
Tak lama Citra sampai dan dari wajahnya dia amat sangat menyesal telah membuat Safira dan Nara menunggu.
"Maaf maafkan aku yang sangat terlambat." Sesalnya pada Safira dan Nara.
Di kota bandung, Amara yang sedang mengendarai mobilnya memasuki sebuah komplek perumahan.
Dari ekspresi wajah Amara tergambar jelas jika dia tidak terlihat senang memasuki perumahan ini, namun ia terpaksa untuk datang dan menemui orang tuanya, terutama ayahnya untuk membicarakan pernikahannya dengan Alex di bulan mendatang.
Selain itu Amara yang juga sangat mengkhawatirkan keadaan adiknya, yang masih bersekolah di tingkat menengah atas / SMA. Amara hanya bertukar kabar lewat telepon ataupun lewat pesan dengan ponselnya. Amara tidak percaya dengan ayah dan ibu tirinya bisa menjaga adiknya, tapi ia pun tidak bisa membawa adiknya bersama dengan nya, karena adiknya sendiri yang menolaknya, dengan alasan ingin menjaga ayah dari ibu tirinya.
Amara sungguh tidak mengerti dengan apa yang ada di benak adiknya, karena sudah jelas jika ayahnya lebih membela ibu tirinya.
Mobil Amara memasuki rumah cukup mewah yang dibukakan pagar rumah oleh satpam yang bekerja disana.
"Eh non Amara." Sapa nya.
Amara hanya tersenyum tipis menyahuti sapaan dari satpam tersebut dengan Amara yang masih duduk di kursi kemudi dengan kaca yang terbuka setengahnya, lalu ia pun memasuki pekarangan rumah dan memarkirkan mobil nya.
Setelah memarkirkan mobilnya, Amara keluar dari dalam mobil dan berjalan memasuki rumahnya yang terlihat sepi.
"Non Amara?" Tanya seorang wanita paruh baya, asisten rumah tangga yang bekerja disana.
"Dimana Ayah?" Tanya Amara langsung tanpa ingin berbasa basi.
"Tuan ada nona, sedang berada di belakang bersama nyonya!" Jawabnya.
__ADS_1
Amara mengangguk dan berjalan ke arah belakang rumah, meninggalkan asisten rumah tangganya yang terlihat menggelengkan kepalanya, karena berpikir Amara masih memiliki sikap yang sombong yang tidak ingin dekat dengan dia, yang hanya seorang pembantu.
Saat sudah sampai di belakang rumah, benar saja jika ayah nya tengah bersama dengan ibu tirinya dan membuat Amara berdecak kesal, karena melihat kemesraan mereka, sepasang suami istri yang sudah tidak terlihat muda lagi. Amara pun menghampiri mereka yang tanpa mereka sadari.
"Ayah!" Panggil Amara menyadarkan kedua orang yang tengah bercengkrama.
"Oh kau datang?" Ayahnya yang terkejut melihat anak pertamanya kini ada di hadapannya.
Sedangkan ibu tirinya tidak peduli dengan kedatangan Amara, begitupun dengan Amara yang tidak peduli dengan keberadaan nya.
"Ayah, ada yang ingin aku bicarakan denganmu. !" Jawab Amara datar.
Ayah nya memandang Amara dan akhirnya mengangguk, karena dia pikir karena mungkin anaknya akan membicarakan sesuatu hal yang serius, jika tidak penting, Amara tidak mungkin pulang kerumah, karena dia tahu Amara sangat enggan untuk kembali ke rumah, karena Amara yang tidak suka dengan istrinya.
"Baiklah kita bicarakan di dalam. "Ujar ayahnya Amara yang bernama Markus.
Stelah masuk ke dalam rumah, mereka semua duduk di ruang tengah dan Amara yang tetap dengan tatapan datarnya menatap sepasang suami istri di depannya.
"Apa yang ingin kau bicarakan Amara?" Tanya ayahnya.
"Aku akan menikah !" Jawab Amara yeng membuat ibu tirinya tersenyum.
"Kau akan menikah dengan Marcell, itu bagus, sayang kau restui mereka dengan begitu keluarga kita akan semakin dihormati karena Amara menikah dengan Marcell seorang CEO Admaja Company dan kita bisa meminta mahar super mewah juga pada Marcell, bukankah dia sangat kaya ?" Ujarnya sangat antusias mendengar Amara akan menikah dan ayahnya pun mengangguk setuju dengan pemikiran ibu tirinya dan membuat Amara tersenyum tipis.
Mereka memang mengetahui jika Amara pernah berhubungan dengan Marcell, namun pada saat itu Marcell belum menunjukkan jati dirinya hanya saja pada saat itu mereka sangat menentang hubungan mereka karena Marcell yang miskin, pikir mereka Amara akan mempermalukan keluarganya, hingga saat berita yang beredar jika Marcell adalah seorang CEO, membuat mereka sangat senang karena ternyata Marcell sangat kaya raya bahkan menjadi pria no 1 di negara ini dan kedua orang tuanya itu belum mengetahui jika Amara sudah tidak memiliki hubungan dengan pria yang sempat mereka hina namun ternyata lebih di atas mereka.
__ADS_1
Dan kini mereka menyangka jika Amara akan menikah dengan Marcell, yang nyatanya Marcell sudah lebih dulu menikah dengan wanita lain.
"Aku bukan menikah dengan Marcell, aku sudah lama selesai dengannya, aku menikah dengan pria yang menerima segala kekurangan ku !" Ucap Amara pada kedua orang dewasa di hadapannya, yang membuat mata mereka seketika membola, karena mereka yang terkejut dengan apa yang mereka dengar.
"APA... !"
"Kau bukan menikah dengan Marcell, apa dia memutuskan hubungan nya dengan mu ?" Tanya ibu tirinya yang kesal karena Amara bukan menikah dengan seorang CEO, namun dalam hatinya apa ini karena mereka sempat menentang hubungannya dengan Amara, namun pada saat itu mereka tau jika Marcell terlihat pria yang akan memperjuangan cintanya.
"Amara, apa benar dia memutuskan hubunganmu dengannya, mengapa, bukankah kalian baik-baik saja?" Tanya ayahnya Amara.
"Ku rasa kalian tahu aku menjalin hubungan denganya karena apa pada saat itu dan aku lah yang memutuskannya, bukan Marcell saat beberapa hari menjelang jati dirinya Marcell diumumkan jika dia adalah seorang CEO !" Jelas Amara membuat Ibu tiri nya yang mendengus kesal.
"Ck, kau bodoh Amara, dengan melepas sumber harta karun kita, mengapa kau tidak mengejarnya lagi, ku rasa dia sangat mencintaimu !" Gerutu ibu tirinya.
"Ck, aku sudah mengejarnya namun Marcell sudah menikah saat ini, sudahlah aku hanya ingin memberi kabar pernikahan ku pada kalian dan kalian akan merestui atau tidak aku tidak peduli, yang terpenting aku sudah mengatakannya kepada kalian terutama padamu, ayah !"
"Dengan siapa kau akan menikah ?" Tanya Markus.
"Namanya Alex !" Jawab Amara.
"Apa pekerjaanya, apa dia lebih kaya dari Marcell ?" Tanya ayahnya lagi dengan penuh harap, atau minimal sejajar dengan Marcell.
"Tidak, dia di bawah Marcell !"
Ayah dan ibu tirinya berdecak kesal. "Seharusnya kau mencari pria di atas Marcell, agar dia menyesal tidak menerimamu kembali. Alex kekasihmu apa dia akan memberikan harta yang banyak. Dengar Amara kau tahu bukan kau harus mengirimkan aku uang sebanyak apa kepada kami ?" Ibu tirinya yang mengingatkan Amara agar ia tahu akan kewajibannya membuat Amara tersenyum menyeringai.
__ADS_1
Sedangkan ayahnya benar-benar tidak peduli dengan apa yang sudah dilakukan oleh istri nya terhadap anaknya, dengan dia yang memeras uang dan membuatnya merasakan kehidupan mewah, karena dia yang hanya memiliki bisnis kecil yang tidak akan mungkin merasakan kehidupan mewah seperti ini, maka dia kini memang berharap pada Amara agar dia terus merasakan kebahagiaan terutama dengan istri barunya.