Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo
Bab 141


__ADS_3

Erick menghela nafasnya berat. "Wilona kita selesaikan misi ini terlebih dahulu, setelah Nara menghilang, dan semua rencana berhasil, kita baru mukai rencana untuk mendekati mu dengan Marcel, namun kau tidak boleh terlalu beharap, karena seperti nya Marcel pria yang sulit!"


"Aku tahu, untuk itulah aku menginginkan nya, harus, meski dengan cara kotor sekalipun !" Ucap Wilona yang semakin berambisi.


"Hmm ibu akan membantumu nanti, untuk sekarang apa kalian tidak ingin merayakan kebersamaan kita lagi, aku baru keluar dari penjara, Erick apa kau tidak mau mengajak kita makan di restoran ?" Celetuk Anaya mengalihkan pembicaraan mereka.


Erick pun tersenyum dan mengangguk, mereka pun pergi ke restoran mewah untuk makan siang yang sempat tertunda, karena cerita dari Erick.


Di sebuah balkon kamar, Marcel yang sedang memegang ponselnya mengetik pesan balasan, jika dia akan bertemu dan membicarakan nya malam nanti. Suatu pembicaraan yang cukup serius yang akan Gio bahas, meminta Marcel untuk menemuinya, namun karena Marcel masih ingin menghabiskan waktu dengan istrinya. Maka ia meminta agar malam saja mereka bicara.


Marcel sudah membersihkan diri lebih dulu, karena permintaan istrinya, dan kini ia tengah menunggu Nara yang masih di dalam kamar mandi.


Marcel terpikirkan sesuatu, jika Nara sempat meminta Marcel untuk bercerita mengenai Ayu yang datang menemui nya, Marcel sangat bingung apa dia harus mengatakan nya pada Nara.


"Hubby kau disini ?" Tanya Nara yang melihat Marcel berada di balkon, karena Nara mengira jika Marcel sudah keluar dari kamar.


Marcel tersenyum. " Aku ingin menghabiskan waktu dengan mu, karena tidak lama aku akan segera bekerja bukan?"


Nara menganggu mengerti. "Kau akan bulak balik ke jakarta bogor?" Tanya Nara sambil menduduki bokong nya dibatas kursi di depan Marcel.


Marcel menggelengkan kepalanya. "Tidak. Aku akan bekerja dari sini, mana mungkin aku harus meninggalkanmu sayang, dalam keadaan hamil pula." Jelas Marcel dan yang terpenting karena ternyata musuh mereka yang mengincar Nara yang telah mengetahui keberadaan nya.


Marcel sangat takut dan khawatir jika harus meninggalkan istrinya yang dalam ke adaan hamil muda, meski di villa ini sudah banyak pengawal, bahkan akan bertambah lagi. Marcel hanya ingin menjadi pelindung pertama bagi istri dan anak yang akan hadir beberapa bulan kedepan.


Nara mengangguk. "Apa itu tidak masalah, hubby jika kau akan ke jakarta aku tidak masalah, lagi pula disini ada ibu yang menemaniku. " Bujuk Nara, dia mencoba mengerti pekerjaan suaminya.

__ADS_1


Marcel tersenyum. "Tidak sayang, mana mungkin aku akan meninggalkanmu, aku sudah berbicara pada ayah, jika aku akan bekerja dari sini, dan dia setuju, jadi jangan suruh suami mu ini harus meninggalkan mu di Villa ini. Aku tidak akan kuat jika harus menahan rindu."


Nara terkekeh mendengar perkataan Marcel yang terakhir, dan mungkin saja dia juga tidak bisa berjauhan dengan suaminya.


"Aku rasa, aku juga tidak akan bisa menahan rindu jika harus jauh dari mu hubby." Balas Nara yang membuat Marcel tersenyum manis.


"Mau berjalan-jalan, tidak usah jauh, kita berjalan - jalan di sekitar Villa ini saja, ku rasa di sekitar sini juga banyak tempat yang bagus. " Ajak Marcel pada istri nya.


Nara tentu mau dan senang, jika Marcel mengajak nya berjalan-jalan, mereka pun bersiap dan keluar dari Villa, tak lupa Marcel mengajak Kayla dan beberapa pengawal yang akan mengikuti dan menjaga mereka.


Nara merasa tidak nyaman dengan beberapa pengawal yang mengikuti acara jalan-jalan sore bersama suaminya.


"Haruskah mereka ikut Hubby?" Tanya Nara pada Marcel yang hanya di angguki oleh nya.


Nara menghela nafasnya. " Bukankah ada Kayla dan juga dirimu, ku rasa itu sudah cukup, kita berada cukup jauh dari jakarta, aku yakin Keluarga Wijaya tidak akan melukai ku disini."


Kau salah sayang, justru mereka mengikutimu sampai sini, maaf kan aku, karena aku kurang teliti dan lalai, yang membuat mereka tahu kau tinggal disini. Marcel yang berbicara dalam hatinya sambil menatap Nara yang membuatnya heran.


Apa ada yang kau sembunyikan, tak bisakah kau ceritakan padaku hubby? batin Nara yang seolah dia merasa jika Marcel mulai menyembunyikan sesuatu darinya.


Setelah perdebatan singkat, akhirnya Nara menuruti apa yang sudah Marcel lakukan, meski risih karena ada sekitar 4 sampai lima penjagaan dan ia tidak bisa mengelaknya, Marcel saat ini lebih bersikap tegas dalam melindunginya.


Marcel dan Nara berjalan kaki di sekitar Villa, dengan Nara yang menggandeng lengan Marcel, banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka, karena memang tidak jauh dari sana banyak rumah warga yang berjejer rapih, dan salah satunya adalah rumah Ayu.


Nara saat bertemu para warga di sana selalu mengembangkan senyuman nya, namun tidak dengan Marcel yang hanya memasang wajah datarnya.

__ADS_1


Suatu bisikan terdengar di telinga Marcel dan Nara. Para wanita yang seumuran dengan Nara membuat Marcel tersenyum miring juga Nara yang ikut tersenyum menanggapinya.


"Lihat, apa itu yang di maksud Ayu. Tuan muda yang tampan dan kaya, ch, mimpi saja dia bisa mendapatkan tuan muda itu, istrinya saja sangat cantik, sudah pasti dia di tolak mentah - mentah oleh tuan muda itu. "Bisik seorang wanita pada teman nya yang juga di angguki oleh nya.


Tuan muda kaya raya, sebutan untuk Marcel karena Ayu. Nara tersenyum dan menatap suaminya yang juga di balas senyuman yang tak kalah manis, membuat para wanita melihatnya merasa iri dengan Nara yang bisa mendapatkan pria seperti Marcel..


"Pantas saja Ayu sangat ingin mendapatkan pria tampan itu, ah aku juga ingin memiliki suami seperti tuan muda sudah tampan kaya pula, umm,, dia terlihat sangat menyayangi istrinya. Aku tebak tuan muda juga pasti, dia pria yang romantis."Balas bisik wanita itu.


"Hmm lihat saja, pengawalnya saja sangat ketat udah kaya presiden aja !"Jawabnya.


Nara dan Marcel hanya tersenyum mendengar bisikan yang bukan berbisik menurut mereka. Karena terdengar jelas oleh Marcel dan juga Nara.


Mereka tetap berjalan dan mengarah ke penjual roti bakar yang tidak jauh dari sana.


"Aku mau roti bakar hubby." Ucap Nara setelah melihat ada penjual roti bakar.


Marcel tidak pernah melarang Nara membeli makanan pinggir jalan, karena menurutnya asal kita pintar melihat jika penjual itu bersih maka tidak masalah, lagi pula bagi Marcel makanan kaki lima lah yang terbaik.


Marcel mengangguk menuruti keinginan istrinya." Duduklah disini, biar aku pesan kan, kau mau rasa apa sayang?" Tanya Marcel pada Nara.


"Keju, aku ingin keju." Jawab Nara yang membuat Marcel tersenyum. Dia sudah menebak jika Nara akan memilih keju, karena akhir-akhir ini Nara selalu memakan makanan yang ada keju nya.


"Akhir-akhir ini kau suka sekali keju sayang." Ucap Marcel.


"Benarkah, ah iya kau benar hubby, aku tidak menyadarinya. "Jawab Nara membuat Marcel terkekeh.

__ADS_1


__ADS_2