Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 58


__ADS_3

Perusahaan Admaja Company.


Nara yang baru tiba di perusahaan suaminya, ia pun melangkah dengan percaya diri memasuki perusahaan, para karyawan yang melihat membiarkan Nara memasuki perusahaan, bahkan sesekali menyapanya, dan Nara pun hanya menjawab dengan senyuman, karena mereka tahu itu adalah istri dari CEO mereka.


Amara yang masih menggerutu tidak jelas karena resepsionis tidak mengijinkannya masuk, tidak menyadari ke datangan Nara, begitupun dengan Nara karena pandangannya yang terus kedepan.


"Nona lebih baik anda pergi, istri Tuan Marcell yang sebenarnya sudah ada disini, jadi silahkan pergi, jangan membuat masalah di perusahaan kami!" Ucap Resepsionis itu pada Amara karena ia melihat kedatangan Nara.


Amara semakin kesal dan melihat ke arah dalam perusahaan, dan benar saja, Nara terlihat berjalan dan kini sudah memasuki lift.


Dengan kesal, kemudian Amara meninggalkan perusahaan.


Amara pun kini memiliki rencana lainnya, yang akan lebih berhasil untuk bisa bertemu dengan Marcell.


"Bagaimanapun aku harus bisa menemui nya, ini adalah kesempatanku!" Gumamnya karena mengingat jika dia hanya punya waktu dua hari karena Alex yang pergi keluar kota.


Nara berjalan memasuki perusahaan terlihat senyuman yang terpancar di wajahnya, dia sudah tidak sabar bertemu dengan suaminya.


Saat sudah berada di lantai ruangan Marcell berada, Nara kembali melangkahkan kakinya hingga sampai di depan ruangan Marcell.


"Nona, ada yang bisa saya bantu ?" Tanya seorang wanita yang duduk di depan ruangan Marcell. Sekretaris Marcell, Sisca.


Nara tersenyum "Kau sekertaris baru?" Tanya Nara dan Wanita itu mengangguk.


"Aku akan menemui Marcell, saya istrinya !" Lanjut Nara.


Istri, Marcell sudah menikah ?" Pikir Sisca.


Sisca terlihat memandang Nara dari atas hingga bawah, selera Marcell sangat berbeda dengan saat berpacaran dengan Amara..


"Ehhemm !" Nara yang sedikit risih karena sekretaris baru Marcell memperhatikan sampai seperti itu bahkan ia melihat Sekertaris itu menatapnya dengan sinis.

__ADS_1


Sisca tersenyum "Tuan Marcell sedang ada tamu di dalam, anda bisa menunggu lebih dulu!" Ucap Sisca yang masih tidak percaya jika Nara adalah istri dari Marcell.


Benarkah ini istrinya ?


Sangat sederhana sekali, bahkan jauh dari Amara, ku kira Marcell akan menikahi Amara. Pikir Sisca. Karena dia ingat Marcell sangat mencintai Amara.


Nara mendengar jika Marcell sedang menerima tamu pun akhirnya pasrah dan menunggu di luar ruangan Marcell, dan duduk di dekat meja sekretarisnya.


Nara pun mengeluarkan ponselnya, dan berniat mengirim pesan pada Marcell.


Sedangkan Marcell di dalam ruangannya bersama dengan Reno yang duduk di sampingnya, sedang bertatapan dengan kedua orang yang kemarin bertemu di sebuah restoran untuk membicarakan tentang proyek yang akan mereka kerjakan.


Rachel, dia memaksa bertemu dengan Marcell ditemani asisten nya Jeremy, dengan alasan ada hal belum sempat ia bahas.


Marcell terlihat sangat tidak nyaman sekali, karena Rachel terus mencuri pandang padanya, bahkan wanita itu datang dengan pakaian yang sangat sexy, yang memperlihatkan lekuk tubuhnya, dengan baju yang memperlihatkan belahan dadanya hingga terpampang hampir setengahnya bukit kembar yang ada di tubuhnya.


"Baiklah Miss. Sepertinya sudah tidak ada lagi yang perlu kita bahas, untuk pertemuan selanjutnya akan di adakan di negara anda, tempat nya anda silahkan yang menentukan nya!" Ucap Marcell menyudahi meeting mendadak siang ini.


Miss Rachel tersenyum "Baiklah nanti akan aku kabari. Sudah waktunya makan siang, bisakah kita makan siang bersama?" Ajak Miss Rachel penuh harap.


"Sebentar Miss!" Ucap Marcell dan meraih Ponselnya melihat pesan masuk dari istrinya.


[Sayang, aku ada di depan ruangan kantormu, kau sedang ada tamu, aku menunggumu, aku ingin makan siang bersama ! ] Isi pesan yang di tulis Nara membuat ia tersenyum.


Marcell pun berdiri dan akan memanggil Nara di luar ruangannya, yang membuat heran Miss Rachel, karena Marcell tidak berbicara apapun, begitupun dengan kedua orang yang melihatnya.


Marcell bergegas kedepan pintu dan membuka nya.


"Tuan Marcell !" Sapa Sisca yang sedikit terkejut jika Marcell keluar ruangan terlihat tergesa-gesa.


Berbeda dengan Nara yang tersenyum, jika Marcell langsung keluar begitu membaca pesan darinya.

__ADS_1


Marcell menghiraukan Sisca, dan berjalan mendekati istrinya. "Sayang mengapa kau kemari !"


"Ck, apa aku tidak boleh kemari !" Kesal Nara begitu mendengar perkataan Marcell.


"Tidak bukan begitu, aku sangat senang, tapi aku sangat khawatir jika terjadi sesuatu padamu !" Ucap Marcell dengan menatap Nara lembut.


Nara tersenyum dan mengerti maksud suaminya Bukankah sudah banyak yang menjaga ku, jadi kau tidak perlu khawatir, apa pekerjaan mu masih banyak, aku lapar !" Ucap Nara sambil tersenyum.


Marcell yang gemas pada istrinya pun mengacak - ngacak rambutnya. "baiklah kita makan siang, tapi kau tidak keberatan bukan jika kita makan siang bersama klien ku, karena mungkin kau bisa mengatasinya !" Ucap Marcell sambil tersenyum sedangkan Nara sedikit heran dan tidak mengerti.


Tanpa menjelaskan pada istrinya, Marcell menarik tangan Nara lembut untuk memasuki ruangannya, sebelum itu ia menatap Sisca dan ingin bicara lebih dulu padanya.


Sisca sejak tadi hanga terdiam mematung melihat Marcell begitu manis pada wanita yang ia ragukan jika itu adalah istri dari Marcell.


"Sisca, lain kali jika istriku datang, biarkan dia masuk, sekarang istirahatlah, karena ini sudah waktunya untuk makan siang!" Ujar nya pada Sisca.


Sisca mengerutkan keningnya "Bukankah kita akan makan siang bersama!" Tanya Sisca pada Marcell karena dia ingat akan kembali berbicara saat jam makan siang.


"Lain kali saja, aku tidak bisa !" Jawabnya sambil melangkah masuk bersama dengan Istrinya.


Sedangkan Sisca menggurutu kesal, karena menurutnya Marcell mengingkari janjinya.


Nara yang sedikit terkejut mendengar obrolan singkat antara Marcell dan Sekretarisnya, jika awalnya mereka akan makan siang bersama, Nara memandang Marcell seolah meminta penjelasan darinya.


Marcell yang mengerti istrinya yang mungkin akan salah paham pun berbicara sedikit berbisik pada Nara. "Nanti aku akan jelaskan !" Ucap Marcell dan Nara pun mengangguk.


Mereka pun masuk kedalam ruangan, dan yang Nara kembali terkejut mendapati wanita bule Sexy, berada di ruangan Marcell, meski dia tidak sendiri disana, karena ada dua orang pria lainnya, dan salah satunya adalah Reno.


Nara menggelengkan kepalanya dan menatap suaminya sedikit kesal. Jika Marcell, suaminya kini menjadi incaran para wanita Sexy.


Sedangkan Marcell hanya tersenyum masam mendapati sikap istrinya yang merasa kesal.

__ADS_1


Namum Marcell kembali mendekatkan bibirnya ke telinga istrinya "Sayang, kau mengerti sekarang, bantu aku agar dia tidak datang menemui ku lagi!" lirih Marcell pada Nara.


Mendengar itu Nara pun hanya bisa menghela nafasnya, jika ini sudah menjadi resiko dirinya menjadi istri pria kaya dan tampan seperti Marcell.


__ADS_2