dari nya, untuk menguasai harta nya, seperti nya itu tidak mungkin !"


"ch ayah benar-benar tidak berpikir panjang, aku ini hanya istri kontrak dan aku akan sulit melakukannya, aku tidak mau terus berakting jika aku istri yang baik untuknya, ch menggelikan !"


"Marcell, dia adalah satu-satunya cara agar ku bisa lepas dari Samuel !"


Wilona memang menargetkan Marcell, namun ia pun takut dengan konsekuensi jika nanti ketahuan oleh Samuel, tapi dia harus tetap mencoba nya, dan harus lebih berhati-hati lagi.


Marcell, adalah pria yang keduduka nya di atas Samuel, selain memang dia yang menyukai Marcell dan menginginkan nya, namun juga ini karena Marcell yang bisa melawan Samuel, dan Samuel tidak akan bisa melawannya.


Wilona pun kini memikirkan cara agar bisa mendekati Marcell tanpa diketahui oleh Samuel, atau jika tidak dia harus mencari pria yang kedudukannya di atas Samuel.

__ADS_1


Wilona sama sekali tidak memikirkan ibunya, karena dalam benak nya sudah ada ayah nya yang akan membantu ibunya.


__ADS_2